Membedakan Fakta dan Opini

Membedakan Fakta dan Opini – Siswa mampu membedakan fakta dan opini dalam iklan di surat kabar

Setiap hari kita mendapatkan informasi dari banyak media, elektronik maupun cetak. Media elektronik berupa siaran TV atau radio. Media cetak, contohnya buletin, majalah, dan surat kabar. Perbedaannya, media cetak seperti majalah dan koran biasa kita dapatkan secara periodik. Beberapa media tersebut terbit secara berkala mulai dari mingguan hingga bulanan, sedangkan media elektronik, bisa kita nikmati setiap hari.

Surat kabar biasanya terdiri atas tajuk rencana, aneka berita, komik, cerpen, dan iklan. Sebagai salah satu alat berkomunikasi, iklan sangat menarik untuk kita ulas. Iklan adalah sarana komunikasi untuk menjual, menawarkan, atau memperkenalkan sesuatu pada khalayak umum. Intinya, informasi dapat pula disampaikan melalui media iklan.

Iklan pada media memiliki beberapa jenis. Mari simak beberapa jenis iklan yang sering muncul di koran dan majalah Indonesia pada umumnya.

1) Iklan Keluarga

Iklan keluarga biasanya bertujuan memberi informasi secara terbuka berkenaan dengan keluarga.

Contoh:

2) Iklan Niaga

Iklan niaga dibuat bertujuan untuk mempromosikan barang atau perusahaan ke khalayak umum guna meningkatkan pendapatan atau penjualan.

Contoh:

3) Iklan Baris

Iklan baris adalah berbagai penawaran jasa, penjualan, atau lowongan. Karakteristik iklan baris adalah menggunakan kata-kata seperlunya, singkat, dan menggunakan singkatan-singkatan yang sudah umum dimengerti khalayak luas. Contoh iklan penjualan mobil, rumah, dan kebutuhan pekerja.

Contoh:

4) Iklan Layanan Masyarakat

Iklan ini bertujuan menyampaikan informasi bermanfaat bagi masyarakat. Informasi berupa pesan-pesan sosial. Contohnya iklan layanan masyarakat tentang peringatan bahaya narkoba, ajakan menjaga lingkungan hidup, atau anjuran taat tata tertib lalulintas.

Contoh:

MEMBEDAKAN FAKTA DAN OPINI

Fakta dan opini dapat kita bedakan melalui ciri bahasa dan informasi yang dikandungnya. Perhatikan, yuk, beberapa ciri bahasa dan informasi pada fakta dan opini berikut ini.

Ciri Bahasa dan Informasi dalam Fakta

  1. Informasi berupa hal yang benar-benar terjadi.
    Contoh:
    Senin, 12 Januari terjadi kebakaran di Kompleks Mate.
  2. Informasi berupa keberadaan fisik secara terukur
    Contoh:
    Rumah dengan 3 kamar tidur dan 2 kamar mandi.
  3. Menggunakan bahasa yang objektif
    Contoh:
    Kecepatan mobil tersebut di jalan tol terukur 80 km/jam

Ciri Bahasa dan Informasi dalam Opini

  1. Informasi berupa pendapat seseorang.
    Contoh:
    Lahannya luas, enak untuk dijadikan lapangan bermain.
  2. Menggunakan bahasa yang subjektif dengan penggunaan kata kunci seharusnya, sebaiknya, atau kata sifat.
    Contoh:
    Seharusnya Anda tidak melewatkan seminar gratis ini.
  3. Informasi belum dapat dibuktikan.
    Contoh:
    Rasanya yang wah akan menyegarkan pikiran Anda.

Perhatikan Contoh

Perhatikan teks iklan berikut ini!

Dalam iklan di atas, terdapat fakta dan opini, yaitu sebagai berikut.

  1. Fakta
    “Tahun ini, angka kematian ibu melahikan 359 per 100 ribu kelahiran.”
    Penulisan angka dan tahun merupakan ciri-ciri fakta.
  2. Opini
    “Pretagin mengandung banyak gizi, mineral, dan vitamin. Pretagin sangat baik dikonsumsi ibu hamil.”
    Kedua kalimat tersebut adalah opini. Ciri-ciri opini terdapat pada informasi yang menunjukkan sebuah pendapat. Selain itu, kata banyak menunjukkan sesuatu yang tidak terukur sehingga tidak dapat dijadikan fakta. Penggunaan kata sifat sangat baik juga menunjukkan sebuah opini.

Poin Penting

Membedakan opini dan fakta bisa dilihat dari segi bahasa dan muatan informasi yang dikandungnya.

Membedakan Fakta dan Opini | lookadmin | 4.5