Konjungtor Antar kalimat

Konjungtor Antar kalimat – Konjungtor antarkalimat berfugsi menghubungkan kalimat satu dengan kalimat yang lain. Konjungtor antarkalimat ditulis untuk mengawali sebuah kalimat yang baru dan diikuti oleh tanda koma. Subjek dalam dua kaliamat yang dirangkai tetap ditulis/tidak boleh dihilangkan.

Macam-macam konjungtor antarkalimat.

  1. Menyatakan pertentangan dengan yang dinyatakan pada kalimat sebelumnya > biarpun demikian/begitu > sekalipun demikian/begitu > walaupun demikian/begitu > meskipun demikian/begitu >sungguhpun demikian/begitu > (akan) tetapi > namun

Contoh:
Saya tidak sependapat denganmu. Walaupun demikian, saya tetap menghormatimu.
Hasil Ujian Nasional Wati kurang membanggakan. Meskipun demikian, Wati tetap melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi.
Hujan mulai reda. Akan tetapi, angin masih bertiup kencang.
Prestasinya tidak diragukan lagi. Namun, tingkahlakunya kurang sopan.

  1. Menyatakan kelanjutan dari peristiwa atau keadaan pada kalimat sebelumnya > Kemudian > Sesudah itu > Setelah itu > Selanjutnya

Contoh:
Saya membaca buku. Kemudian, saya meringkasnya.
Anak itu makan dengan lahabnya. Setelah itu, dia pergi begitu saja.
Kegiatan hari ini sudah selesai. Selanjutnya, kegaiatan ditutup dengan berdoa bersama.
Acara bendera hari Senin berlangsung secara tertib. Sesudah itu, pengumuman kejuaraan lomba antarkelas.

  1. Menyatakan adanya hal atau peristiwa atau keadaan lain di luar dari yang dinyatakan sebelumnya. > Tambahan pula > Lagi pula > Selain itu

Contoh:
Dia terlihat pucat. Selain itu, tubuhnya gemetaran.
Dia anak berprestai. Lagi pula, dia anak orang kaya.
Wajahnya cantik. Tambahan pula, berat badan yang ideal sehingga dia lolos seleksi putri Indonesia.

  1. Mengacu kebalikan dari kalimat yang dinyatakan sebelumnya > Sebaliknya

Contoh:
Anak itu tidak mendengarkan nasihat ibunya. Sebaliknya, dia malah mencaci maki ibunya.

  1. Menyatakan keadaan yang sebenarnya > Sesungguhnya > Bahwasannya

Contoh:
Mereka bertengkar memperebutkan kedudukan. Sesungguhnya, mereka adalah kakak adik.

  1. Menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya > Malahan > Bahkan

Contoh:
Dia diterima di PTN yang diidam-idamkan. Bahkan, dia mendapat beasiswa penuh selama masa kuliah.

  1. Menyatakan keekslusifan > Kecuali itu

Contoh:
Tugasnya tidak diselesaikan dengan tepat waktu. Kecuali itu, dia mendapat hukuman karena sikapnya yang arogan.

  1. Menyatakan konsekuensi > Dengan demikian

Contoh:
Dia mendapatkan nilai sempurna pada mata pelajaran Matematika. Dengan demikian, dia akan mendapatkan penghargaan pada saat wisuda kelulusan.

  1. Menyatakan akibat > Oleh karena/oleh sebab itu

Contoh:
Gotong royong merupakan inti dari nilai pancasila. Oleh karena itu, berpartisipasilah dalam kegiatan gotong royong.

  1. Menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya > Sebelum itu

Contoh:
Para siswa menghadapi Ujian Nasional hari ini. Sebelum itu, mereka mengadakan doa bersama agar diberi kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan soal Ujian Nasional.

Daftar Pustaka
Alwi, Hasan dkk. 1999. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Konjungtor Antar kalimat | lookadmin | 4.5