Close Klik 2x

Mendata Opini yang Ada dalam Teks Iklan

Advertisement

Mendata Opini yang Ada dalam Teks Iklan – Masih ingatkah kamu tentang opini? Opini biasa juga disebut pendapat. Dalam materi ini, kamu akan mempelajari tentang mendata opini yang ada dalam teks, terutama teks iklan. Baik, segarkan lagi pemahamanmu tentang opini, ya!

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), opini berarti pendapat; pikiran; pendirian. Opini bersifat sangat subjektif, artinya sangat bergantung pada pemahaman dan tanggapan pribadi setiap orang. Contohnya, menurut kamu harga sepotong baju itu sangat murah. Akan tetapi, kemungkinan ada temanmu yang mengatakan harga sepotong baju tadi mahal karena menurutnya tidak sebanding dengan kualitasnya. Nah, berbeda bukan opini setiap orang?

Masih ingat ciri-ciri opini? Yuk, pelajari lagi beberapa ciri opini berikut!

  1. Ditandai dengan kata-kata anjuran ( yang menganjurkan)
    Contoh kata-kata anjuran yaitu: sebaiknya, semestinya, dan seharusnya.
  2. Ditandai dengan kata-kata sifat
    Kata sifat juga menjadi ciri opini. Contoh kata sifat yaitu baik, buruk, manis, banyak, sulit, mudah, dan senang.
  3. Berupa ide dan perencanaan
    Karena masih berupa ide dan perencanaan/konsep, umumnya ditandai dengan penggunaan kata-kata seperti bisa jadi, mungkin, diperkirakan, menurut, dan beberapa.
  4. Menjawab pertanyaan bagaimana (how/1H)

Agar lebih jelas, coba kamu perhatikan dan bandingan dua contoh kalimat berikut!

(1) Rendang adalah makanan asli Indonesia.
(2) Rendang adalah makanan asli Indonesia yang sangat lezat.

Kalimat nomor (1) termasuk kalimat fakta karena rendang memang makanan yang berasal dari Indonesia. Kalimat nomor (2) termasuk kalimat opini karena menggunakan kata sangat lezat. Kata sifat tersebut bersifat subjektif karena belum tentu semua orang menganggap rendang sangat lezat. Kata sangat lezat merupakan anggapan pribadi.

Lalu, apa hubungan opini dengan iklan? Perlu kamu tahu kalau iklan itu tujuannya untuk mengajak dan membujuk, kan? Agar bisa mengajak atau membujuk konsumen, iklan perlu dibumbui opini-opini yang tujuannya semakin meyakinkan calon konsumen. Fakta-fakta dalam produk yang diiklankan perlu dipercantik dengan opini-opini. Opini juga disajikan dengan bahasa yang persuasif (bersifat membujuk/mengajak)

Perhatikan Contoh

      Contohnya seperti ini, kamu ingin menjual koleksi komik lamamu. Kamu membuat iklan seperti ini.

Bagaimana? Menarik atau biasa saja? Coba bandingkan dengan iklan berikut!

Nah, lebih menarik yang mana? Iklan yang kedua, bukan? Dengan inti iklan yang sama, kamu bisa menambahkan opini-opini yang semakin menambah rasa penasaran calon konsumen.

      Perlu juga diingat bahwa opini harus tetap sesuai atau tidak melenceng dari fakta. Opini harus didukung fakta-fakta dalam produk. Jangan sampai membuat opini yang berlebihan dan cenderung berbohong. Opini yang kamu buat hendaknya tidak melenceng dari kenyataan yang ada.

Poin Penting

  1. Opini sangat bersifat subjektif, artinya bergantung pada pemahaman dan pandangan seseorang.
  2. Opini digunakan dalam iklan untuk memperkuat isi iklan. Dengan opini, calon konsumen diharapkan menjadi lebih tertarik dengan isi iklan.
  3. Opini disajikan dengan bahasa yang persuasif (bersifat membujuk/mengajak).
  4. Opini harus tetap sesuai dengan fakta dan tidak boleh membohongi calon konsumen.
Mendata Opini yang Ada dalam Teks Iklan | lookadmin | 4.5