Langkah-Langkah Konversi Teks Pantun Menjadi Teks Dialog

Langkah-Langkah Konversi Teks Pantun Menjadi Teks Dialog – Kita sudah memahami langkah-langkah mengevaluasi teks pantun. Hal itu penting untuk memudahkan kita dalam mengonversi teks pantun ke dalam bentuk lain.

Teks pantun dan teks dialog adalah dua bentuk teks yang berbeda. Akan tetapi, jika kita pernah melihat acara berbalas pantun dalam kegiatan besar budaya adat setempat, tentu kita bisa lebih mudah mempelajarinya. Kita tinggal melengkapi ikhtisar teks pantun tersebut dengan elemen dasar sebuah teks dialog.

Elemen dasar sebuah teks dialog terdiri atas tiga unsur, yaitu tokoh, wawacang, dan kramagung.

a. Tokoh adalah pelaku yang mempunyai peran yang lebih, dibandingkan dengan pelaku-pelaku lain, sifatnya protagonis atau antagonis.
b. Wawacang adalah dialog atau percakapan yang harus diucapkan oleh tokoh cerita.
c. Kramagung adalah petunjuk perilaku, tindakan, atau perbuatan yang harus dilakukan oleh tokoh. Dalam naskah-naskah drama, kramagung dituliskan dalam tanda kurung (biasanya dicetak miring).

Mari praktik mengonversi

Dari pemaparan di atas, langkah-langkah mengonversi teks pantun menjadi teks dialog dapat diuraikan sebagai berikut.
(1) Membaca pantun dan menganalisis maksudnya

Contoh:
Kemumu di dalam semak
Jatuh melayang seleranya
Meski ilmu setinggi tegak
Tidak sembahyang apa gunanya
Maksud dari pantun tersebut adalah apalah gunanya sebuah ilmu dan teori, jika tidak dibarengi dengan beribadah dan praktik sesungguhnya.

(2) Tentukan tokoh yang akan dijadikan pelaku dalam teks dialog

Contoh:
Tokoh 1 adalah anggota dewan
Tokoh 2 adalah guru agama
Tokoh 3 adalah makmum/rakyat

(3) Buatlah dialog beserta kramagungnya berdasarkan ilustrasi maksud pantunnya.

Suatu hari, ada seorang anggota dewan yang sangat pintar diminta menjadi imam shalat dzuhur.
Makmum : Kami mohon bapak sudi menjadi imam shalat kami.
Anggota Dewan : Baiklah. Soal itu sungguh mudah bagi saya.
(mereka pun shalat berjamaah, hingga setelah takbiratul ihram, sang anggota DPR melafalkan surat alfatihah)
Makmum : Loh bukannya shalat dzuhur tidak boleh dikencangkan lafalnya?
(akhirnya shalat mereka pun dibatalkan, hingga guru agama yang hadir pun bicara)
Guru Agama : Begitulah ilmu, meskipun ilmu dan kedudukan manusia tinggi, tapi kalau tidak pernah dipraktikan akan percuma. Bahkan jadi salah kaprah.

Poin Penting

• Selain dialog, struktur dasar sebuah drama adalah prolog dan epilog.
• Bagian pantun yang dapat dijadikan drama adalah bagian isi.

Langkah-Langkah Konversi Teks Pantun Menjadi Teks Dialog | lookadmin | 4.5