Mengenal Identitas Tokoh dalam Teks Biografi

Mengenal Identitas Tokoh dalam Teks Biografi – Siswa dapat mengenal identitas tokoh dalam teks biografi.

Pengertian Teks Biografi
Salah satu bentuk teks yang berisi riwayat hidup seseorang disebut dengan teks biografi. Teks ini juga dapat disebut teks autobiografi jika ditulis sendiri oleh tokoh yang bersangkutan.

Teks biografi biasanya berisi riwayat hidup tokoh-tokoh terkenal yang berperan besar dalam kehidupan umat manusia atau bangsanya, seperti Ir. Soekarno, Martin Luther King, Mahatma Gandhi, atau Muhammad Ali. Namun, tidak jarang sebuah teks biografi dapat berisi riwayat artis atau musisi idola para remaja yang tentu saja di dalam hidup mereka terdapat suatu hal yang mengesankan atau dapat dijadikan sebagai suatu pelajaran bagi kita.

Tujuan Membaca Teks Biografi
Membaca buku/teks biografi sangatlah penting karena mengandung banyak manfaat. Berikut adalah beberapa manfaat sekaligus tujuan membaca teks biografi.

  1. Menemukan hal-hal yang menarik dan mengesankan dari perjalanan tokoh.
  2. Dapat mencontoh hal-hal baik dari kehidupan tokoh.
  3. Menemukan hal yang istimewa seorang tokoh yang dapat dijadikan motivasi hidup.
  4. Menemukan hal-hal yang disukai pada diri tokoh.
  5. Dapat membuat inti sari riwayat tokoh.

Dalam pembahasan kali ini, kalian diharapkan mampu menceritakan kembali tokoh-tokoh idola dengan mengemukakan alasannya. Satu syarat agar kita mampu melakukannya adalah dengan mengenal identitas tokoh tersebut.

Hal pertama yang kita lakukan untuk mengenal identitas tokoh adalah menyusun biodata tokoh. Carilah berdasarkan informasi yang tertuang di dalam teks! Kedua, memparafrasekan (mengemukakan dengan gaya bahasa sendiri) informasi yang kita dapat ke dalam teks paragraf baru.

Perhatikan Contoh

Agar lebih jelasnya, bacalah contoh teks biografi di bawah ini!

                                                                                                                sumber: www.flickr.com
Nama lengkapnya adalah Mohandas Karamchand Gandhi. Orang lebih mengenalnya dengan nama Mahatma Gandhi yang dalam bahasa Sansekerta berarti ‘jiwa yang agung’. Tokoh yang lahir pada tanggal 2 Oktober 1869 di Gujarat ini dikenal sebagai ahli spiritual dan seorang aktivis kebebasan yang antikekerasan. Keluarganya yang kaya karena hampir semua menjadi pekerja di pemerintahan membuat Gandhi remaja bisa pergi ke Inggris untuk mempelajari hukum. Setelah menjadi pengacara, ia pergi ke koloni Inggris di Afrika Selatan. Di sana, ia justru mengalami diskrimasi ras yang dinamakan apartheid. Kejadian inilah yang menginspirasinya untuk menjadi aktivis politik. Ia ingin agar diskrimasi tersebut dihapuskan.

Saat kembali ke India, ia membantu proses kemerdekaan India dari jajahan Inggris. Gandhi tidak setuju dengan pemikiran masyarakat India pada umumnya mengenai pemisahan negara berdasarkan agama. Gandhi ingin Hindu dan Islam hidup bersama dalam satu negara harmoni. Kekhawatiran Gandhi terjadi. India merdeka dan pecah menjadi dua negara bagian: India dan Pakistan.

Ajaran Gandhi, satyagraha ‘jalan yang benar’, menjadi inspirasi banyak aktivis demokrasi dan antirasisme, seperti Marthin Luther King dan Nelson Mandela. Gandhi meninggal pada tanggal 30 Januari 1948 karena dibunuh oleh seorang lelaki Hindu yang marah karena Gandhi dianggap terlalu memihak muslim.

Walaupun sudah meninggal dan tidak pernah mendapatkan hadiah nobel, ajaran-ajaran Gandhi selalu dikenang tidak hanya di India, tetapi juga di dunia. Salah satu kata kebajikannya yang dikenang adalah “Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.”

Sudahkah kalian membaca teks di atas? Dapatkah kalian mengenal tokoh di atas lalu menceritakannya kembali? Yuk, kita coba susun informasi tokoh berdasarkan teks di atas!

Nama lengkap:
Mohandas Karamchand Gandhi

Nama yang terkenal:
Mahatma Gandhi

Tempat, tanggal lahir:
Gujarat, 2 Oktober 1869

Pekerjaan:
pengacara, aktivis politik antikekerasan,

Paham:
antiapartheid

Cita-cita/tujuan:
memerdekakan India dan menyatukannya tanpa melihat perbedaan agama

Ajaran:
satyagraha (jalan yang benar)

Meninggal:
30 Januari 1948

Dengan mencermati informasi yang telah kita susun tadi, kita akan mampu menceritakan kembali tokoh yang bersangkutan.

Poin Penting

Beberapa langkah untuk mampu menceritakan kembali tokoh idola dan mengidentifikasinya adalah:
1. Membaca dengan teliti teks teks biografi!
2. Menyusun informasi yang didapat terkait biodata tokoh!
3. Memparafrasekan susunan informasi tersebut!

Mengenal Identitas Tokoh dalam Teks Biografi | lookadmin | 4.5