Memahami Fakta dan Opini

Advertisement

Memahami Fakta dan Opini – Siswa mampu memahami fakta dan opini.

Pernah mendengar istilah fakta dan opini? Kali ini, kita belajar membedakan fakta dan opini yang seringkali muncul bersama dalam sebuah teks. Setelah mempelajari materi ini, diharapkan kamu bisa membedakan antara fakta dan opini yang ada dalam sebuah teks.

FAKTA

Fakta berasal dari bahasa Inggris fact yang artinya ‘kenyataan’. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) fakta berarti hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Nah, jelas bukan? Fakta bersifat nyata dan tidak diragukan lagi kebenarannya.

Fakta memiliki beberapa ciri yang bisa kamu kenali. Dengan mengenali ciri-ciri fakta, kamu akan dapat menentukan fakta secara tepat. Apa saja ciri-ciri fakta? Coba kamu simak pemaparannya berikut ini!

1) Bisa dibuktikan
Fakta bisa dibuktikan kebenarannya. Misalnya, kamu baru saja membeli sebuah buku tulis. Buku tersebut kamu beli seharga Rp 5000. Apa buktinya? Buktinya adalah nota pembayaran dari kasir.

2) Terdapat penanda
Berbagai penanda juga menjadi ciri fakta. Penanda dapat diperinci sebagai berikut.

  • Nama,
  • Keterangan (waktu dan tempat),
  • Angka,
  • Ukuran (mm, cm, m, km, kg, dll).

3) Mampu menjawab pertanyaan apa, siapa, di mana, mengapa, dan kapan (5W)

4) Menggunakan istilah objektif, seperti: merupakan, adalah, dan ialah

OPINI

Sekarang, kita beralih ke opini. Dalam KBBI, opini berarti pendapat; pikiran; pendirian. Opini bersifat sangat subjektif, artinya bergantung pada pemahaman dan tanggapan pribadi setiap orang. Contohnya, kamu mengatakan kalau sambal sangat enak untuk lauk. Akan tetapi, temanmu mengatakan sambal tidak enak karena dia memang tidak suka sambal. Berbeda, kan?

Opini bisa dikatakan penilaian, anggapan, atau tanggapan terhadap fakta. Agar mudah mengidentifikasinya, mari simak beberapa ciri opini berikut ini!

  1. Ditandai dengan kata-kata anjuran ( yang menganjurkan)
    Contoh kata-kata anjuran yaitu: sebaiknya, semestinya, dan seharusnya.
  2. Ditandai dengan kata-kata sifat
    Kata sifat juga menjadi ciri opini. Contoh kata sifat yaitu baik, buruk, manis, banyak, sulit, mudah, dan senang.
  3. Berupa ide dan perencanaan
    Karena masih berupa ide dan perencanaan/konsep, umumnya ditandai dengan penggunaan kata-kata seperti bisa jadi, mungkin, diperkirakan, menurut, dan beberapa.
  4. Menjawab pertanyaan bagaimana (how/1H)

Perhatikan Contoh

Agar lebih jelas, coba kamu perhatikan dan bandingan dua contoh kalimat berikut!

(1) Tempe adalah makanan asli Indonesia.
(2) Tempe adalah makanan asli Indonesia yang sangat lezat.

Kalimat nomor (1) termasuk kalimat fakta karena tempe memang makanan yang berasal Indonesia. Kalimat nomor (2) termasuk kalimat opini karena menggunakan kata sifat sangat lezat. Kata sifat tersebut bersifat subjektif karena belum tentu semua orang menganggap tempe sangat lezat. Kata sifat sangat lezat merupakan anggapan pribadi.

Bagaimana? Mudah, kan, membedakan fakta dengan opini? Asal memahami ciri-cirinya dengan saksama, kamu akan mudah membedakan antara fakta dan opini dalam sebuah teks.

Poin Penting

  1. Fakta dan opini bisa muncul bersamaan dalam sebuah teks.
  2. Fakta bisa dibuktikan kebenarannya melalui berbagai penanda seperti nama, keterangan waktu dan tempat, angka, dan ukuran.
  3. Fakta mampu menjawab pertanyaan 5W seperti dalam unsur berita serta menggunakan istilah objektif.
  4. Opini ditandai dengan kata-kata anjuran dan kata sifat.
  5. Opini masih berupa ide dan perencanaan/konsep serta hanya menjawab pertanyaan 1H (how/bagaimana).
  6. Opini bersifat sangat subjektif (berdasarkan pandangan pribadi).
Advertisement
Memahami Fakta dan Opini | lookadmin | 4.5