Close Klik 2x

Membandingkan Paragraf Deduktif dan Induktif

Advertisement

Membandingkan Paragraf Deduktif dan Induktif – Siswa mampu menemukan perbedaan paragraf induktif dan deduktif melalui kegiatan membaca intensif.

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia kalian pasti tidak lagi asing dengan istilah deduktif dan induktif, bukan? Deduktif dan induktif adalah dua dari lima jenis paragraf jika dilihat berdasarkan letak gagasan utama. Akan tetapi, sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai pengertian deduktif dan induktif, pembelajaran kali ini akan kita mulai dengan memahami definisi umum mengenai paragraf.

Definisi Paragraf

Paragraf adalah kumpulan kalimat yang membentuk satu-kesatuan informasi. Dengan kata lain, setiap kalimat yang membentuk paragraf harus saling terkait satu sama lainnya (koheren). Hal ini akan membuat satu paragraf hanya boleh memiliki satu permasalahan yang disampaikan. Permasalahan inilah yang kemudian kita sebut dengan gagasan utama dan kalimat yang mengandung gagasan utamanya kita sebut dengan istilah lain, yaitu kalimat utama.

Gagasan utama dalam setiap paragraf harus didukung oleh kalimat-kalimat yang berupa gagasan penjelas. Jumlahnya bisa satu atau lebih. Gagasan penjelas dapat dilihat dari sifatnya yang berupa rincian, contoh, atau alasan yang memperkuat kehadiran gagasan utama.

Posisi gagasan utama dalam paragraf dapat bermacam-macam. Ia dapat muncul di awal, tengah, akhir, ataupun tersebar di setiap kalimat dalam paragraf. Berdasarkan posisinya ini, paragraf dapat dibedakan menjadi lima macam: deduktif, induktif, campuran, naratif, dan deskriptif.

Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak di bagian awal paragraf. Menurut Gorys Keraf, yang disebut dengan awal ini tidak hanya berada pada kalimat pertama, tetapi juga dapat berada pada kalimat kedua atau di tengah paragraf (beberapa buku sekolah memberi istilah lain tentang paragraf yang gagasan utamanya terletak di tengah, yaitu ineratif). Inilah sebabnya banyak siswa yang terkecoh saat mencari gagasan utama karena hanya menganggap gagasan utama selalu muncul pada kalimat pertama. Perhatikan kedua contoh paragraf sederhana berikut!

Teks 1

Penyebaran virus HIV/AIDS semakin mengkhawatirkan. Jika dahulu yang terkena penyakit ini hanyalah orang-orang yang terkait langsung dengan gaya hidup bebas, kini ibu-ibu rumah tangga yang sebagian besar waktunya dihabiskan mengurus anak ternyata banyak juga yang terkena virus ini. Kemungkinan besar ini disebabkan oleh suami-suami mereka yang sering “jajan” di luar rumah.

Teks 2

Tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh. Banyak serikat buruh yang menggunakan tanggal ini sebagai ajang untuk menyuarakan aspirasi, misalnya, dengan cara berdemonstrasi menuntut kenaikan upah minimal dan jaminan kesehatan. Hal ini tentu saja sah dilakukan dalam sistem demokrasi. Akan tetapi, yang perlu dijadikan pertanyaan adalah apakah para buruh telah mengevaluasi diri dengan menumbuhkan jiwa produktivitas tinggi dan bukannya menumbuhan sifat konsumerialisme tinggi. Kesejahteraan dan kehidupan layak bukan berarti dibuktikan dengan mampu membeli barang-barang mewah yang sifatnya tersier. Ada saja sebagian buruh yang menuntut kenaikan upah hanya karena ingin dapat membeli barang-barang semacam itu.

Kedua paragraf di atas adalah contoh paragraf deduktif. Hanya saja, teks 1 memiliki gagasan utama di kalimat pertama, sedangkan teks 2 berisi gagasan utama di kalimat keempat.

Gagasan utama teks 1 dapat dengan mudah kita temukan karena memang yang dibahas/yang menjadi tujuan penulis adalah menginformasikan pembaca tentang mengkhawatirkannya penyebaran virus HIV. Hal ini diperkuat oleh pernyataan yang berupa alasan pada kalimat 2 dan 3. Kedua kalimat inilah yang disebut gagasan penjelas.

Akan tetapi, pada teks 2, gagasan utama tidak bisa langsung kita temukan. Kalimat pertama tentu saja tidak mengandung permasalahan utama sehingga tidak dapat dijadikan gagasan utama. Informasi penting yang ingin disampaikan penulis justru terletak pada kalimat 4.

Paragraf Induktif

Paragraf induktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak di kalimat akhir paragraf. Paragraf ini memiliki pola pengembangan khusus-umum. Dengan kata lain, paragraf dimulai dengan pernyataan yang bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum. Perhatikan contoh berikut!

Vaksin dibuat berdasarkan virus atau bakteri yang dilemahkan. Dalam sejarahnya, metode pemberian vaksin kepada tubuh manusia adalah hal yang terefektif untuk melawan dan memusnahkan penyakit infeksi. Akan tetapi, tidak semua pemberian vaksin dinyatakan efektif. Ada beberapa kasus yang justru membuktikan adanya efek samping vaksinasi. Tubuh anak haruslah sehat sebelum diberikan vaksin mengingat bahan utama vaksin adalah virus. Dengan demikian, sebagai orang tua, kita harus tetap berhati-hati saat ingin memberikan vaksin.

Teks di atas memberikan contoh kepada kita paragraf induktif dengan pola pengembangan sebab-akibat. Kalimat terakhir adalah bentuk akibat berdasarkan kalimat-kalimat sebelumnya yang menyatakan sebab. Selain itu, adanya saran yang diberikan penulis memberikan kita petunjuk yang jelas bahwa kalimat terakhir adalah gagasan utama paragraf tersebut.

Poin Penting

  1. Paragraf deduktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak di awal paragraf
  2. Paragraf induktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak di akhir.

Catatan: gagasan utama adalah permasalahan yang disampaikan oleh penulis. Bisa berupa tujuan penulisan.

Membandingkan Paragraf Deduktif dan Induktif | lookadmin | 4.5