Kelarutan dalam Air

Advertisement

Kelarutan dalam Air – Air disebut pelarut universal karena dapat melarutkan zat lebih banyak dari cairan atau bahan kimia lainnya. Dalam pelajaran ini anda akan belajar tentang apa itu komposisi kimia air yang membuat air menjadi pelarut yang baik.

Termasuk atom molekul air dan polaritas. Setelah anda selesai membaca pelajaran ini dianjurkan bahwa anda meneruskan untuk membaca pelajaran pada “Mengukur konsentrasi”.

Air dianggap sebagai pelarut universal karena dapat melarutkan berbagai zat-lebih dari cairan atau bahan kimia lainnya. Komposisi kimia air membuatnya sempurna dalam proses pelarutan.  Molekul air terbentuk dari dua atom yang terikat secara kovalen yaituhidrogen dan oksigen. Susunan kutub atom oksigen dan hidrogen mendorong air untuk tertarik ke dalam banyak molekul lain. 

Sisi hidrogen dari molekul memiliki muatan listrik positif dan oksigen memiliki muatan negatif. ikatan kovalen memungkinkan atom untuk berbagi elektron. Pengaturan ini membantu air untuk memisahkan senyawa ionik menjadi ion-ion positif dan negatif terpisah karena sisi oksigen menarik senyawa ion positif dan sebaliknya senyawa ion negatif tertarik ke sisi hidrogen. Molekul yang polar dan dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air disebut hidrofilik.

Saling bercampur (Like dissolves Like)

Beberapa senyawa tidak larut dengan baik dalam air, itu semua adalah non-polar molekul  Hal ini dikarenakan daya tarik yang kuat antara molekul air polar dan ion bermuatan atau kutub yang berlawanan dari molekul polar lainnya tidak akan membiarkan molekul non-polar bercampur dengan molekul air polar.  Termasuk Molekul non-polar senyawa organik adalah seperti seperti hidrokarbon, minyak, lemak dan lilin. Jika anda ingat dari pelajaran sebelumnya, kemampuan pelarut untuk membuyarkan suatu zat tergantung dari zat terlarut dan pelarut mempunyai kemiripan. Karena Itulah polar larut dengan polar dan non-polar larut dengan non-polar. Sehingga dapat dikatakan bahwa karena air sangat polar maka menjadi pelarut yang baik untuk zat polar dan ionik lainnya 

  • Molekul air berukuran kecil dan dapat dengan mudah mengelilingi senyawa polar lainnya dan juga ion dalam larutan. Kutub bermuatan positif dari air tertarik pada zat terlarut yang memiliki komponen bermuatan negatif dan kutub yang bermuatan negatif untuk zat terlarut yang bermuatan komponen positif. Meskipun beberapa senyawa larut dalam air sebagai molekul, elektrolit melarutkan ion bermuatan dan kristal ionik padat untuk larut juga sebagai ion.

Kelarutan
Kelarutan adalah sifat dari benda padat, benda cair atau gas zat terlarut untuk melarutkan benda padat, benda cair atau gas dibutuhkan pelarut. Sehingga akan membentuk larutan, yaitu zat terlarut yang berada dalam pelarut. 
Sebuah garam akan larut pada suhu kamar larut dalam air untuk setidaknya konsentrasi 0,1 mol per liter. Dalam air laut, air adalah pelarut karena hanya empat persen dari cairan adalah garam.
Ada sejumlah garam larut yang akan larut dalam air: sulfat SO42- ion,  Nitrat NO3, sodium Na+, potasium K+, klorida Cl, bromida Br, dan iodida I– dan amonium NH4semua ion larut dalam air. 
Oksida larut termasuk Na2O, K2O, SrO, dan BaO. O2- adalah formula untuk Oksida yang pada umumnya tidak larut. Logam nitrat dan halida umumnya larut, kecuali untuk perak, timbal dan merkuri. Logam sulfida tidak larut, namun, bersama dengan merkuri sulfat.  serupa dengan molar kelarutan garam ion meningkat dengan meningkatnya suhu. 

Ketika benda padat membubarkan larutan sehingga sama dengan

konsentrasi molar, disebut kelarutan kesetimbangan. Produk kelarutan

  • konstan ditulis sebagai Ksp. Entalpi larutan adalah
  • perubahan entalpi terkait dengan pembubaran zat pada tekanan konstan saat
  • pengenceran tak terbatas, dinyatakan sebagai kJ / mol pada suhu konstan. Dalam air, kelarutan benda padat meningkat dengan suhu, hingga 100 derajat Celcius. Pada suhu tinggi dalam air kelarutan zat terlarut ionik tidak akan meningkat. Bahkan akan terjadi penurunan, karena lebih rendah dielektrik konstan menyebabkan pelarut menjadi kurang polar. 

Gas dapat larut di dalam air pada temperatur cair yang berbeda. Biasanya saat

peningkatan suhu air, penurunan 

terlihat pada kelarutan air gas. Selain itu saat air mengalami penurunan suhu

kelarutan gas ‘meningkat, dan ini adalah proses eksotermik. Kelarutan gas berbanding lurus dengan 

tekanan gas parsial terhadap pelarut. Ini disebut Hukum Henry dan ditulis

sebagai p = k H c . Jadi kelarutan molar gas adalah kebalikan dari Hukum konstan Henry.
Gas       Konstan            Konstan

      (Pa/(mol/dm3)) (atm/(mol/dm3))

He         282.7e6                 2865

O2          74.68e6                756.7

N2         155.0e6                 1600

H2         121.2e6                 1228

Itulah artikel Kelarutan dalam Air. Semoga dapat bermanfaat bagi Anda, baca juga artikel terkait lainnya.

Advertisement
Kelarutan dalam Air | lookadmin | 4.5