Latar Cerita Rakyat

Latar Cerita Rakyat – Unsur latar dapat dibedakan ke dalam tiga unsur pokok.
Ketiga unsur tersebut adalah sebagai berikut :

1. Latar tempat

Latar tempat merupakan tempat terjadinya peristiwa.

2. Latar waktu

  • Latar waktu merupakan waktu penceritaan.

3. Latar sosial dan budaya

Latar sosial dan budaya berkaitan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat dan kebiasaan/kebudayaan masyarakat.

Contoh :

Beribu-ribu tahun yang lalu, tanah Parahyangan dipimpin oleh seorang raja dan seorang ratu yang hanya mempunyai seorang putri. Putri itu bernama Dayang Sumbi. Dia sangat cantik dan cerdas, sayangnya dia sangat manja. Pada suatu hari saat sedang menenun di beranda istana, Dayang Sumbi merasa lemas dan pusing. Dia menjatuhkan pintalan benangnya ke lantai berkali-kali.

Saat pintalannya jatuh untuk kesekian kalinya Dayang Sumbi menjadi marah lalu bersumpah, dia akan menikahi siapapun yang mau mengambilkan pintalannya itu. Tepat setelah kata-kata sumpah itu diucapkan, datang seekor anjing sakti yang bernama Tumang dan menyerahkan pintalan itu ke tangan Dayang Sumbi. Maka mau tak mau, sesuai dengan sumpahnya, Dayang Sumbi harus menikahi Anjing tersebut.

Dayang Sumbi dan Tumang hidup berbahagia hingga mereka dikaruniai seorang anak yang berupa anak manusia tapi memiliki kekuatan sakti seperti ayahnya. Anak ini diberi nama Sangkuriang. Dalam masa pertumbuhannya, Sangkuring selalu ditemani bermain oleh seekor anjing yang bernama Tumang yang dia ketahui hanya sebagai anjing yang setia, bukan sebagai ayahnya. Sangkuriang tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah perkasa.

Pada suatu hari Dayang Sumbi menyuruh anaknya pergi bersama anjingnya untuk berburu rusa untuk keperluan suatu pesta. Setelah beberapa lama mencari tanpa hasil, Sangkuriang merasa putus asa, tapi dia tidak ingin mengecewakan ibunya. Maka dengan sangat terpaksa dia mengambil sebatang panah dan mengarahkannya pada Tumang. Setibanya di rumah dia menyerahkan daging Tumang pada ibunya. Dayang Sumbi yang mengira daging itu adalah daging rusa, merasa gembira atas keberhasilan anaknya.
Segera setelah pesta usai Dayang Sumbi teringat pada Tumang dan bertanya pada pada anaknya dimana Tumang berada. Pada mulanya Sangkuriang merasa takut, tapi akhirnya dia mengatakan apa yang telah terjadi pada ibunya. Dayang Sumbi menjadi sangat murka, dalam kemarahannya dia memukul Sangkuriang hingga pingsan tepat di keningnya. Atas perbuatannya itu Dayang Sumbi diusir keluar dari kerajaan oleh ayahnya. Untungnya Sangkuriang sadar kembali tapi pukulan ibunya meninggalkan bekas luka yang sangat lebar di keningnya. Setelah dewasa, Sangkuriang pun pergi mengembara untuk mengetahui keadaan dunia luar.

sumber : http://legendakita.wordpress.com/2007/10/08/asal-usul-gunung-tangkuban-perahu/

  • Latar tempat peristiwa tersebut adalah tanah parahyangan, istana, beranda istana.
  • Latar waktu dalam cerita rakyat ini tidak ada karena tidak menunjukkan waktu.
  • Latar sosial dan budaya yang ada dalam cerita rakyat tersebut adalah kehidupan istana yang ditandai dengan berpesta, berburu, dan menenun. Berpesta, berburu, dan menenun merupakan kegiatan yang sering digunakan sabagai penunjuk stastus sosial seseorang pada zaman dahulu. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan kerajaan.
Latar Cerita Rakyat | lookadmin | 4.5