Langkah – Langkah Penulisan Teks Cerita Pendek

Langkah – Langkah Penulisan Teks Cerita Pendek – Pada pelajaran sebelumnya sudah dibahas materi perbandingan struktur isi dan ciri bahasa dua teks cerpen. Selanjutnya, dalam topik ini kita akan mempelajari langkah-langkah penulisan teks cerita pendek. Untuk itu, kita harus mengenal terlebih dahulu ciri-ciri teks cerpen.

*Ciri-ciri teks cerpen adalah sebagai berikut. *
1. Ditulis dalam bentuk singkat, padat, dan lebih pendek daripada novel, kira-kira kuran dari 10.000 kata.
2. Bertema tentang cerita kehidupan sehari-hari.
3. Hanya mengangkat satu peristiwa, bukan pelukisan seluruh kisah hidup tokoh.
4. Dapat selesai dibaca dalam waktu relatif singkat.
5. Menggunakan diksi umum yang dikenal masyarakat dan ekonomis.
6. memberi kesan mendalam pada pembaca.
7. Menceritakan peristiwa tanpa ada perubahan nasib.
8. penokohan tidak mendalam dan singkat
9. Memiliki alur lurus dan tunggal.

Selain karakteristik cerpen diatas, memproduksi cerpen pun membutuhkan wawasan akan syarat-syarat paragraf. Adapun syarat-syarat sebuah paragraf adalah sebagai berikut.
1) Kesatuan: suatu paragraf harus memiliki satu pikiran utama. Tidak boleh ada kalimat sumbang atau kalimat yang tidak menjelaskan pikiran utama.
2) Kepaduan: suatu paragraf harus mengandung kalimat-kalimat yang memiliki hubungan timbal-balik atau padu satu dengan yang lainnya, baik secara bentuk (kohesi) maupun isi (koherensi). Kepaduan kohesi, misalnya, penggunaan kata hubung dan kata ganti yang tepat dalam suatu paragraf. Kepaduan koherensi, misalnya, isi atau masalah yang diceritakan dalam kalimat yang satu sama dengan isi atau masalah kalimat sebelum atau sesudahnya.

Setelah memahami syarat-syarat di atas, kita dapat melakukan langkah berikutnya, yakni memproduksi teks cerpen. Namun, sebelum kita memproduksi teks cerpen, langkah lainnya yang penting adalah membuat kerangka teks cerpen yang terdiri atas tema, konflik, penokohan, dan latar.

Perhatikan!

Perhatikan kerangka teks cerpen berikut!
– Tema : seorang pelukis yang menolak lukisannya dibeli.
– Konflik : pembeli lukisan berharap pelukis melepas lukisannya,
sedangkan pelukis tetap tidak mau melepas lukisannya karena

sarat dengan kenangan keluarga.
– Penokohan : – pelukis adalah tokoh utama yang bersikukuh tidak mau
melepas lukisannya.
– pembeli lukisan adalah tokoh tambahan yang bersikeras ingin

membeli lukisan si pelukis.

– Latar : sebuah rumah dekat warung.

Mari memproduksi cerpen!

Kerangka di atas jika dikembangkan menjadi sebuah cerpen yang singkat adalah sebagai berikut.

“Kamu mau membeli lukisanku?” tanya Sekar sinis, seperti tak memerlukan kehadiranku.
“Tampaknya kau begitu yakin, aku akan melepaskan lukisan itu.”
“Aku masih berharap kau mau melepas lukisan itu.”
“Tak akan kulepas, kecuali aku mati.”
Tertawa, memandangi Sekar yang lunglai. Kutawarkan kepadanya untuk makan di sebuah restoran. Dia menolak. Kutawarkan padanya untuk berjalan-jalan. Dia menggeleng.
“Lukisan itu terlalu pribadi. Takkan dijual. Berkisah tentang keluargaku sendiri,” kata Sekar. “Seumur hidup aku hanya menemukan Eyang Putri, ibu, diriku, dan seorang adik perempuan. Tanpa seorang lelaki di rumahku.”

(Dikutip dari cerpen “Empat Perempuan dalam Perut Babi” karya S. Prasetyo Utomo)

Poin penting!

Memproduksi teks cerpen membutuhkan tiga hal: (1) pengetahuan karakteristik cerpen; (2) pengetahuan syarat-syarat paragraf, terutama koherensi paragraf, (3) kerangka teks cerpen yang terdiri atas tema, konflik, penokohan, dan latar.

Langkah – Langkah Penulisan Teks Cerita Pendek | lookadmin | 4.5