Close Klik 2x

Membandingkan Unsur Ekstrinsik Novel Indonesia dan Novel Terjemahan

Advertisement

Membandingkan Unsur Ekstrinsik Novel Indonesia dan Novel Terjemahan – Siswa mampu membandingkan unsur ekstrinsik novel Indonesia dan novel terjemahan.

Gambar di atas adalah kumpulan novel Harry Potter. Sebagian besar di antara kamu pasti pernah membaca novelnya atau bahkan menonton filmnya. Novel tersebut ditulis oleh novelis berkebangsaan Inggris, yaitu J.K. Rowling. Seluruh seri novel tersebut telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 35 bahasa di dunia, termasuk bahasa Indonesia. Novel Harry Potter adalah satu dari sekian banyak novel terjemahan yang diminati oleh banyak masyarakat Indonesia.

Apa novel terjemahan yang kamu sukai? Apa perbedaan novel terjemahan dengan novel Indonesia? Untuk dapat membandingkan novel Indonesia dengan novel terjemahan, khususnya dalam unsur ekstrinsiknya, simak pembahasan berikut ini!

Novel adalah salah satu karya sastra yang berbentuk prosa. Novel berisi kisah hidup tokoh-tokoh di dalamnya dengan segala konflik yang dialaminya. Novel memiliki isi yang lebih panjang daripada cerpen sehingga membaca novel tidak dapat dilakukan hanya dalam satu kali duduk. Selain itu, konflik yang dialami tokoh dalam novel lebih banyak dan rumit daripada cerpen sehingga konflik di dalamnya cenderung menyebabkan perubahan nasib tokoh-tokohnya.

Berdasarkan asal pengarang dan bahasa yang digunakan, novel dapat dibedakan menjadi novel asli suatu negara dan novel hasil terjemahan. Di Indonesia, dikenal novel Indonesia dan novel terjemahan. Novel Indonesia adalah novel yang dikarang oleh pengarang berkebangsaan Indonesia atau novel yang ditulis dalam bahasa Indonesia. Misalnya, novel Siti Nurbaya karya Marah Rusli atau Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata.

Ada pun novel terjemahan adalah novel yang ditulis dalam bahasa asing oleh pengarang berkebangsaan asing yang telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Novel terjemahan yang ada di Indonesia biasanya berasal dari bahasa Inggris, Arab, Jepang, Perancis, dan lain-lain. Novel terjemahan memungkinkan pembaca di Indonesia mengenali karya sastra yang berasal dari negara lain. Dengan demikian, pembaca dapat memahami kebudayaan negara lain sebagaimana tercermin di dalam novel tersebut.

Sebagai suatu karya sastra, novel (baik novel Indonesia maupun novel terjemahan) terdiri atas unsur-unsur yang membangun keseluruhan cerita. Unsur-unsur yang membangun cerita dari dalam novel itu sendiri disebut dengan unsur intrinsik, sedangkan unsur-unsur yang membangun cerita dari luar novel disebut dengan unsur ekstrinsik.

Unsur ekstrinsik novel terdiri atas beberapa aspek berikut ini.

1. Biografi Pengarang

Biografi pengarang adalah latar belakang hidup pengarang novel. Kehidupan pengarang akan berpengaruh pada novel yang dia tulis. Biografi pengarang mencakup daerah asal pengarang, kehidupan keluarga, agama, pandangan hidup, profesi, dan segala hal yang berkaitan dengan kehidupan pengarang.

2. Kondisi Masyarakat

Kondisi masyarakat adalah keadaan masyarakat setempat saat novel ditulis oleh pengarang. Kondisi masyarakat yang disebabkan banyak faktor, seperti kondisi sosial, budaya, politik, ekonomi, dan sebagainya, akan mempengaruhi cerita yang ditulis oleh seorang pengarang novel.

3. Nilai-Nilai dalam Cerita

Nilai-nilai cerita adalah nilai-nilai yang disisipkan pengarang novel dalam karya yang ditulisnya. Nilai-nilai cerita mencakup berbagai aspek, yaitu moral, sosial, budaya, agama, politik, ekonomi, seni, dan lain-lain.

Dengan memperhatikan unsur ekstrinsik tersebut, pembaca dapat mengetahui hal-hal di luar novel yang mempengaruhi isi cerita novel tersebut. Setiap novel memiliki unsur ekstrinsik yang berbeda-beda. Begitu pula dengan novel Indonesia dan novel terjemahan, keduanya akan dibangun oleh unsur ekstrinsik yang berbeda. Hal tersebut utamanya disebabkan perbedaan latar belakang geografis, sosial, dan budaya di satu negara dengan negara lain.

Dengan demikian, saat membaca novel Indonesia dan novel terjemahan, pembaca dapat membandingkan unsur ektrinsik di kedua novel tersebut. Membandingkan unsur ektrinsik kedua novel dapat dilakukan dengan memperhatikan langkah-langkah berikut.

  1. Membaca novel Indonesia dan novel terjemahan secara saksama;
  2. Memperhatikan biografi pengarang kedua novel dan mencatat hal-hal menarik yang berpengaruh terhadap isi cerita;
  3. Bila memungkinkan, mencari tahu kondisi masyarakat di daerah atau negara asal pengarang saat novel tersebut ditulis;
  4. Memperhatikan dan mencatat nilai-nilai yang disisipkan pengarang dalam novelnya yang meliputi nilai moral, sosial, budaya, agama, politik, dan sebagainya;
  5. Membandingkan persamaan dan perbedaan kedua novel yang dipengaruhi oleh unsur-unsur ekstrinsik tersebut.

Sebagai contoh, perhatikan kutipan novel Indonesia dan novel terjemahan berikut ini serta perbandingan unsur ekstrinsik keduanya!

Novel Indonesia

Novel Terjemahan

Perbandingan

Di atas merupakan kutipan novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, seorang novelis Indonesia dan novel To Kill A Mockingbird karya Harper Lee, seorang novelis berkebangsaan Amerika Serikat. Pada novel Laskar Pelangi terdapat tokoh Pak Harpan, seorang guru di sekolah Muhammadiyah. Di dalamnya juga terdapat penyebutan nama-nama seperti Zubair bin Awam, Rasulullah, K.H. Abdul Hamid, dan Ibrahim yang merupakan nama-nama yang identik dengan agama Islam.Selain itu diceritakan pula mengenai pendirian sekolah Muhammadiyah dan sekilas sejarah Rasulullah yang tiba di Madinah. Hal tersebut menunjukkan bahwa novel Laskar Pelangi kental dengan unsur-unsur keagamaan Islam sebagai unsur ektrinsiknya. Unsur tersebut mempengaruhi cerita dalam novel karena pengarangnya, Andrea Hirata, adalah seorang Muslim.

Berbeda dengan novel To Kill A Mockingbird yang ditulis Harper Lee. Di dalamnya terdapat nama-nama tokoh seperti Andrew Jackson dan Simon Fich yang tidak identik dengan agama mana pun, namun menunjukkan bahwa keduanya bukanlah nama-nama orang Indonesia. Di dalam novel tersebut diceritakan sejarah pertempuran Hastings yang terjadi di Inggris pada abad ke-17. Selain itu, di dalamnya juga disebutkan tokoh Simon Finch yang mendukung kaum Metodis. Kaum Metodis adalah salah satu kelompok gereja Kristen. Dengan demikian, sejarah Inggris dan agama Kristen menjadi unsur ekstrinsik yang muncul dalam novel tersebut.

Poin Penting

  1. Novel adalah karya sastra berbentuk prosa yang berisi kisah hidup tokoh-tokoh di dalamnya dengan segala konflik yang dialaminya;
  2. Novel Indonesia adalah novel yang dikarang oleh pengarang berkebangsaan Indonesia atau novel yang ditulis dalam bahasa Indonesia;
  3. Novel terjemahan adalah novel yang ditulis dalam bahasa asing oleh pengarang berkebangsaan asing yang telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia.
  4. Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang membangun keseluruhan cerita novel dari luar yang meliputi biografi pengarang, kondisi masyarakat, serta nilai-nilai cerita seperti moral, sosial, budaya, agama, politi, dan sebagainya.
Membandingkan Unsur Ekstrinsik Novel Indonesia dan Novel Terjemahan | lookadmin | 4.5