Close Klik 2x

Kolonialisme dan Kapitalisme

Advertisement

Kolonialisme dan Kapitalisme – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai kapitalisme dan kolonialisme masa lalu di Indonesia.

KAPITALISME DAN KOLONIALISME

Sebagai ideologi, kapitalisme mendorong terjadinya kolonialisme. Di era silam, keunggulan suatu negara bahkan ditentukan oleh kegigihan melaksanakan prinsip-prinsip kedua ideologi tersebut. Bagaimanakah berlangsungnya kapitalisme dan kolonialisme masa lalu di Indonesia? Untuk mengetahui lebih lanjut, mari simak bahasan berikut.

Kemajuan sebuah negara atau pemerintahan selalu berkaitan dengan kapitalisme (ekonomi) dan kolonialisme (perluasan wilayah). Seperti halnya Indonesia pada masa lampau yang dikenal bangsa asing sebagai daerah baru dengan kekayaan alam dan kesuburan tanah yang menjanjikan kekayaan bagi negara yang bisa menjajah Indonesia. Berikut adalah sekilas awal dari praktek kapitalisme dan kolonialisme yang berlangsung di Indonesia di masa penjajahan, terutama pada masa pendudukan Belanda yang bertahan selama lebih tiga setengah abad.

A.MASA PENJAJAHAN (KOLONIALISME) BELANDA

Aktivitas perdagangan yang berlangsung di wilayah Indonesia mengundang masuknya VOC pada tahun 1830 yang bertujuan untuk melakukan penanaman modal sekaligus mencari cara untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya dari Indonesia sebagai daerah transit perdagangan yang strategis. Beberapa cara VOC untuk mencapai tujuannya, antara lain :
a. Monopoli sistem perdagangan.
b. Memberlakukan pajak hasil bumi (contingenten stelsel).
c. Penyerahan paksa hasil bumi (verplichte leveranties).
d. Sistem kerja rodi.
e. Pungutan pajak untuk berbagai macam kegiatan.
f. Hak pertuanan atas tanah.
Cara-cara di atas memungkinkan pihak Belanda melalui VOC untuk mengambil kekayaan rakyat Indonesia secara cepat sekaligus memperluas koloninya (kolonialisme) di Indonesia. Perlawanan yang dilakukan masyarakat sangat banyak namun dengan mudah diatasi melalui perjanjian-perjanjian, adu domba, dan perang.
Setelah VOC mengalami kemunduran karena korupsi yang terjadi di internal kepegawaian, kedudukan mereka digantikan oleh Hindia Belanda yang mengambil alih semua kebijakan VOC di Indonesia untuk menutupi kas kerajaan Belanda yang kosong karena perang.
Di satu sisi selain penjajahan yang menyengsarakan rakyat, Belanda juga membawa komersialisasi ekonomi dan industrialisasi yang kelak turut menjadi landasan pengembangan ekonomi Indonesia bahkan sampai saat ini. Beberapa contoh perusahaan komersial dan lembaga ekonomi yang bermunculan di masa Hindia Belanda antara lain :
1) Bank Swasta Belanda, seperti Nederlandsche Indische Handelsbank, Koloniale Bank, de Javasche Bank.
2) Perusahaan dan pabrik gula, teh, kertas, semen, dan sebagainya.
3) Perusahaan pertambangan minyak bumi, batu bara, timah dan emas.
Beriringan dengan banyaknya modal asing yang masuk ke Indonesia maka dilakukanlah pembangunan infrastruktur untuk mendukung mobilitas penanam modal walaupun sistem pembangunan masih menggunakan tenaga rodi dari masyarakat Indonesia sendiri, antara lain :
• KPM, Koninklijke Raketvaart Maatschappij yang bergerak di bidang transportasi antar pulau.
• Sarana- sarana kesehatan.
Belanda jugalah yang memperkenalkan uang sebagai alat tukar dalam perdagangan dan merintis sistem dagang yang lebih berpola bahkan sampai ke daerah.

B. KAPITALISME

Disebut kapitalisme karena dalam perkembangannya terjadi perpindahan atau mobilitas penduduk ke daerah industri atau daerah lain yang sudah maju secara perekonomian dari daerah atau desa kecil yang masih tergolong tertinggal. Di kota-kota maju tersebut muncul dua lapisan sosial pada masyarakat, yaitu golongan buruh yang melakukan mobilisasi ke daerah maju dan bekerja menjadi pelayan rumah tangga, tukang, atau pekerja industri kecil. Sementara, lapisan kedua ialah kaum pegawai yang bekerja sebagai pegawai pemerintah Hindia Belanda.
Pendudukan oleh Belanda selain berdampak di bidang ekonomi dan perdagangan juga membawa pengaruh pada persebaran agama di Indonesia. Karena banyaknya interaksi dengan negara Barat yang dominan adalah Nasrani, maka agama ini juga turut menyebar ke Indonesia, selain agama Islam yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Palestina dan Arab.
Filosofi hidup dan pembaruan yang berasal dari negara-negara Eropa yang mengalami Revolusi juga turut masuk ke Indonesia. Salah satu contohnya adalah Semboyan Revolusi Perancis, Liberte (kebebasan), Egalite (persamaan), dan Fraternite (persaudaraan) yang diyakini menjadi dasar timbulnya pergerakan untuk menuntut emansipasi wanita di Indonesia pada abad ke-19. Pergerakan ini timbul setelah di zaman VOC atau Belanda, peranan perempuan tidak dimunculkan. Selain itu, terbukanya kesempatan bagi pemuda-pemuda Indonesia untuk belajar di luar negeri juga turut memperkaya paham dan pemikiran para pemuda yang kelak menjadi simbol pergerakan kebangsaan menuju Indonesia merdeka.

RANGKUMAN

  1. Kemajuan sebuah negara atau pemerintahan selalu berkaitan dengan kapitalisme (ekonomi) dan kolonialisme (perluasan wilayah).
  2. VOC pernah mengambil kekayaan rakyat Indonesia secara cepat sekaligus memperluas koloninya (kolonialisme) di Indonesia.
  3. Akibat kapitalisme, terjadi perpindahan atau mobilitas penduduk ke daerah industri atau daerah lain yang sudah maju secara perekonomian dari daerah atau desa kecil yang masih tergolong tertinggal. Di kota-kota maju tersebut muncul dua lapisan sosial pada masyarakat.

 

Kolonialisme dan Kapitalisme | lookadmin | 4.5