Maksud dan Tujuan Puisi

Maksud dan Tujuan Puisi – Siswa mampu mengungkapkan isi suatu puisi yang disampaikan secara langsung.

Seorang penyair tentu tidak serta-merta menulis puisi tanpa ada maksud dan tujuan tertentu. Kamu pun demikian, bukan? Misalnya kamu sedang bersedih karena seorang sahabatmu pindah sekolah ke daerah yang jauh. Kamu akan menulis puisi dengan maksud mengungkapkan kesedihanmu karena ditinggal pergi oleh sahabatmu. Nah, materi kali ini membahas maksud dan tujuan puisi.

Setiap penyair pasti mempunyai maksud dan tujuan tertentu ketika menciptakan puisi. Maksud dan tujuan itu seringkali tersirat (tersembunyi) di balik lambang-lambang dan bahasa kiasan yang digunakan penyair dalam puisinya.

Salah satu cara yang digunakan penyair agar pembaca mudah memahami puisinya adalah menampilkan citraan (imagery) atau gambaran angan-angan dalam puisinya. Melalui citraan, pembaca akan memperoleh gambaran yang jelas, suasana khusus, atau gambaran yang menghidupkan alam pikiran dan perasaan penyair.

Citraan berkaitan erat dengan fungsi pancaindra. Citraan dapat dibedakan menjadi beberapa bagian, yaitu sebagai berikut.

1. Citraan Bauan

Contoh:

Bau tubuhnya murni
Bagi bau rerumputan

2. Citraan Gerakan

Contoh:

Pohon-pohon cemara
Menyerbu kampung-kampung
Bulan tersebutnya
Menceburkan dirinya ke dalam kolam

3. Citraan Lihatan

Contoh:

Sepasang mata biji saga
Tajam tangannya lelancip gobang
Berebahan tubuh-tubuh lalang di lobang

4. Citraan Dengaran

Contoh:

Bersuara tiap kau melangkah
Mengerang tiap kau memandang

5. Citraan Cecapan

Contoh:

lidahku telang mengecap
kesat selera mau

6. Citraan Rabaan

Contoh:

kalau hanya berpegang pada nyanyi luka
tahun ini kau lalu tanya tanpa suatu nama
Teraba nadiku makin bernafsu sangat cemas
Dan pelahan mengutus datang hari-hari mati

(Sumber puisi: Buku Praktis Bahasa Indonesia 2, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2011)

Di samping itu, kamu juga bisa menginterpretasi (menafsirkan) puisi melalui bentuk fisik puisi. Struktur fisik puisi yang bisa kamu amati adalah sebagai berikut.

*1. Perwajahan puisi (tipografi) *

Bentuk puisi yang berbeda-beda seperti tepi kanan kiri, pengaturan baris, awal baris dengan huruf kapital dan yang tidak, hal-hal tersebut sangat memengaruhi pemaknaan terhadap puisi.

*2. Diksi (pilihan kata) *

Puisi adalah karya sastra yang berprinsip sedikit kata tetapi dapat mengungkapkan banyak hal. Karena itu kata-kata harus dipilih secermat mungkin karena berkaitan erat dengan makna.

3. Rima

Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Perhatikan contoh berikut.

Kaulah kandil gemerlap
Pelita jendela di malam gelap

(Padamu Jua karya Amir Hamzah)

4. Ritma/irama

Ritma adalah alunan naik turun, panjang pendek, atau keras lemah bunyi yang berulang-ulang atau beraturan sehingga membentuk keindahan.

Pagiku hilang / sudah melayang
Hari mudaku / sudah pergi
Kini petang / datang membayang
Batang usiaku / sudah tinggi

(Menyesal karya Ali Hasymi)

Selain dengan cara menganalisis unsur-unsur tersebut, kamu juga perlu untuk mengetahui hubungan intertekstualitas (puisi satu dengan puisi lain), serta hubungan puisi dengan dunia nyata. Hal itu akan semakin mempermudah kamu mengetahui maksud dan tujuan puisi.

Langkah-langkah yang perlu kamu tempuh untuk mengetahui maksud dan tujuan puisi antara lain sebagai berikut.

  1. bacalah puisi dengan suara dan irama yang tepat sehingga isinya kamu pahami dengan jelas,
  2. perhatikan majas, kata kiasan, dan lambang,
  3. usahakan (jika memungkinkan) untuk mengetahui waktu puisi itu diciptakan atau latar belakang apa yang membuat puisi itu diciptakan,
  4. ceritakan kembali (parafrasakan) puisi dengan kata-kata sendiri

Poin Penting

  1. Penyair menampilkan citraan (imagery) atau gambaran angan-angan dalam puisinya agar pembaca mudah memahami puisi yang diciptakannya.
  2. Citraan berkaitan erat dengan fungsi pancaindra. Citraan dapat dibedakan menjadi beberapa bagian yaitu: citraan bauan, citraan gerakan, citraan lihatan, citraan dengaran, citraan rabaan, dan citraan cecapan.
  3. Struktur fisik puisi yang bisa dianalisis meliputi perwajahan puisi (tipografi), diksi (pilihan kata), rima, ritma/irama.
Maksud dan Tujuan Puisi | lookadmin | 4.5