Close Klik 2x

Menentukan Volume Gas

Advertisement

Menentukan Volume Gas – Pada topik sebelumnya, kalian sudah mempelajari salah satu hukum dasar kimia, yaitu hukum Dalton yang membahas mengenai hukum kelipatan berganda. Pada topik ini, kalian akan mempelajari hukum dasar kimia lainnya, yaitu hukum Gay Lussac yang dapat digunakan untuk menentukan volume gas.

Sebelum kita membahas hukum Gay Lussac, mari kita ingat kembali mengenai hukum Dalton.

1. Hukum Dalton (Hukum Kelipatan Berganda)

Hukum Dalton atau yang dikenal dengan hukum kelipatan berganda berkaitan dengan pasangan unsur yang dapat membentuk lebih dari satu jenis senyawa. Sebagai contoh, pasangan unsur nitrogen dan oksigen yang dapat membentuk beberapa jenis senyawa nitrogen oksida, diantaranya nitrogen monoksida (NO) dan Nitrogen dioksida (NO2). Pada kasus tersebut, Dalton berpendapat bahwa jika massa dari salah satu unsur pada kedua senyawa tersebut sama, maka perbandingan massa unsur pada senyawa yang satu lagi merupakan perbandingan bilangan bulat yang sederhana.

Contoh penerapan Hukum Dalton
Jika pada senyawa nitrogen monoksida (NO) terdiri dari 14 g nitrogen dan 16 g oksigen, maka pada nitrogen dioksida (NO2) akan terdiri dari 14 g nitrogen dan 32 g oksigen. Perbandingan massa nitrogen dan oksigen pada senyawa nitrogen monoksida (NO) adalah 7 : 8. Sementara pada senyawa nitrogen dioksida (NO2), perbandingan massa nitrogen dan oksigennya adalah 7 : 16.

Bagaimana sudah ingat kembali? Jika sudah ingat kembali, mari kita lanjutkan pada materi cara menentukan volume gas.

2. Hukum Gay Lussac (Hukum Perbandingan Volume)

Hukum Gay Lussac berkaitan dengan perbandingan volume gas dalam sebuah persamaan reaksi kimia. Hukum ini dapat digunakan untuk menentukan volume gas dari sebuah pereaksi atau hasil reaksi. Hukum Gay Lussac lahir dari hasil sebuah eksperimen yang dilakukan oleh Gay Lussac sendiri dengan penemuannya sebagai berikut.

Bila diukur pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volume gas yang bereaksi dan gas hasil reaksi merupakan perbandingan bilangan bulat yang sederhana.”
Penemuan inilah yang kemudian dinamakan sebagai Hukum Gay Lussac.
Untuk menentukan volume gas pereaksi dan hasil reaksi dengan menggunakan Hukum Gay Lussac terdiri dari beberapa langkah, yaitu sebagai berikut.
a. Tulis dan setarakan persamaan reaksi kimianya.
b. Bandingkan koefisien senyawa yang ditanyakan volumenya dengan koefisien senyawa yang diketahui volumenya. Kemudian, kalikan dengan volume gas yang diketahui.
Secara matematis, dapat ditulis sebagai berikut.

Dengan:
Vt = Volume gas yang ditanyakan;
Vk = Volume gas yang diketahui; dan
nt = Koefisien yang ditanyakan dan nk = Koefisien yang diketahui.

Mari kita pelajari penerapan hukum Gay Lussac pada penentuan volume gas seperti pada contoh berikut ini.
Contoh
Coba tentukan volume gas H2O dan O2 yang dihasilkan dari reaksi 5 liter gas H2 pada persamaan reaksi H2(g) + O2(g) → H2O(g).
Penyelesaian
Langkah-langkah penyelesaian:
a. Menuliskan persamaan reaksi: H2(g) + O2(g) → H2O(g).
b. Menyetarakan persamaan reaksi tersebut: 2H2(g) + O2(g) → 2H2O(g).
c. Menentukan perbandingan koefisien H2 : O2 : H2O = 2 : 1 : 2.
d. Menentukan volume gas yang ditanyakan, yaitu H2O dan O2.
Menentukan volume H2O

Menentukan volume O2

Advertisement
Menentukan Volume Gas | lookadmin | 4.5