Melakukan Wawancara dengan Baik

Melakukan Wawancara dengan Baik – Siswa mampu melakukan wawancara dengan baik.

Wawancara adalah proses komunikasi dua arah atau tanya jawab antara seorang penanya dan yang memberikan informasi atau penjelasan. Orang yang mengajukan pertanyaan dinamakan pewawancara, sedangkan yang menjelaskan jawaban disebut narasumber.

Wawancara biasanya dilakukan oleh seorang wartawan pada saat meliput berita. Informasi yang diberikan oleh narasumber bervariasi, bergantung topik yang ditanyakan oleh pewawancaranya. Misalnya topik ekonomi, politik, dan pendidikan. Wawancara juga bisa dilakukan ketika akan menulis laporan atau biografi seseorang (kisah tentang kehidupan seseorang).

Untuk melakukan wawancara, diperlukan berbagai persiapan. Persiapan yang dimaksud adalah sebagai berikut.

  1. Menentukan topik yang akan dibahas. Penentuan topik ini penting karena berkaitan dengan narasumber yang akan ditanya dan susunan daftar pertanyaan yang akan diajukan;
  2. Menentukan narasumber yang sesuai dengan topik. Hal ini dimaksudkan agar narasumber yang akan diwawancara adalah narasumber yang menguasai permasalahan atau mengetahui dengan pasti peritiwa yang akan diliput;
  3. Menghubungi narasumber untuk membuat janji pertemuan melakukan wawancara;
  4. Membuat daftar pertanyaan yang sesuai dengan topik yang telah ditentukan dengan menggunakan rumus sakti, yakni 5W + 1H (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, danbagimana);
  5. Menyiapkan daftar pertanyaan tambahan untuk lebih memperluas informasi;
  6. Menguasai topik yang akan diwawancarai agar kita memahami topik yang ditanyakan;
  7. Menyiapkan peralatan untuk melakukan wawancara, seperti kamera, recorder, dan sebagainya;
  8. Menyiapkan mental diri kita sendiri agar tidak grogi ketika menghadapi narasumber;
  9. Mengunakan pakaian dan penampilan yang sopan pada saat akan mewawancarai narasumber.

Wawancara memiliki banyak ragamnya. Hal itu bergantung pada media dan jumlah orang yang diwawancara. Jika dilihat dari medianya, wawancara dibagi menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut.

  1. Wawancara langsung atau bertemu dengan narasumber. Artinya, pewawancara berhadapan langsung dengan narasumber.
  2. Wawancara tidak langsung, yakni wawancara menggunakan media tertentu sebagai perantara. Misalnya melalui telepon atau video call.

Jika dilihat dari jumlah orang yang diwawancarai, wawancara dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

  1. Wawancara profil pribadi, yakni wawancara kepada seorang narasumber yang ahli di bidang tertentu atau sosok yang terkenal untuk dimintai pendapatnya tentang suatu hal.
  2. Wawancara kelompok, yakni wawancara kepada beberapa narasumber secara bersamaan untuk membicarakan suatu topik.

Pada saat wawancara, ada tiga tahapan yang dilakukan, yakni sebagai berikut.

  1. Tahapan Pendahuluan, yakni tahapan yang berisi perkenalan pewawancara kepada narasumber. Pewawancara menyebutkan nama dan nama perusahaan yang menugaskannya Di samping itu, pada tahapan ini, pewawancara juga menyebutkan tujuan wawancara. Bahkan pewawancara juga bisa menambahkan pertanyaan yang sifatnya menghangatkan suasana agar timbul keakraban antara narasumber dengan pewawancara, misalnya menanyakan hobi narasumber.
    Contoh:
    Pewawancara : Selamat Pagi, Ibu Nova. Saya dari Harian Kartini. Apa kabar, Bu?
    Narasumber : Kabar baik.
    Pewawancara : Wah, Ibu sedang menyalurkan hobi kelihatannya?
    Narasumber : Oh iya, berkebun adalah salah satu hobi saya.
  2. Tahapan inti, yakni proses saat wawancara atau tanya jawab. Pada tahapan ini pertanyaan langsung kepada permasalahan. Pewawancara harus menggali informasi sebanyak-banyaknya. Selain itu, ia juga harus mengajukan pertanyaan dan menyimak jawaban dari narasumber, pewawancara harus menyimaknya dengan baik agar narasumber tidak mengulang jawaban. Selain itu, jika narasumber menjawab di luar konteks pertanyaan, pewawancara wajib menggiring jawaban narasumber agar kembali ke konteksnya. Pada tahapan ini, hal yang patut diperhatikan oleh pewawancara adalah jangan sampai memotong pembicaraan narasumber. Selain itu, ajukanlah pertanyaan langsung pada temanya. Hal yang patut dicatat pula, sebagai seorang pewawancara harus bisa menepati janji yang telah dibuat oleh narasumber. Misalnya, jika narasumber meminta agar bagian tertentu dari informasinya tidak boleh dipublikasikan, pewawancara wajib menjaga kerahasiaannya.
    Contoh:
    Pewawancara : Menurut Bapak bagaimana dengan kasus korupsi yang marak di kalangan pejabat?
    Narasumber : Memang saat ini korupsi marak di kalangan pejabat. Ini cukup memprihatinkan. Hal ini menjadi preseden buruk dan cukup memalukan.
  3. Tahapan Penutup, yakni pewawancara menarik simpulan wawancara dan mengucapkan terima kasih atas informasi yang diberikan oleh narasumber. Dalam tahapan ini pewawancara harus mengetahui dengan pasti bahwa informasi yang dibutuhkannya sudah cukup.
    Contoh:
    Pewawancara: Simpulannya, Bapak setuju bahwa pelaku korupsi harus dihukum seberat-beratnya.

Poin Penting

  1. Wawancara adalah proses komunikasi dua arah atau tanya jawab antara seorang penanya dengan yang memberikan informasi atau penjelasan.
  2. Orang yang mengajukan pertanyaan dinamakan pewawancara, sedangkan orang yang menjelaskan jawaban disebut narasumber.
  3. Wawancara ada tiga tahapan yakni, tahap pendahuluan, tahap inti, dan tahap penutup.
  4. Wawancara memerlukan berbagai persiapan, yakni sebagai berikut.
  • Menentukan topik yang akan dibahas. Penentuan topik ini penting karena berkaitan dengan narasumber yang akan ditanya dan susunan daftar pertanyaan yang akan diajukan;
  • Menentukan narasumber yang sesuai dengan topik. Hal ini dimaksudkan agar narasumber yang akan diwawancara adalah narasumber yang menguasai permasalahan atau mengetahui dengan pasti peritiwa yang akan diliput;
  • Menghubungi narasumber untuk membuat janji pertemuan melakukan wawancara;
  • Membuat daftar pertanyaan yang sesuai dengan topik yang telah ditentukan dengan menggunakan rumus sakti, yakni 5W + 1H (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, danbagimana);
  • Menyiapkan daftar pertanyaan tambahan untuk lebih memperluas informasi;
  • Menguasai topik yang akan diwawancarai agar kita memahami topik yang ditanyakan;
  • Menyiapkan peralatan untuk melakukan wawancara, seperti kamera, recorder, dan sebagainya;
  • Menyiapkan mental diri kita sendiri agar tidak grogi ketika menghadapi narasumber;
  • Mengunakan pakaian dan penampilan yang sopan pada saat kamu mewawancarai narasumber.
Melakukan Wawancara dengan Baik | lookadmin | 4.5