Close Klik 2x

Menentukan Bilangan Oksidasi Unsur

Advertisement

Menentukan Bilangan Oksidasi Unsur – Dalam pertemuan ini, kita akan membahas tentang penentuan bilangan oksidasi unsur. Sebelumnya, kalian pasti sudah memahami tentang pengertian reaksi redoks.

Mari kita mengingat kembali tentang pengertian reaksi redoks. Reaksi redoks adalah suatu reaksi yang didalamnya terjadi reaksi reduksi – oksidasi sekaligus. Setelah memahami pengertian reaksi redoks, ada baiknya kita juga memahami pengertian masing-masing dari konsep reaksi reduksi dan oksidasi.

Reaksi Reduksi:

  • Menangkap elektron
  • Melepaskan atom oksigen
  • Menangkap atom hidrogen
  • Penurunan bilangan oksidasi

Contoh: Na+ + e → Na

Reaksi Oksidasi:

  • Melepaskan elektron
  • Menangkap atom oksigen
  • Melepaskan atom hidrogen
  • Penaikan bilangan oksidasi

Contoh: 2F → F2 + 2e

Masih ingatkah pengertian reaksi reduksi dan oksidasi di atas?
Mari kita perhatikan pengertian konsep reduksi dan oksidasi yang menyebutkan tentang penurunan dan penaikan bilangan oksidasi. Untuk lebih memahami hal tersebut, mari kita membahas tentang bilangan oksidasi dan penentuan bilangan oksidasi unsur.

a) Pengertian Bilangan Oksidasi

Bilangan oksidasi adalah besarnya bilangan yang menunjukkan kekuatan suatu atom untuk menangkap atau melepaskan elektron dalam pembentukan suatu senyawa.

b) Penentuan Bilangan Oksidasi Unsur

Penentuan bilangan oksidasi unsur harus mengikuti aturan-aturan tertentu. Aturan tersebut yaitu sebagai berikut.

  1. Unsur bebas memiliki bilangan oksidasi = nol.
    Unsur bebas dapat berupa atom ataupun molekul unsur. Contoh : H2, Na, Mg, Fe, dan lain-lain.
  2. Pada umumnya, unsur Hidrogen ( H ) dalam suatu senyawa memiliki bilangan oksidasi = + 1. Contoh: H2O, HNO3, dan H2SO4. Akan tetapi dalam senyawa Hidrida mempunyai bilangan oksidasi = -1. Contoh : NaH, MgH2, dan LiH.
  3. Pada umumnya, unsur oksigen (O ) dalam suatu senyawa memiliki bilangan oksidasi = -2. Contoh: MgO, CaO, dan NaOH. Akan tetapi dalam senyawa peroksida, mempunyai bilangan oksidasi = -1. Contoh: H2O2, CaO2, dan Na2O2. Selain itu, pada senyawa superoksida mempunyai bilangan oksidasi = – ½. Contoh: KO2, NaO2.
  4. Unsur Flourin ( F ) dalam senyawa = -1. Contoh: HF
  5. Unsur-unsur logam selalu mempunyai bilangan oksidasi positif.
    Contoh: Untuk logam golongan IA ( Li, Na, K, Rb, Cs ) bilangan oksidasinya = +1, sedangkan logam golongan IIA ( Be, Mg, Ca, Sr, Ba ) bilangan oksidasinya = + 2.
  6. Unsur dalam suatu ion tunggal memiliki bilangan oksidasi sama dengan muatannya. Contoh: Bilangan oksidasi Fe dalam ion Fe2+ = + 2, dan bilangan oksidasi S dalam S2- = -2.
  7. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam suatu senyawa = 0.
    Contoh: K2SO4 = ( 2 x biloks K ) + ( 1 x biloks S ) + ( 4 x biloks O ) = 0
  8. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam suatu ion poliatom = muatan ionnya.
    Contoh : SO42– = ( 1 x biloks S ) + ( 4 x biloks O ) = -2

Mari kita perhatikan beberapa contoh berikut ini.

Contoh:

Coba tentukan bilangan oksidasi unsur yang berwarna biru:
a. H2SO4
b. CrO42-
c. NH4+
d. Fe3+

Penyelesaian:

a. H2SO4

Mari kita perhatikan aturan penentuan biloks pada aturan 2, 3, dan 7, yaitu:

• unsur Hidrogen ( H ) dalam suatu senyawa memiliki bilangan oksidasi = +1;
• unsur oksigen ( O ) dalam suatu senyawa memiliki bilangan oksidasi = -2; dan
• jumlah bilangan oksidasi unsur–unsur dalam suatu senyawa = 0.

Jadi perhitungannya: ( 2 x biloks H ) + ( 1 x biloks S ) + ( 4 x biloks O ) = 0
(2 x ( +1 )) + ( 1 x biloks S ) + ( 4 x ( -2)) = 0
2 + biloks S + (-8) = 0
Biloks S = 0 – 2 + 8 = +6

b. CrO42-
Mari kita perhatikan aturan penentuan biloks pada aturan 3 dan 8, yaitu:
• unsur oksigen (O ) dalam suatu senyawa memiliki bilangan oksidasi = -2; dan
• jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam suatu ion poliatom = muatan ionnya.
Jadi perhitungannya: ( 1 x biloks Cr ) + ( 4 x biloks O ) = -2
Biloks Cr + ( 4 x ( -2 ) = -2
Biloks Cr + ( -8 ) = -2
Biloks Cr = -2 + 8 = +6

c. NH4+
Mari kita perhatikan aturan penentuan biloks pada aturan 2 dan 8, yaitu:
• unsur Hidrogen ( H ) dalam suatu senyawa memiliki bilangan oksidasi = + 1; dan
• jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam suatu ion poliatom = muatan ionnya.

Jadi perhitungannya: ( 1 x biloks N ) + ( 4 x biloks H ) = +1
Biloks N + ( 4 x ( +1 ) = + 1
Biloks N + 4 = +1
Biloks N = +1 -4 = -3

d. Fe3+
Mari kita perhatikan aturan penentuan biloks pada aturan 6, yaitu:
unsur dalam suatu ion tunggal memiliki bilangan oksidasi sama dengan muatannya.
Jadi perhitungannya: biloks Fe = +3

Advertisement
Menentukan Bilangan Oksidasi Unsur | lookadmin | 4.5