Mendata Kebiasaan, Adat, dan Etika yang Terdapat dalam Novel

Mendata Kebiasaan, Adat, dan Etika yang Terdapat dalam Novel – Novel adalah karya penulis yang memadukan fakta dan imajinasi. Dalam novel akan tergambar kebiasaan dan perilaku manusia berdasarkan pengamatan penulis. Pada topik ini, kalian akan mendata kebiasaan, adat, dan etika yang terdapat dalam novel.

Sekilas tentang Angkatan 20-an
Sastrawan angkatan 20-an disebut juga angkatan Balai Pustaka karena banyak karya-karya mereka diterbitkan oleh penerbit Balai Pustaka. Angkatan ini didominasi oleh para sastrawan yang berasal dari Sumatera sehingga karya-karyanya kental bernuansa melayu. Ciri-ciri karya angkatan 20-an adalah banyak penggunaan kosakata melayu, pepatah, dan peribahasa serta penyampaian nasihat secara tertulis.

Sekilas tentang Angkatan 30an
Angkatan 30-an disebut juga angkatan Pujangga Baru untuk membedakannya dari angkatan Balai Pustaka. Tidak seperti angkatan Balai Pustaka, angkatan Pujangga Baru menggunakan Bahasa Indonesia modern. Tema yang diangkat, selain soal kekangan adat atau kawin paksa seperti angkatan 20-an, juga mencakup masalah yang lebih maju, seperti emansipasi wanita, kehidupan kaum terpelajar, kehidupan di perkotaan, dan sebagainya.
Catatan: Penggunaan bahasa Indonesia oleh angkatan Pujangga Baru sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda tahun 1928 yang mengingkrarkan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa.

Mari kita mendata kebiasaan, adat, dan etika yang terdapat di dalam novel Sengsara Membawa Nikmat karya Tulis Sutan Sati.

Kebiasaan
Kebiasaan adalah kegiatan yang umum dilakukan di masyarakat tertentu.

Sebagai contoh, lihatlah teks di bawah ini.

Sekali peristiwa pada suatu petang Midun pergi ke sungai hendak mandi. Tidak jauh ke sebelah hulu, tepian mandi perempuan. Pada masa itu amat banyak orang mandi, baik di tepian perempuan, baik pun di tepian laki-laki. Mereka mandi sambil bersenda gurau. Ada yang berketimbung sambil tertawa gelak-gelak.

(Sengsara Membawa Nikmat karya Tulis Sutan Sati)

Kebiasaan:
– Mandi di sungai

Adat
Adat adalah aturan tidak tertulis yang berlaku secara turun-temurun di dalam masyarakat. Bila adat dilanggar, akan ada sanksi dari masyarakat.

Perhatikan teks di bawah ini.

“Masa kenduri itu kita duduk pada deretan yang di tengah. Kacak pada deret yang kedua. Engkau sendiri melihat ketika orang kampung meletakkan hidangan di hadapan kita. Bertimbun-timbun, hingga hampir sama tinggi dengan duduk kita. Ada yang meletakkan nasi, cukup dengan lauk-pauknya pada sebuah talam. Ada pula yang meletakkan penganan dan lain-lain sebagainya, menurut kesukaan orang yang hendak bersedekah. Tetapi kepada Kacak tidak seberapa, tak cukup sepertiga yang kepada kita itu.”

(Sengsara Membawa Nikmat karya Tulis Sutan Sati)

Adat:
– Kenduri. Upacara untuk menyatakan rasa syukur kapada Tuhan dengan menyantap hidangan bersama-sama.
.
Etika
Etika adalah adalah aturan tentang kesopanan, baik-buruk, dan benar-salah yang berlaku di masyarakat.
Bacalah teks di bawah ini.

Setelah selesai, Midun dan Maun pun bersalam dengan ayah-bunda masing-masing, yang ketika itu ada pula di sana menolong memuat barang itu ke dalam pedati. Mereka kedua minta izin, lalu bersiap akan berangkat. Ketika Midun bersalam minta maaf kepada ibunya, lama benar tangannya maka dilepaskan ibunya. Amat berat hati ibu itu melepas anaknya ke Bukittinggi.

(Sengsara Membawa Nikmat karya Tulis Sutan Sati)

Etika:
– Bersalaman dan meminta maaf kepada orangtua ketika hendak pergi jauh.

Poin Penting

Ketika mendata, pahami dengan benar definisi kebiasaan, adat, dan etika di dalam novel. Bila orang melanggar adat, akan ada sanksi baginya. Bila orang melanggar etika, ia akan disebut tidak tahu sopan-santun.

Mendata Kebiasaan, Adat, dan Etika yang Terdapat dalam Novel | lookadmin | 4.5