Close Klik 2x

Mendata Hal-Hal Khusus dalam Puisi

Advertisement

Mendata Hal-Hal Khusus dalam Puisi – Siswa mampu mendata hal-hal khusus dalam puisi yang dibaca.

Pernahkah kamu mendengar istilah antologi puisi saat kamu belajar puisi? Ya benar, antologi puisi adalah adalah kumpulan beberapa puisi yang dihimpun dalam satu kesatuan. Puisi-puisi itu ditulis oleh seorang atau beberapa penyair. Contohnya, antologi puisi Sapardi Djoko Damono yang berjudul Hujan Bulan Juni atau antologi puisi yang berjudul Ruang Jingga. Antologi tersebut berisi puisi yang ditulis oleh dua belas penyair.

Nah, sekarang kita beralih pada materi puisi. Sudah pahamkah kamu dengan puisi? Seperti apakah puisi? Puisi adalah sebuah karya sastra yang berisi pengungkap ekspresi jiwa, gagasan, keinginan, dan perasaan pengarangnya. Oleh karena itu¸ sebuah puisi ditulis dengan pilihan kata yang bisa mewakili perasaan dan ekspresi jiwanya. Bahasanya pun ringkas dan penuh imajinasi. Nah pada materi ini kamu akan mempelajari hal-hal khusus yang terdapat di dalam puisi.

Salah satu kekhususan yang terdapat dalam puisi adalah unsur-unsur yang terkandung di dalam puisi. Unsur-unsur yang terdapat di dalam puisi adalah sebagai berikut

1) Tema

Tema adalah gagasan pokok atau ide dasar. Di dalam puisi, inti yang dibicarakan dalam puisi itulah yang dinamakan tema. Coba kalian perhatikan puisi di bawah ini!

Menurut kamu apa tema puisi di atas? Ya benar, puisi tersebut bertema peringatan Tuhan kepada manusia. Manakah kata-kata yang menunjukkan bahwa puisi tersebut adalah bertema peringatan Tuhan? Ya benar, kalian hebat. Kata-kata yang menyiratkan tema tersebut adalah pada untaian kata “Tuhan telah menegurmu”. Tuhan telah menegur umatnya dengan berbagai cara, dengan kelaparan, suara azan, atau pun bencana, seperti gempa bumi dan banjir. Dalam bahasa manusia, teguran Tuhan diartikan sebagai peringatan.

2) Suasana
Suasana adalah keadaan batin atau perasaan serta pemikiran penyair yang dituangkan dalam syair-syair puisi. Keadaan batin, pikiran, atau perasaan penyair itu akan dirasakan bagi mereka yang membaca dan mendengar pembacaan puisi. Suasana yang ditimbulkan berupa gembira, sedih, terharu, dan marah. Untuk lebih menunjang pemahaman kamu, coba perhatikan contoh puisi di bawah ini!

Suasana apakah yang tergambar dari puisi di atas? Ya benar, suasananya sedih. Kata yang menunjukkan bahwa suasana puisi tersebut sedih adalah untaian kata “gerimis tangis insani, dan tersumpal luka yang tak kunjung tersembuhkan”.

3) Imaji/ Citraan
Citraan berhubungan dengan indra manusia. Artinya, penyair menciptakan ungkapan tertentu sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, meraba, merasa, mencium, dan mencecap seperti yang diagambarkan oleh penyair. Melalui citraan inilah, kalian dapat memahami makna kata yang terdapat di dalam puisi. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa lihat contoh puisi di bawah ini.

Pada baris pertama, yaitu “Kala mentari bersinar terang”! Alat indra apakah yang kamu gunakan untuk memahami baris puisi tersebut? Ya benar, alat indra yang digunakan adalah penglihatan karena kamu bisa mengetahui mentari bersinar terang dengan cara melihat sinar tersebut. Oleh karena itu, citraan yang digunakan adalah penglihatan.

4) Simbol (Lambang)
Penyair seringkali menggunakan simbol untuk mengungkapkan ekspresi dan menyampaikan tujuan yang dimaksud. Perhatikan penggalan puisi di bawah ini!

Melambangkan apakah kata api dalam penggalan puisi di atas? Kamu benar, kata api dalam penggalan puisi di atas melambangkan semangat juang.

5) Musikalitas Puisi (Nada/Bunyi)
Sebuah puisi tersusun dalam wujud irama dan rima. Irama terbentuk dari pengulangan bunyi, kata, frase, dan kalimat. Contohnya adalah sebagi berikut.

Rima merupakan persamaan bunyi. Persajakan atau rima berdasarkan bunyinya dibedakan tiga, yaitu sebagai berikut.

  • Asonansi adalah rima atau pengulangan bunyi vokal dalam deretan kata.
    Contoh:
    dalam pilu mengharu
    hatiku membeku sendu
  • Aliterasi adalah rima atau pengulangan bunyi konsonan dalam deretan kata.
    Contoh:
    Melati mewangi di taman hati
    Tawarkan tawa dan canda pada sunyi
  • Rima sempurna adalah persamaan atau pengulangan bunyi pada seluruh suku kata akhir; rima yang bunyi vokal dan konsonan yang mengikutinya sama.
    Contoh:
    Langit mendung
    Mewarnai jiwa yang murung

6) Gaya Bahasa
Bahasa adalah alat yang digunakan penyair untuk mengungkapkan perasaannya dalam bentuk puisi. Setiap penyair menggunakan gaya bahasa yang berbeda-beda. Perbedaan gaya bahasa penyair ini ditentukan oleh berbagai faktor, antara lain adalah perbedaan zaman, budaya tempat penyair tinggal atau dibesarkan, pengalaman hidup penyair, lingkungan sosial, dan lain-lain. Lihatlah perbedaan gaya bahasa antara dua puisi di bawah ini!

Dalam puisi di atas, jelas sekali terlihat jika Chairil Anwar menggunakan gaya bahasa yang penuh dengan semangat dan lugas. Sekarang, coba kamu perhatikan dan bandingkan dengan puisi Sapardi Djoko Damono berikut ini!

Puisi Sapardi yang ditulis tahun 1982 tersebut menggunakan bahasa yang cenderung lebih panjang dan romantis. Gaya puisinya pun lebih bercerita dengan suasana yang tenang.

7) Amanat
Setiap puisi memiliki amanat yang ingin disampaikan. Amanat adalah pesan dari penyair kepada pembaca atau pendengar. Amanat bisa disampaikan secara tersurat ataupun tersirat. Amanat yang disampaikan secara tersurat adalah amanat yang disampaikan secara eksplisit atau terurai dalam puisi tersebut, sedangkan amanat tersirat adalah amanat yang disampaikan secara terselubung dengan menggunakan simbol-simbol. Coba kamu perhatikan puisi di bawah ini!

Amanat apakah yang terkandung pada puisi di atas? Penyair ingin menyampaikan amanat bahwa kasih Tuhan demikian besar kepada manusia. Manusia hendaknya selalu mengingat-Nya dengan menjalankan salat lima waktu.

Poin Penting

  1. Antologi puisi adalah adalah beberapa puisi yang dihimpun dalam satu kesatuan, yang ditulis oleh seseorang atau beberapa orang penyair
  2. Puisi memiliki unsur-unsur yang membedakannya dari karya sastra lainya, yakni tema, suasana, imaji, citraan, simbol, musikalitas, gaya bahasa, dan amanat
Mendata Hal-Hal Khusus dalam Puisi | lookadmin | 4.5