Klasifikasi Desa

Klasifikasi Desa – Bagaimanakah klasifikasi desa ? Mari kita cermati materi pelajaran kali ini.

Dalam kaitannya dengan pembangunan kota, desa memiliki peranan yang sangat penting, karena desa berfungsi sebagai daerah hinterland kota. Fungsi desa sebagai hinterland kota meliputi :

1. Pemasok tenaga kerja produktif.
Sebagai contoh 65% rakyat Indonesia tinggal di pedesaan, sehingga di pedesaan tersedia tenaga kerja produktif.

2. Penghasil bahan pangan.
Umumnya pedesaan merupakan daerah pertanian/perkebunan dan menjual hasil panennya ke daerah perkotaan. Jika wilayah pedesaan berubah fungsi menjadi wilayah perumahan seperti villa, maka akan mempengaruhi ketersediaan pangan.

3. Pusat kegiatan industri kecil.
Di pedesaan juga berkembang industri kecil yang bersifat khas kedaerahan sesuai dengan sumber daya alam yang ada di desa tersebut. Sebagai contoh, desa Randu Gunting Yogyakarta yang terkenal akan produksi budidaya jamur.

4. Penghasilan bahan baku industri.
Desa menjadi pemasok utama bahan baku industri. Seperti industri makanan, desa menyediakan bahan baku utamanya seperti beras.

5. Keindahan alam yang asri sebagai pendukung sektor pariwisata.
Keindahan alam desa menjadi daya tarik komersil sehingga dikembangkanlah konsep desa wisata. Yakni desa yang ditata sedemikian rupa sehingga para wisatawan dapat menikmati keindahan alam desa dengan fasilitas yang memadai tanpa merusak keaslian alam.

KLASIFIKASI DESA

Desa dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria :

1) Menurut aktivitasnya
a. Desa agraris, adalah desa yang mata pencaharian utama penduduknya adalah di bidang pertanian dan perkebunan.
b. Desa industri, adalah desa yang mata pencaharian utama penduduknya adalah di bidang industri kecil rumah tangga.
c. Desa nelayan, adalah desa yang mata pencaharian utama penduduknya adalah di bidang perikanan dan pertambakan.

2) Menurut ikatannya
• Desa genealogis, yaitu suatu desa yang dipersatukan dengan penduduknya yang memiliki hubungan kekeluargaan atau hubungan darah.
• Desa teritorial, yaitu suatu desa yang dipersatukan oleh kesamaan kepentingan dan wilayah dengan batas-batas tertentu.
• Desa campuran, yaitu suatu desa yang dipersatukan baik dari hubungan darah maupun kesamaan kepentingan.

3) Menurut jumlah penduduknya
• Desa terkecil, penduduknya berjumlah kurang dari 800 orang.
• Desa kecil, penduduknya berjumlah antara 800-1.600 orang.
• Desa sedang, penduduknya berjumlah antara 1.600-2.400 orang.
• Desa besar, penduduknya berjumlah antara 2.400-3.200 orang.
• Desa terbesar, penduduknya berjumlah lebih dari 3.200 orang.

4) Menurut perkembangannya
a) Desa Swadaya (Tradisional) dengan ciri berikut :
• Sebagian besar kehidupan penduduknya masih tergantung pada alam.
• Hasil pertaniannya untuk mencukupi kebutuhan sendiri.
• Administrasi desa belum dilaksanakan dengan baik.
• Lembaga-lembaga desa belum berfungsi dengan baik.
• Tingkat pendidikan dan produktivitas penduduknya masih rendah.
• Belum mampu mandiri dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan sendiri.
b) Desa Swakarya (Transisi) dengan ciri berikut :
• Sudah mampu menyelenggarakan urusan rumah tangga sendiri.
• Lembaga sosial desa dan pemerintah sudah berfungsi.
• Administrasi desa sudah berjalan.
• Adat-istiadat mulai longgar.
• Mata pencaharian mulai beragam.
• Sudah ada hubungan dengan daerah sekitarnya.
c) Desa Swasembada (Maju) dengan ciri berikut :
• Sarana dan prasarana desa lengkap.
• Pengelolaan administrasi telah dilaksanakan dengan baik.
• Pola pikir masyarakat lebih rasional.
• Mata pencaharian penduduk sebagian besar di bidang jasa perdagangan.
• Hasilnya sudah diperdagangkan ke daerah lain.
• Sudah ada interaksi dengan desa lain.
• Administrasi desanya sudah teratur.

5) Menurut potensinya
• Desa Berpotensi Tinggi, bercirikan menempati lahan pertanian yang subur dan topografi yang datar atau agak miring, dilengkapi fasilitas irigasi teknis, serta mempunyai kemampuan untuk berkembang lebih lanjut.
• Desa Berpotensi Sedang, bercirikan lahan pertanian agak subur, relief tidak rata, fasilitas irigasi teknis dan sebagian semi teknis, iklim mendukung untuk kegiatan pertanian, dan masih mempunyai kemampuan untuk berkembang.
• Desa Berpotensi Rendah, bercirikan lahan pertanian tidak subur dengan relief berbukit, sumber air sulit, kegiatan pertanian bergantung pada curah hujan, dan wilayah ini sulit untuk dikembangkan.

Klasifikasi Desa | lookadmin | 4.5