Close Klik 2x

Menelaah Nada, Suasana, Irama, dan Diksi Puisi

Advertisement

Menelaah Nada, Suasana, Irama, dan Diksi Puisi – Siswa mampu menelaah nada, suasana, irama, dan diksi puisi.

Pengertian Puisi
, jumlah baris dan bait dalam puisi tidak terikat.

Puisi tersusun atas struktur batin dan struktur fisik. Struktur batin puisi adalah struktur yang membangun puisi secara impPuisi adalah salah satu karya sastra yang tersusun atas bahasa yang indah dan padat makna. Puisi terdiri atas beberapa baris yang membentuk bait. Namun demikianlisit atau tidak terlihat. Struktur batin disebut juga hakikat puisi. Struktur fisik adalah struktur yang membangun puisi secara eksplisit, yaitu terlihat melalui susunan kata.

Struktur batin meliputi nada dan suasana, sedangkan struktur fisik meliputi irama dan diksi. Keempat unsur tersebut merupakan unsur yang penting dalam sebuah puisi. Oleh karena itu, unsur-unsur tersebut perlu dipahami untuk merefleksi atau memaknai sebuah puisi.

Nada
Nada adalah sikap seorang penyair dalam puisinya sehingga efeknya terasa oleh pembaca. Nada adalah cara penyair menyampaikan puisinya sesuai dengan pilihan kata-katanya. Misalnya, puisi yang bernada protes, sinis, marah, serius, bahagia, haru, sedih, semangat, hingga bersenda gurau.

Suasana
Suasana adalah perasaan pembaca setelah membaca puisi. Jika nada adalah cara penyair menyampaikan puisinya, suasana adalah efek yang dirasakan pembaca setelah membaca atau mendengar puisi yang dibacakan oleh penyair. Misalnya, saat penyair membacakan puisi penuh semangat, pembaca akan merasakan suasana yang sama. Pembaca juga dapat merasakan suasana puisi melalui pilihan kata yang digunakan penyair dalam puisi. Misalnya, saat membaca puisi yang menggambarkan kondisi alam, pembaca akan merasa damai.

Irama
Irama adalah tinggi rendah, panjang pendek, keras lembut, atau cepat lambatnya kata-kata atau baris-baris puisi saat pembacaan puisi. Irama disebut juga dengan ritme. Irama dipengaruhi oleh bunyi dari kata-kata yang digunakan dalam puisi tersebut. Irama dapat berupa perulangan bunyi, huruf, kata, atau kalimat dalam puisi.

Diksi
Diksi adalah pilihan kata yang digunakan oleh penyair untuk menyatakan maksud yang ingin diungkapkannya. Pemilihan kata dilakukan untuk mencari kata yang paling tepat untuk mewakili perasaan dan gagasan yang ingin dikemukakan penyair dalam puisinya. Pemilihan kata tersebut dapat dilakukan dengan melakukan pemilihan bentuk kata, pencarian persamaan kata (sinonim), dan pemilihan kata-kata kiasan.

Kata-kata kiasan disebut juga dengan majas. Majas yang biasanya muncul di dalam puisi adalah sebagai berikut.

  1. Personifikasi, yaitu majas yang menggunakan benda-benda mati yang seolah-olah memiliki ciri-ciri sifat manusia. Misalnya: angin menyentuh lembut.
  2. Metafora, yaitu majas yang membandingkan sesuatu dengan benda lain secara langsung tanpa kata-kata perbandingan seperti, ibarat, bagaikan, atau bak. Misalnya: dirimu adalahdewi malam.
  3. Simile, yaitu majas yang membandingkan sesuatu dengan benda lain dengan menggunakan kata-kata perbandingan seperti, ibarat, bagaikan, bak, atau laksana. Misalnya: kamu dan dia bagaikan air dan minyak.

Telaah Nada, Suasana, Irama, dan Diksi Puisi

Bacalah puisi berikut ini dengan saksama untuk berlatih menelaah nada, suasana, irama, dan diksi pada puisi!

Perhatikan Contoh

Puisi tersebut berisi tentang kerinduan seorang manusia pada sesuatu yang dapat memberikannya “pelita” atau cahaya karena dirinya merasa gelap. Puisi tersebut banyak menggunakan kata-kata kiasan dan harus dibaca secara saksama untuk dapat menangkap nada, suasana, irama, dan diksinya. Berikut penjelasan lengkapnya!

Sebagaimana disebutkan di atas bahwa puisi tersebut berisi tentang pertemuan seseorang dengan seseorang atau sesuatu yang selama ini dirindukannya. Selama ini, dia merasa berjalan dalam kegelapan dan akhirnya menemukan lagi zat yang memberinya cahaya namun zat itu tidak berupa. Nada yang dibangun penyair dalam puisi tersebut adalah rasa pasrah dan penuh harap. Dengan nada yang dibangun penyair, suasana yang timbul dari puisi tersebut adalah perasaan khidmat.

Dalam puisi tersebut terdapat banyak bahasa kiasan yang tidak sama dengan bahasa sehari-hari. Beberapa kata di dalamnya juga diulang-ulang untuk memberikan efek penegasan, seperti kata rindu pada ungkapan “rindu rasa, rindu rupa”. Selain itu, ada juga kata-kata berawalan huruf yang sama dan diulang-ulang, seperti ungkapan “kaulah kandil kemerlap” dan “sabar setia selalu” yang masing-masing mengulang huruf k dan s. Dengan demikian, irama dalam puisi ini dibentuk dengan perulangan kata dan huruf.

Diksi yang dipilih oleh penyair adalah kata-kata bahasa Indonesia lama yang sulit dimengerti, seperti “kaulah kandil kemerlap”. Padahal, di baris berikutnya digunakan katapelita. Kata kandil dan pelita memiliki makna yang sama (sinonim), yaitu cahaya atau lampu. Penggunaan kata yang bersinonim tersebut adalah untuk memperindah makna.

Poin Penting

  1. Puisi adalah jenis karya sastra yang tersusun atas bahasa yang indah dan padat makna.
  2. Struktur batin puisi adalah struktur yang membangun puisi secara implisit atau tidak terlihat. Struktur batin disebut juga hakikat puisi. Struktur fisik adalah struktur yang membangun puisi secara eksplisit, yaitu terlihat melalui susunan kata-katanya.
  3. Struktur batin meliputi nada dan suasana, sedangkan struktur fisik meliputi irama dan diksi. Unsur-unsur tersebut perlu dipahami untuk merefleksi atau memaknai sebuah puisi.
Advertisement
Menelaah Nada, Suasana, Irama, dan Diksi Puisi | lookadmin | 4.5