Close Klik 2x

Membacakan Cerita dengan Teknik yang Baik dan Tepat

Advertisement

Membacakan Cerita dengan Teknik yang Baik dan Tepat – Siswa mampu membacakan cerita dengan teknik yang baik dan tepat.

Pada materi sebelumnya, kamu telah mempelajari aspek-aspek yang perlu dinilai saat menanggapi pembacaan novel. Pada materi kali ini, giliran kamu melakukan pembacaan novel di depan orang lain, bahkan khalayak ramai. Seperti saat menilai pembacaan novel yang dilakukan oleh orang lain, kamu pun harus mampu membacakan novel dengan teknik yang baik agar mendapatkan tanggapan yang baik pula.

Seperti apa teknik pembacaan novel yang baik? Ikuti pembahasan dan contoh materi berikut ini.

TEKNIK PEMBACAAN CERITA

Novel adalah salah satu karya sastra yang berbentuk prosa. Novel berisi kisah hidup tokoh-tokoh di dalamnya dengan segala konflik yang dialaminya. Novel memiliki isi yang lebih panjang daripada cerpen sehingga membaca novel tidak dapat dilakukan hanya dalam satu kali duduk. Selain itu, konflik yang dialami tokoh dalam novel lebih banyak daripada cerpen sehingga konflik di dalamnya cenderung menyebabkan perubahan nasib tokohnya.

Novel ditulis oleh seorang pengarang atau novelis untuk dinikmati para pembacanya. Selain itu, novel juga dapat diapresiasi dengan cara dibacakan di depan khalayak umum. Pembacaan novel biasanya dilakukan terhadap sebagian atau cuplikan isi novel. Tujuannya agar pendengar dapat menyimak isi novel yang dianggap menarik serta mengambil pesan yang disampaikan melalui novel yang dibacakan tersebut.

Agar pembacaan cerita dapat dilakukan dengan baik, langkah-langkah yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut.

  1. Baca dengan saksama kutipan novel sebelum dibacakan di depan umum;
  2. Pahami maksud isi kutipan novel yang akan dibacakan tersebut;
  3. Tandai kata, kelompok kata, atau kalimat tertentu yang perlu diberi penekanan khusus;
  4. Lakukan latihan pembacaan dengan memperhatikan teknik pembacaan cerita yang baik.

Ada pun teknik pembacaan cerita yang perlu diperhatikan, baik saat berlatih maupun saat pembacaan novel berlangsung, antara lain sebagai berikut.

  1. Intonasi, yaitu pengaturan tinggi rendahnya suara. Pembacaan cerita yang baik harus memerhatikan intonasi yang tepat, misalnya: intonasi rendah saat membacakan cerita sedih atau intonasi tinggi saat membacakan cerita yang bersemangat;
  2. Artikulasi atau pelafalan, yaitu kejelasan pengucapan setiap kata. Seorang pembaca cerita harus memperhatikan artikulasinya agar cerita dapat disimak dengan baik sehingga pesan di dalamnya dapat ditangkap oleh pendengar;
  3. Tempo, yaitu pengaturan cepat lambatnya suara saat membacakan cerita. Saat membacakan cerita, pembaca novel harus selalu memperhatikan kecepatannya dalam berbicara agar pendengar dapat menyimak pembacaan cerita dengan baik;
  4. Ekspresi, yaitu penghayatan isi cerita dengan menunjukkan mimik muka, bahasa tubuh, dan gerakan yang sesuai dengan isi cerita. Ekspresi yang tepat dan baik akan membuat pendengar seolah-olah mengalami langsung cerita yang dibacakan.

Perhatikan Contoh

Untuk lebih memahami teknik pembacaan cerita tersebut, simak baik-baik pembacaan novel berikut ini!

Cerita di atas mengisahkan seorang kakek tua yang sehari-harinya hidup sebagai garinatau penjaga surau. Kakek tersebut hidup dari sedekah dan pekerjaanya sebagai pengasah pisau yang mahir. Kakek itu bekerja penuh ketulusan karena imbalan dari pekerjaannya biasanya berupa sambal, rokok, kadang-kadang uang, atau hanya ucapan terima kasih dan sedikit senyum.

Pembacaan cerita di atas sudah memerhatikan teknik pembacaan cerita yang baik. Intonasi yang digunakan sudah sesuai dengan isi cerita. Artikulasinya jelas sehingga pengucapan setiap katanya dapat terdengar dengan jelas. Temponya pas, tidak terlalu lambat atau cepat. Namun, aspek ekspresi tidak dapat dinilai karena cerita tersebut hanya berupa audio sehingga mimik muka dan gerakan tubuh pembaca tidak terlihat.

Poin Penting

  1. Novel adalah karya sastra berbentuk prosa yang berisi kisah hidup tokoh-tokoh di dalamnya dengan segala konflik yang dialaminya;
  2. Pembacaan novel biasanya dilakukan terhadap sebagian atau cuplikan isi novel.
  3. Tujuan pembacaan novel adalah agar pendengar dapat menyimak isi novel yang dianggap menarik serta mengambil pesan yang disampaikan melalui novel yang dibacakan tersebut.
  4. Membacakan novel di hadapan khalayak perlu memperhatikan teknik pembacaan cerita yang meliputi intonasi, artikulasi, tempo, dan ekspresi.
Membacakan Cerita dengan Teknik yang Baik dan Tepat | lookadmin | 4.5