Lapisan-Lapisan Atmosfer

Advertisement

Lapisan-Lapisan Atmosfer – Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang struktur lapisan bumi. Bumi disusun oleh tiga hal, yaitu litosfer, hidrosfer, dan atmosfer. Kalian telah belajar litosfer, proses-proses yang terjadi pada litosfer dan pengaruhnya pada litosfer. Sementara hidrosfer merupakan unsur air yang membentuk bumi. Dalam topik ini, kalian akan belajar tentang atmosfer, proses-proses yang terjadi di atmosfer yang berkaitan dengan perubahan zat dan kalor serta pengaruhnya pada bumi.

A. Mengenal Atmosfer

Atmosfer adalah lapisan udara yang mengelilingi bumi. Gas penyusun atmosfer adalah nitrogen (78%), oksigen (21%), dan gas lainya (1%) termasuk ozon(O₃), helium, dan hidrogen. Atmosfer melindungi penduduk bumi dari benda-benda angkasa, menjaga suhu permukaan bumi, dan sebagai tempat pengaturan cuaca.

Lapisan-Lapisan Atmosfer

1. Troposfer
Ketinggiannya 0 – 10 km. Hampir 80% gas di atmosfer berada di daerah ini. Pada lapisan ini terajdi gejala cuaca, seperti suhu, tekanan udara, dan angin.
2. Stratosfer
Ketinggianya 10 km – 50 km. Di bagian atasnya terdapat ozon yang mempunyai daya serap yang kuat terhadap sinar ultraviolet matahari.
3. Mesosfer
Ketinggianya 50 – 100 km. Lapisan ini berfungsi melindungi bumi dari meteor dengan cara membakar meteor yang memasuki atmosfer bumi.
4. Thermosfer
Ketinggiannya 80 km – 480 km. Pada lapisan ini terdapat ionosfer, yaitu berada pada ketinggian 80 km – 360 km. Pada ionosfer, oksigen dan nitrogen banyak melepaskan elektron. Lapisan ini mampu memantulkan gelombang suara dan cahaya dari bumi sehingga digunakan untuk memantulkan gelombang radio.
5. Eksosfer
Ketinggiannya di atas 450 km. Pada lapisan ini tidak ada tekanan udara. Akibatnya molekul-molekul gas pada lapisan ini dapat meninggalkan atmosfer menuju angkasa luar.

B. Pemanasan Bumi oleh Matahari

Sinar matahari yang sampai ke bumi dibagi menjadi tiga, yaitu:
1. 36% dipantulkan kembali ke angkasa;
2. 19% diserap oleh atmosfer; dan
3. 45% sampai di permukaan bumi.
Banyaknya panas yang diserap oleh bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
1. bentuk muka bumi, bagian yang gelap menyerap lebih besar daripada yang terang;
2. kemiringan sinar matahari;
3. lama penyinaran; dan
4. keadaan awan.

C. Cuaca

Cuaca adalah keadaan lapisan udara (troposfer) di suatu tempat pada saat tertentu dan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Cuaca rata-rata di suatu daerah disebut iklim. Unsur cuaca adalah suhu udara, tekanan udara, kelembapan udara, arah dan kecepatan angin, awan, dan curah hujan.

D. Pemanasan Global

Pemanasan global merupakan gejala kenaikan suhu di muka bumi akibat kenaikan jumlah karbon dioksida di udara yang terlalu banyak sehingga panas yang dipancarkan bumi terpantul kembali pada bumi. Gejala ini menyebabkan suhu udara di atmosfer sangat panas yang disebut efek rumah kaca. Penyebab terjadinya efek rumah kaca adalah sebagai berikut.
1. Adanya gas CO₂ dan NO₂ yang bersumber dari gas buang kendaraan dan pabrik
2. Menipisnya lapisan ozon (O₃) di atmosfer

Untuk mencegah makin buruknya efek rumah kaca, kita dapat melakukan hal-hal sebagai berikut.
1. Penghentian penggunaan CFC
2. Pengurangan pemakaian bahan bakar minyak bumi dan batu bara
3. Penggunaan filter penyaring gas CO₂ oleh pabrik
4. Pemanfaatan penggunaan energi matahari
5. Peningkatan penggunaan gas alam pengganti minyak bumi
6. Pengurangan penebangan hutan

E. Hujan Asam

Hujan asam adalah air hujan yang bersifat asam karena membawa zat-zat yang bersifat asam. Hujan asam banyak terjadi karena pembakaran bahan bakar minyak sisa fosil oleh pabrik-pabrik, yang menghasilkan gas SO₂, atau gas SO₃ dan bereaksi dengan air menjadi asam sulfat.

Advertisement
Lapisan-Lapisan Atmosfer | lookadmin | 4.5