Manusia Prasejarah di Asia, Afrika, dan Eropa

Manusia Prasejarah di Asia, Afrika, dan Eropa – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai keberadaan serta kehidupan manusia prasejarah di Asia, Afrika, dan Eropa.

MANUSIA PRASEJARAH DI ASIA, AFRIKA, DAN EROPA

Bukti-bukti peninggalan manusia prasejarah tidak hanya ditemukan di wilayah Indonesia. Bagaimanakah keberadaan serta kehidupan manusia prasejarah di Asia, Afrika, dan Eropa? Mari simak bahasan berikut.

1. MANUSIA PRASEJARAH DI ASIA

Bukti-bukti peninggalan manusia prasejarah tidak hanya ditemukan di wilayah Indonesia. Di negara lain juga ditemukan hal-hal serupa. Adanya kemiripan alat-alat kehidupan yang digunakan, menunjukkan bahwa mereka hidup pada masa yang sama. Selain itu, diperkirakan manusia masa prasejarah juga sudah melakukan persebaran. Dalam arti, mereka telah melakukan migrasi dari satu tempat ke tempat lainnya.

Salah satu kemungkinan yang dapat dijelaskan mengenai adanya manusia masa prasejarah di Pulau Jawa adalah, awalnya mereka berasal dari wilayah Asia Tenggara. Kemudian, menyebar dan tiba di wilayah Indonesia. Di saat kondisi bumi yang masil labil, dengan banyaknya pergeseran serta penurunan lapisan tanah, daratan Indonesia akhirnya terpisah dari daratan Asia. Dari hasil peninggalan manusia masa prasejarah, belum ditemukan adanya sisa-sisa pembuatan perahu. Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak melakukan suatu pelayaran untuk bermigrasi.

Penemuan fosil manusia masa prasejarah di Asia, antara lain, adalah Homo erectus pekinensis atau manusia Peking (disebut juga dengan nama Manusia Beijing atau Sinanthropus pekinensis). Fosil tersebut ditemukan oleh ahli purbakala, David Son Black dan Franz Waidenreich, pada tahun 1929-1980, di dalam gua Zhoukoudian (Choukoutien), dekat Beijing (Peking), Cina. Diduga manusia ini hidup pada 250.000-400.000 tahun yang lalu, tepatnya pada masa Pleistosen.

2. MANUSIA PRASEJARAH DI EROPA

Di benua Eropa, fosil manusia prasejarah ditemukan di Jerman, yakni pada 1856 oleh Rudolph Virchou. Tepatnya di Gua Neanderthal, dekat Dusseldorf, ditemukan fosil tempurung kepala dan beberapa tulang anggota tubuh. Penemuan tersebut dinamakan Homo neanderthalensis. Diperkirakan mahluk ini hidup pada pertengahan akhir Pleistosen, yakni 500.000 sampai 50.000 tahun yang lalu. Pada tahun 1868, ditemukan juga fosil Homo cro-magnon di gua Cro Magnon, dekat kota Lez Eyzies, Perancis. Ciri fisiknya mendekati manusia masa kini dan umurnya sekitar 40.000-25.000 tahun yang lalu.

3. MANUSIA PRASEJARAH DI AFRIKA

Ditemukan fosil Homo rhodesiensis di Gua Broken Hill, Rhodesia (sekarang Zimbabwe) pada tahun 1924 oleh Robert Brom. Kemudian, ditemukan pula fosil Australopithecus africanus di Taung dekat Vryburg, Afrika Selatan pada tahun 1924 oleh Raymond Dart.

Penemuan selanjutnya adalah di sebuah desa bernama Herto di wilayah Afar, bagian timur Ethiopia. Di lokasi tersebut ditemukan tiga buah fosil kerangka manusia dewasa dan seorang anak. Walaupun ditemukan pada tahun 1997, namun baru sekarang ini para ahli menyampaikan hasil penelitiannya kepada umum.

Selain itu, juga ditemukan fosil Homo habilis oleh Richard Leaky di Tanzania utara. Homo habilis adalah sebuah spesies dari genus Homo, yang hidup sekitar 2,5 juta sampai 1,8 juta tahun lalu. Homo habilis memiliki tubuh pendek dengan lengan yang lebih panjang dari manusia modern. Homo habilis diperkirakan telah mampu menggunakan peralatan primitif yang terbuat dari batu. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya peralatan-peralatan dari batu di sekitar fosil mereka.

RANGKUMAN

1) Bukti-bukti peninggalan manusia prasejarah tidak hanya ditemukan di wilayah Indonesia.
2) Di negara lain juga ditemukan hal-hal serupa. Adanya kemiripan alat-alat kehidupan yang digunakan, menunjukkan bahwa mereka hidup pada masa yang sama.

Manusia Prasejarah di Asia, Afrika, dan Eropa | lookadmin | 4.5