Close Klik 2x

Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

Advertisement

Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.

KERAJAAN-KERAJAAN HINDU-BUDDHA DI INDONESIA

Bagaimanakah perkembangan dan kejayaan Kerajaan Sriwijaya? Bagaimanakah perkembangan dan kejayaan Kerajaan Singasari? Bagaimanakah perkembangan dan kejayaan Kerajaan Majapahit? Mari simak bahasan berikut.

1. SRIWIJAYA

Kerajaan Sriwijaya berpusat di Palembang. Pendapat yang mengatakan bahwa pusat Sriwijaya adalah di Palembang dapat diketahui dari prasasti-prasasti yang terdapat yang terdapat di sekitar kota itu dan berita dari bangsa asing, terutama dari I-Tsing.

Masa perkembangan Sriwijaya dapat dibagi atas :

1) Pertama, awalnya Sriwijaya merupakan kerajaan sungai di sekitar muara Sungai Kampar. Mata pencaharian utama penduduknya adalah bercocok tanam. Adapun hubungan lalu lintas antar daerah dilakukan dengan perahu-perahu kecil. Setelah kerajaan kuat, maka diadakanlah perluasan wilayah ke selatan, dengan Palembang sebagai pusatnya.

2) Kedua, Kerajaan Sriwijaya dapat menguasai tempat-tempat penting untuk perdagangan nasional, maupun internasional sehingga berkembang menjadi ‘kerajaan laut’ (sarwajala).

Perluasan wilayah yang dilakukan oleh Sriwijaya ditujukan untuk menguasai perdagangan. Oleh karena itu, sasarannya adalah daerah-daerah yang penting artinya bagi perdagangan.

Di antara daerah yang dikuasainya, meliputi wilayah berikut :

Tulang Bawang, terletak sekitar Sungai Tulang Bawang di daerah Lampung. Dari prasasti yang ditemukan di Palas Pasemah menunjukkan bahwa kerajaan itu dikuasai oleh Sriwijaya pada abad ke-7 SM.

Kedah, terletak di pantai barat Semenanjung Malaya. Catatan I-Tsing menyebutkan bahwa Kedah adalah bagian dari Sriwijaya. Penaklukan atas Kedah terjadi antara tahun 682-685 M.

Pulau Bangka, merupakan titik paling selatan bagi perdagangan internasional. Penguasaan atas Pulau Bangka dapat diketahui dari adanya Prasasti Kota Kapur (686 M) dan Prasasti Karang Berahi (686 M).

Kra, merupakan tanah genting Semenanjung Malaya yang juga merupakan lokasi penting bagi perdagangan internasional Penguasaan Sriwiaya atas Kra dapat diketahui dari adanyaPrasasti Ligor (775 M).

Jawa Tengah, yaitu Kerajaan Kalingga dan Mataram Hindu. Sriwijaya menyerang Kalingga karena letaknya strategis di jalur perdagangan nasional, sedangkan penguasaan Mataram disebabkan anggapan bahwa Wangsa Sanjaya yang memimpin Mataram dapat membahayakan kepentingan Sriwijaya.
Dalam bidang agama, Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat perkembangan agama Buddha aliran Mahayana di wilayah Asia Tenggara.

Salah seorang guru yang terkenal adalah Sakyakitri. Seorang musafir Cina, I-Tsing, mengunjugi Sriwijaya pada tahun 671 M dan 685 M. Dalam perjalanannya yang pertama, ia mempelajari bahasa Sansekerta selama enam bulan. Sedangkan pada perjalanan kedua, ia menetap selama empat tahun untuk menerjemahkan kitab suci agama Buddha dari bahasa Sansekerta ke dalam bahasa Cina.

2. SINGASARI

Singasari terletak di daerah pegunungan yang subur di wilayah Malang, dengan pelabuhannya Pasuruan. Kerajaan itu diperintah oleh Ken Arok (1222-1247), setelah ia berhasil membunuh Akuwu (Bupati) Tunggul Ametung dengan menggunakan keris Mpu Gandring. Kemudian ia segera memperistri janda Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes.

Pada tahun 1222, Ken Arok dapat mengalahkan tentara Kediri di Ganter dan menyatukan kembali kerajaan Airlangga di bawah Singasari. Ken Arok bergelar ‘Sri Rajasa Bhattara Sang Amurwabhumi’ atau’ ‘Girindrawangsaja’.

Ternyata, perebutan kekuasaan dengan keris pusaka Mpu Gandring diikuti dengan balas dendam. Ken Arok dibunuh dengan keris tersebut oleh anak tirinya bernama Anusapati (1247-1248), yang akhirnya tewas dibunuh oleh Tohjaya (1248). Tohjaya adalah anak Ken Arok dengan Ken Umang yang sempat memerintah beberapa bulan. Ia pun dibunuh oleh Rangga Wuni, putra Anusapati.

Rangga Wuni memerintah dengan gelar ‘Wisnuwardhana’ (1248-1268 M). Untuk menghindarkan perang saudara yang terus-menerus, ia memerintah bersama Mahisa Campaka yang berpangkat ‘Ratu Angabhaya’ dan bergelar ‘Narasimhamurti’. Mahisa Campaka adalah anak Wong Ateleng, cucu Ken Arok dengan Ken Dedes.

Pada tahun 1254, Wisnuwardhana menobatkan putranya bernama Kertanegara sebagai raja. Ia sendiri masih memerintah atas nama putra tersebut karena belum dewasa. Raja Kertanegara (1268-1292) adalah raja terbesar Singasari. Ia yang mula-mula mengemukakan ‘Gagasan Nusantara’ untuk menjadikan Indonesia sebagai kesatuan, terutama dalam menghadapi bahaya dari luar.

Kertanegara juga terkenal dengan Ekspedisi Pamalayu (1257) untuk menguasai Selat Malaka. Hal itu juga dapat diartikan sebagai “persekutuannya” dengan Melayu untuk menjepit Sriwijaya, setelah Sunda dan Kalimantan Barat diduduki. Kemudian diadakan pendudukan atas Bali yang dijadikan benteng terhadap kemungkinan serangan dari arah timur. Daerah gurun di Maluku juga dikuasai oleh Kertanegara.

3. MAJAPAHIT

Kerajaan Majapahit terletak di sekitar Sungai Brantas dengan pusatnya di daerah Mojokerto. Majapahit merupakan kerajaan terbesar di Indonesia sebelum kemerdekaan. Tata pemerintahan pusat kerajaan disusun seperti Singasari, dengan jumlah menterinya ditambah lima orang. Kepemimpinan Raden Wijaya sebagai pendiri Majapahit dapat segera memulihkan keadaan negara. Ia wafat tahun 1307 dan dicandikan sebagai Siwa di Sumberjati (Blitar) serta sebagai Buddha di Antahpura. Arca dan perwujudannya adalah Harihara, yaitu Wisnu dan Siwa dalam satu arca. Arca ini menjadi bukti telah terpadunya agama Hindu dengan Buddha di Jawa Timur.

Kekacauan dialami oleh Majapahit setelah Raden Wijaya meninggal. Ia digantikan Kalagemet yang bergelar Jayanegara (1309-1328), putra Raden Wijaya dengan Dara Petak. Kekacauan tersebut, antara lain, disebabkan karena kepemimpinan Jayanegara kurang baik dan meletusnya empat pemberontakan yang dapat membahayakan negara.

Majapahit berhasil mencapai puncak kejayaan di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk (1350-1389). Hal itu dapat tercapai berkat kerja sama dengan Patih Gajah Mada yang kuat. Sang Patih dikenal dengan Sumpah Palapa yang berbunyi “Saya tidak akan merasakan palapa sebelum seluruh Nusantara ada di bawah kekuasaan Majapahit.” Maknanya, ia akan hidup prihatin dan tidak bersenang-senang sebelum nusantara dapat dipersatukan.

RANGKUMAN

1) Kerajaan Sriwijaya berpusat di Palembang. Pendapat yang mengatakan bahwa pusat Sriwijaya adalah di Palembang dapat diketahui dari prasasti-prasasti yang terdapat yang terdapat di sekitar kota itu.
2) Singasari terletak di daerah pegunungan yang subur di wilayah Malang, dengan pelabuhannya Pasuruan.
3) Kerajaan Majapahit terletak di sekitar Sungai Brantas dengan pusatnya di daerah Mojokerto. Majapahit merupakan kerajaan terbesar di Indonesia sebelum Indonesia merdeka.

Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia | lookadmin | 4.5