Konsep Getaran Benda

Konsep Getaran Benda – Dalam topik ini kalian akan belajar tentang getaran. Ketika kalian bicara, cobalah sentuh tenggorokan kalian, apa yang kalian rasakan? Tangan kalian akan merasakan ada yang bergetar di tenggorokan bukan? Ketika senar gitar dipetik, maka senar juga bergetar. Dua contoh benda bergetar tersebut akan menimbulkan bunyi. Sebelum kita bicara tentang bunyi, terlebih dahulu kita bahas tentang getaran. Getaran terjadi jika sebuah benda diberi gangguan.

Munculnya getaran dapat terlihat secara kasat mata dan ada pula yang tidak terlihat. Hal tersebut dipengaruhi oleh besar kecilnya amplitudo dan frekuensi. Misalnya ketika meja dipukul, maka meja bergetar menyebabkan munculnya bunyi, tetapi kita tidak bisa melihat getarannya. Apa itu getaran? Dan Apa itu amplitudo dan frekuensi? Mari kita bahas.

Pengertian Getaran
Getaran merupakan gerak bolak balik benda secara teratur melalui titik kesetimbangannya.
Contoh getaran adalah bandul berayun, mistar yang bergerak bolak balik, pegas yang diberi beban lalu ditarik ke bawah akan bergerak naik-turun. Berikut ini merupakan gambar bandul yang sedang diayunkan.

Bandul adalah benda berbentuk bulat yang digantung dengan benang. Mula-mula bandul dalam kondisi diam di B atau disebut posisi kesetimbangan. Jika ditarik ke titik A, lalu dilepaskan, maka bandul akan bergerak bolak-balik dari titik A ke B, lalu ke C, ke B dan kembali ke A.

Posisi bandul dari A dan kembali ke A disebut satu getaran, sedangkan posisi bandul dari C ke B disebut amplitudo atau simpangan maksimal. Banyaknya waktu yang dibutuhkan bandul untuk mencapai satu getaran penuh disebut Periode dengan simbol T dan satuan sekon, sedangkan banyaknya getaran yang terjadi dalam satu detik disebut frekuensi simbolnya f satuan Hertz atau disingkat Hz.
Getaran pada pegas
Berikut ini merupakan contoh pegas yang ditarik ke bawah.

Mula-mula pegas berada pada posisi kesetimbangannya B setelah diberi beban, lalu ditarik ke posisi A dan dilepaskan, maka pegas akan bergerak turun-naik dari posisi A ke B lalu ke C terus ke B dan kembali ke posisi A, begitu seterusnya. Gerakan pegas dari posisi A dan kembali ke A lagi disebut satu getaran, sedangkan gerakan pegas dari posisi B ke C dinamakan amplitudo.

Menentukan Banyaknya Getaran
Sebuah benda yang bergetar dengan frekuensi 6 Hz bermakna benda bergetar sebanyak 6 getaran dalam 1 sekon.
Jadi, untuk mencari berapa getaran dalam 2 sekon adalah 6 x 2 = 12 getaran, untuk 3 sekon sama dengan 6 x 3 = 18 getaran, untuk t sekon = 6 x t getaran. Jika jumlah getaran kita sebut nmaka n = f x t.
Dengan:
t = waktu;
n = jumlah getaran; dan
f = frekuensi.

Contoh soal

Sebuah benda bergetar 10 kali dalam 2 detik. Berapa getaran yang terjadi dalam 5 detik?
Penyelesaian
f = 10 getaran : 2 detik = 5 Hz
n = f x t = 5 Hz x 5 detik = 25 getaran.

Konsep Getaran Benda | lookadmin | 4.5