Close Klik 2x

Kegunaan Senyawa Asam dan Basa

Advertisement

Kegunaan Senyawa Asam dan Basa – Senyawa asam dan basa serta reaksinya merupakan salah satu konsep paling penting dalam ilmu kimia. Memahami sifat-sifat senyawa ini juga penting dalam kaitan dengan penggunaannya: apakah untuk rumah tangga, konsumsi, atau untuk industri. 


Berbagai teori paling dasar pada umumnya menyatakan bahwa ketika bereaksi dalam larutan berair (atau air), asam dan basa cenderung saling menetralkan untuk membentuk garam dan air. Sejalan dengan kemajuan sains, lebih banyak teori dipaparkan untuk memahami sifat asam, alkali, atau basa dari suatu unsur. Semakin mudah senyawa asam atau basa terurai menjadi unsur-unsur penyusunnya, semakin banyak tersedia petunjuk untuk menggolongkan suatu zat sebagai asam atau basa kuat. Unsur-unsur yang tidak mudah terurai dianggap asam lemah atau basa lemah.

Senyawa asam dikenal sebagai agen sensoris yang kuat. Asam terasa masam dan kaustik, atau bersifat korosif terhadap kulit dan logam. Basa terasa pahit (sengit) dan licin, seperti pada sabun. Ketika basa lemah, misalnya, amonia mengenai kulit, rasanya licin seperti sabun. Basa kuat, misalnya, kalium atau natrium hidroksida sama-sama terasa sangat keras di kulit dan membran. Asam lemah, misalnya, cuka atau asam sitrat yang ditemukan dalam buah jeruk sama-sama terasa masam. 

Asam kuat, misalnya, asam klorida, digunakan dalam industri sebagai bahan pembersih atau pelarut, sebagaimana dalam lambung atau sistem pencernaan kita untuk membantu proses pencernaan dan penyerapan makanan. Asam kuat lainnya yang terkenal adalah asam sulfat, yang digunakan dalam baterai. Zat ini merupakan konduktor listrik yang sangat bagus, tetapi sangat berbahaya jika mengenai kulit.

Mengingat bahaya kesehatan yang terdapat dalam bahan pembersih rumah tangga apabila tertelan atau terhirup, pabrik produk pembersih diharuskan memasang label peringatan pada kemasannya tentang dampak kontak dengan bahan-bahan tersebut. Selain itu, mereka diharuskan untuk mencantumkan tindakan yang perlu dilakukan jika terjadi kontak dengan kulit atau tertelan. Asam kaustik yang tertelan akan lebih berbahaya jika korban berusaha memuntahkannya alih-alih berupaya menetralkan dengan susu atau air. 

Bagaimanapun, bantuan darurat langsung perlu diberikan untuk kasus seperti ini. Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Occupational safety and Health Administration, OSHA) mengharuskan tempat-tempat kerja memasang peringatan pencegahan darurat, misalnya, melarang pekerja mencampurkan zat-zat tertentu dalam industri yang menggunakan bahan berbahaya, misalnya, pewarna tekstil atau bahan pembuat pupuk.

Senyawa basa diketahui memiliki sifat kaustik, sedangkan beberapa basa kaustik diketahui berbahaya. Misalnya, basa kuat natrium hidroksida yang digunakan dalam bahan pembersih salir pembuangan dan oven. Kalsium hidroksida (kapur) dapat dipakai untuk menetralkan keasaman tanah. Larutan dengan konsentrasi lebih tinggi digunakan dalam bahan konstruksi bangunan (semen, dsb).

Asam sitrat digunakan dalam makanan olahan sebagai penyedap dan untuk menjaga makanan tetap segar. Asam sitrat dapat dinetralkan dengan natrium bikarbonat (soda kue). Asam klorida dijumpai dalam sistem pencernaan untuk menghancurkan makanan. Adakalanya, zat asam ini bocor ke dalam esofagus sehingga timbul nyeri ulu hati. Zat antasida berupa magnesium hidroksida dapat dipakai untuk menetralkan asam lambung tersebut dan dengan demikian membantu meredakan nyeri yang ditimbulkannya.

Memahami hubungan dan reaksi satu sama lain antara asam dan basa akan bermanfaat bagi kesehatan dan keselamatan kita. Juga, dengan memahami interaksi ini, kita dapat memahami betapa perlunya proses organik dalam mengembangkan makanan kita.

Kegunaan Senyawa Asam dan Basa | lookadmin | 4.5