Close Klik 2x

Konservasi Flora dan Fauna

Advertisement

Konservasi Flora dan Fauna – Untuk menjaga kelestarian flora dan fauna, maka ada upaya konservasi atau pun perlindungan terhadap sumber daya alam hayati yang bisa dilakukan, baik in-situ maupun ex-situ. Konservasi in-situ berupa perlindungan terhadap spesies tertentu sesuai habitat alaminya, misalnya badak di wilayah Taman Nasional Ujung Kulon.

Sedangkan konservasi ex-situ adalah perlindungan spesies tertentu di luar habitat aslinya, misalnya Kebun Raya Bogor dan Kebun Binatang Ragunan.

Pemerintah telah menetapkan kawasan-kawasan konservasi dalam UU No.41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan Peraturan Pemerintah No.34 Tahun 2002 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan. Pemanfaatan hutan dan penggunaan kawasan hutan, secara garis besar, dibagi atas.

1. Kawasan Cagar Alam ialah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan dan satwa. Atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.

2. Suaka Margasatwa ialah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman atau keunikan jenis satwa dimana untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.

3. Taman Hutan Raya ialah kawasan pelestarian untuk tujuan koleksi tumbuhan dan hewan yang alami atau buatan, jenis asli atau bukan jenis asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

4. Taman Wisata Alam ialah kawasan pelestarian alam dengan tujuan utama untuk dimanfaatkan bagi kepentingan pariwisata dan rekreasi alam.

5. Taman Nasional ialah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan zonasi yang dimanfaatkan untuk keperluan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi.

Taman Nasional di Indonesia tersebar di pulau Sumatera, pulau Jawa, pulau Bali dan kepulauan Nusa Tenggara, pulau Kalimantan, pulau Sulawesi, serta pulau Papua dan Maluku. Taman Nasional merupakan kawasan konservasi yang paling luas, Beberapa Taman Nasional di Indonesia, yakni:

a) Taman Nasional Gunung Leuser berada di NAD, luas mencapai 1.064.692 ha,

b) Taman Nasional Kerinci Seblat berada di perbatasan empat provinsi yaitu Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan dan Bengkulu, luas mencapai 1.375.394,87 ha,

c) Taman Nasional Way Kambas, berada di Provinsi Lampung, merupakan ekosistem gajah dan badak, luas mencapai 125.621,30 ha,

d) Taman Nasional Ujung Kulon, berada di Provinsi Banten, merupakan habitat asli badak bercula satu yang keberadaannya semakin sedikit, luas mencapai 123.156 ha,

e) Taman Nasional Bulungan, Kalimantan Timur. Luas mencapai 1.360.500 ha,

f) Taman Nasional Lorentz, Papua, merupakan Taman Nasional terluas mencapai 2.450.000 ha.

Selain Taman Nasional yang berupa ekosistem hutan, juga terdapat Taman Nasional Laut, di antaranya adalah sebagai berikut:

a) Taman Nasional Laut Bunaken terletak di perairan Sulawesi Utara, luasnya mencapai 89.065 ha,

b) Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, luas mencapai 107.489 ha,

c) Taman Nasional Laut Taka Bone Rate, Sulawesi Selatan, luas mencapai 530.765 ha,

d) Taman Nasional Laut Cendrawasih, Papua, merupakan yang terluas mencapai 1.453.500 ha.

Itulah artikel Konservasi Flora dan Fauna. Semoga dapat bermanfaat bagi Anda, baca juga artikel terkait lainnya.

Konservasi Flora dan Fauna | lookadmin | 4.5