Ketepatan Penggunaan Alat Laboratorium

Ketepatan Penggunaan Alat Laboratorium – Pada topik sebelumnya, kalian telah mengenal bahan kimia berbahaya di laboratorium. Pada topik ini, kalian akan mempelajari ketepatan penggunaan alat laboratorium.

Sebelum mempelajari ketepatan penggunaan alat laboratorium, mari kita ingat kembali sedikit tentang pengenalan bahan kimia berbahaya di laboratorium.

1. Pengenalan Bahan Kimia Berbahaya Di Laboratorium

Seperti yang kita ketahui, bahan kimia yang biasa terdapat di laboratorium kimia banyak yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan sekitar. Ada yang bersifat mudah terbakar, beracun, dan berbau tajam yang dapat berdampak pada kesehatan, merusak benda-benda di sekitarnya, bahkan dapat mematikan makhluk hidup.
Contoh bahan kimia berbahaya yang sering kita jumpai di laboratorium antara lain aluminium sulfat, amoniak, asam sulfat, formalin, kloroform, asam klorida, dan natrium hidroksida.

2. Ketepatan Penggunaan Alat Laboratorium

Kegiatan yang dilakukan di laboratorium selalu menggunakan alat-alat untuk mempermudah kegiatan tersebut. Alat adalah suatu benda yang digunakan dalam melakukan kegiatan praktikum, eksperimen, dan penelitian. Alat-alat laboratorium memiliki bentuk yang khas dan unik dengan fungsi yang berbeda-beda. Alat praktikum yang ada di laboratorium terbagi menjadi dua, yaitu alat-alat yang tidak menggunakan sumber listrik dan alat yang menggunakan sumber listrik.
a. Alat-Alat Laboratorium yang tidak Menggunakan Sumber Listrik
Alat-alat laboratorium yang tidak menggunakan sumber listrik antara lain sebagai berikut.
1) Tabung reaksi, digunakan untuk mereaksikan zat kimia.
2) Rak tabung reaksi, digunakan untuk menyimpan atau meletakkan tabung reaksi ketika sedang digunakan.
3) Gelas kimia, digunakan untuk membuat larutan dan sebagai wadah larutan.
4) Labu erlenmeyer, mulut tabung didesain lebih kecil dari bagian bawah sehingga cocok digunakan untuk menampung larutan atau bahan kimia yang dikhawatirkan dapat tumpah ketika dikocok.
5) Corong kaca, digunakan untuk membantu memasukkan larutan ke dalam suatu wadah. Pada corong sering ditambahkan kertas saring, sehingga dapat digunakan untuk menyaring campuran tertentu.
6) Kaki tiga, digunakan sebagai dudukan atau penyangga gelas kimia yang dipanaskan.
7) Kawat kasa, digunakan sebagai pembatas antara api dan gelas kimia yang dipanaskan. Biasanya kawat kasa dipasangkan dengan kaki tiga.
8) Pipet tetes, digunakan untuk mengambil larutan dan meneteskan larutan dalam jumlah tertentu.
9) Batang pengaduk, digunakan untuk mengaduk suatu zat yang dilarutkan dalam cairan.
10) Labu ukur, digunakan untuk menakar suatu larutan atau bahan kimia dengan volume tertentu sesuai dengan volume labu ukur. Dengan demikian terdapat labu ukur dengan berbagai volume, misalnya 50 mL, 100 mL, 250 mL, dan sebagainya.
11) Gelas ukur, digunakan untuk mengukur volume suatu larutan kimia.
12) Termometer, digunakan untuk mengukur suhu.
13) Pembakar spiritus, digunakan sebagai sumber api untuk memanaskan larutan atau bahan kimia.
14) Buret, digunakan untuk menitrasi larutan.
15) Penjepit tabung reaksi, digunakan untuk menjepit tabung reaksi selama proses pemanasan.
16) Mortal dan alu, digunakan untuk menggerus dan menghaluskan suatu zat.
17) Cawan porselin, digunakan untuk merekasikan atau mengubah suatu zat pada suhu tinggi.
18) Kaca arloji, digunakan sebagai penutup gelas kimia dan tempat menimbang bahan.
19) Statif, digunakan untuk menegakkan corong atau buret.
20) Kertas saring, digunakan untuk menyaring larutan.
21) Pipet gondok, dipakai untuk mengambil larutan dengan volume tertentu dan terdapat gondokan di bagian atasnya.
22) Plat tetes, sebagai tempat untuk mereaksikan zat dalam jumlah kecil.
23) Kertas indikator, digunakan untuk menentukan pH larutan.
24) Kawat kasa, digunakan sebagai alas penyebaran panas.
25) Bola hisap, digunakan untuk menghisap larutan yang akan diukur.
26) Pipet volume, digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu.

b. Alat-Alat Laboratorium yang Menggunakan Sumber Listrik
Alat-alat laboratorium yang menggunakan sumber listrik antara lain sebagai berikut.
1) Lemari asam, digunakan untuk menyimpan larutan yang bersifat asam. Cara menggunakannya harus dinyalakan terlebih dahulu tombolnya. Pintu hanya boleh terbuka setengah badan. Gunakan masker dan sarung tangan ketika membukanya.
2) Oven, digunakan untuk mengeringkan alat-alat yang akan digunakan. Oven hanya dapat digunakan untuk alat-alat yang tahan panas.
3) Centrifuge, digunakan untuk memisahkan dan mengendapkan padatan dari larutan. Cara kerjanya dengan memasukkan larutan ke dalam tabung yang berada di dalam centrifuge. Jumlah tabung tersebut tidak boleh hanya hanya satu, karena di khawatirkan larutan yang berada di dalam tabung akan menyembur.
4) Eksikator, digunakan untuk mendinginkan zat. Zat yang akan didinginkan terlebih dahulu dimasukkan ke dalam krus. Lalu krus dimasukkan ke dalam eksikator.
5) Neraca, digunakan untuk menimbang jumlah zat yang diperlukan. Cara menggunakannya harus dipastikan bahwa neraca tersebut berada dalam keadaan yang stabil. Tekan tombol untuk menyalakan neraca, beri alas seperti perkamen ketika akan mulai menimbang zat. Harus diperhatikan juga kapasitas minimum dan maksimum bahan yang akan ditimbang.

Ada hal-hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan alat laboratorium yang menggunakan sumber listrik, antara lain sebagai berikut.
1) Memeriksa kelengkapan alat seperti kabel dan tombol-tombol. Kelengkapan yang tidak memadai atau tidak tersedia akan membuat kesulitan saat mengoperasikan alat tersebut.
2) Menjauhkan dari air. Alat yang menggunakan sumber listrik, mutlak harus dijauhkan dari air karena akan membuat alat menjadi rusak atau dapat menyebabkan terjadinya hubungan singkat.
3) Mengetahui kegunaan alat. Kamu dapat membaca petunjuk praktikum atau menanyakan langsung kepada guru atau petugas laboratorium.
4) Mengetahui prosedur penggunaan alat. Kamu dapat membaca buku petunjuk penggunaan alat dan bila kurang jelas dapat menanyakannya kepada guru atau petugas.
5) Mengetahui cara kerja alat. Meskipun tidak mutlak diperlukan, tetapi setidaknya dapat membantu memahami cara menggunakan alat dengan benar. Kamu dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber atau dengan bertanya kepada guru.

 

Ketepatan Penggunaan Alat Laboratorium | lookadmin | 4.5