Close Klik 2x

Kedatangan dan Terbentuknya Kekuasaan Kolonial di Indonesia

Advertisement

Kedatangan dan Terbentuknya Kekuasaan Kolonial di Indonesia – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami kedatangan dan terbentuknya kekuasaan kolonial di Indonesia.

KEDATANGAN DAN TERBENTUKNYA KEKUASAAN KOLONIAL DI INDONESIA

Sejak awal tarikh Masehi, Nusantara dikenal sebagai sumber penghasil rempah-rempah, yang sangat dibutuhkan di Eropa, sebagai obat, pengawet makanan, dan bumbu masakan. Orang-orang Eropa biasa membeli rempah-rempah dari pedagang Oleh karena membeli dari pedagang perantara, maka harga rempah-rempah di Eropa sangat mahal, sehingga mendorong orang Eropa untuk mencari langsung ke daerah sumbernya. Bagaimanakah kedatangan bangsa Eropa di nusantara ? Bagaimanakah terbentuknya kekuasaan kolonial ? Mari simak bahasan berikut.

Tujuan awal kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara adalah memperoleh rempah-rempah langsung dari sumbernya. Ternyata, tujuan itu berkembang menjadi tujuan-tujuan lain yang mengarah kepada kolonialisme.

Tujuan tersebut, di antaranya adalah :

a) Menguasai perdagangan rempah-rempah langsung dari sumbernya. Caranya dengan menerapkan monopoli perdagangan, yakni bangsa Eropa bertindak sebagai satu-satunya pembeli dengan harga yang mereka tentukan. Tindakan ini tentunya merugikan para petani rempah-rempah.

b) Menguasai wilayah strategis, baik untuk perdagangan maupun basis militer. Dengan kekuatan armada dan strategi pecah belah, bangsa Eropa memaksa penguasa setempat untuk menandatangani perjanjian yang mengesahkan penguasaan terhadap suatu wilayah strategis.

c) Mengeruk sebanyak mungkin kekayaan sumber daya suatu wilayah. Caranya dengan memaksa penguasa setempat untuk menandatangani suatu perjanjian.

d) Turut campur dalam urusan politik suatu wilayah. Secara semena-mena, bangsa Eropa ikut serta menentukan orang yang mereka anggap layak menjadi penguasa. Orang yang mereka pilih adalah yang akan menguntungkan mereka, sedangkan penguasa yang menentang akan sesegera mungkin disingkirkan. Dengan cara seperti itu, mereka dapat mempertahankan, bahkan memperbesar pengaruh atas suatu wilayah.

Berikut penjelasan mengenai kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke nusantara :

1) Kedatangan Portugis
Ekspedisi Portugis ke Hindia Timur, termasuk Nusantara, berlangsung atas dukungan pemerintah kerajaan. Dukungan penuh pemerintah itu dilatarbelakangi persaingan dengan Spanyol. Baik Portugis maupun Spanyol sama-sama berambisi menguasai wilayah-wilayah baru di dunia. Pada tahun 1511, Portugis di bawah pimpinan D’Albuquerque berhasil menaklukkan Malaka.

Setahun kemudian, rombongan Portugis datang ke Maluku dan diterima baik oleh raja Ternate. Bahkan Portugis diperkenankan mendirikan benteng di Ternate. Penerimaan baik itu dilatarbelakangi persaingan antara Ternate dan Tidore.

Sejak Portugis secara langsung membeli rempah-rempah dari Maluku, bandar Lisabon (Lisboa) menjadi pusat perdagangan rempah-rempah dan komoditas lain yang berasal dari Hindia Timur. Dari Lisabon, komoditas itu disebarkan ke seluruh Eropa, terutama oleh pedagang-pedagang Belanda.

2) Kedatangan Spanyol
Seperti Portugis, sejumlah ekspedisi Spanyol juga disponsori oleh pemerintah (kerajaan). Berdasarkan pengetahuan bahwa dunia ini bulat, Christophorus Colombus bermaksud mencapai Hindia Timur dari arah barat. Pengalaman pelayaran Colombus banyak dipelajari oleh Ferdinan Magellan. Ia lantas berkesimpulan bahwa Hindia Timur dapat dicapai dari arah barat dengan melalui ujung selatan Benua Amerika.

Ekspedisi Magellan memulai pelayaran pada Agustus 1519. Magellan berlayar ke arah barat, kemudian menyusuri pantai selatan Benua Amerika dan Lautan Pasifik. Pada tahun 1520, mereka tiba di Kepulauan Filipina, dan mendirikan tugu peringatan, serta menyatakan daerah itu sebagai milik Raja Spanyol.

Sewaktu berada di Filipina, terjadi perang antara kerajaan-kerajaan di Filipina. Oleh karena membela salah satu pihak, perang itu merenggut nyawa Magellan, sehingga kemudian pelayaran dilanjutkan dibawah pimpinan Sebastian d’Elcano.

Pada tahun 1521, dua kapal ekspedisi Spanyol tiba di Maluku. Ketika itu, di Maluku terjadi persaingan antara Ternate dan Tidore. Untuk mengimbangi kekuatan Ternate yang didukung Portugis, Spanyol mendukung Tidore. Oleh karena kalah kuat, persekutuan Tidore dan Spanyol dilumpuhkan.

Sejak tahun 1534, tidak ada lagi ekspedisi Spanyol ke Nusantara. Berdasarkan ‘Perjanjian Tordesillas’, kawasan Indonesia hanya boleh dijelajahi Portugis, sedangkan Spanyol hanya sampai di Filipina.

3) Kedatangan Inggris
Berbeda dengan Portugis dan Spanyol, ekspedisi Inggris untuk menguasai perdagangan di Asia bukan disponsori oleh pemerintah, melainkan oleh persekutuan dagang yang bernamaEast Indian Company (EIC). Persekutuan dagang ini merupakan gabungan para pengusaha asal London.

Sejak tahun 1600, EIC memperoleh hak khusus dari pemerintah Inggris untuk menangani perdagangan di Asia. Dengan hak khusus tersebut, EIC memiliki wewenang penuh atas perdagangan. Dengan wewenangnya, EIC dapat menggariskan kebijakannya sendiri dalam hal monopoli perdagangan. Kemudian, pada akhir abad ke-16, EIC mengadakan hubungan dengan beberapa tempat di nusantara, seperti Aceh, Jayakarta, Banjar, Gowa, dan Maluku. Namun, karena terdesak oleh Belanda, akhirnya Inggris tersingkir.

Walaupun tersingkir dari nusantara, EIC Inggris berhasil menanamkan pengaruhnya dalam perdagangan di Asia. Pada tahun 1612, EIC dapat mengusir Portugis dari India, kemudian membangun kota-kota dagang, seperti Madras, Calcutta, dan Bombay.

4) Kedatangan Belanda
Selama hampir satu abad (abad ke-16), bangsa Portugis menguasai perdagangan antara Hindia Timur dan Eropa. Pada waktu itu, jalur antara Hindia Timur dan Eropa telah beralih dari jalur pelayaran Laut Tengah ke jalur Tanjung Harapan Baik melalui Lautan Atlantik. Perubahan jalur itu mengakibatkan bandar Venesia dan Genoa mulai sepi. Sebagai gantinya, bandar Lisabon, London, dan Amsterdam muncul menjadi bandar dagang yang ramai.

Latar belakang kedatangan Belanda ke nusantara adalah :

a. Melestusnya perang selama 80 tahun antara Belanda dan Spanyol (1568-1648). Pada mulanya, perang ini bersifat agama, yaitu antara kaum Katolik (Spanyol) melawan kaum Protestan (Belanda). Perang tersebut kemudian berkembang menjadi perang ekonomi dan politik. Raja Philip II dari Spanyol memerintahkan kota Lisabon ditutup bagi kapal-kapal Belanda pada tahun 1585. Portugis menaati perintah tersebut sebab Portugal telah diduduki Spanyol.

b. Adanya petunjuk jalan ke Indonesia dari Jan Huygen van Linscoten, mantan pelaut Belanda yang bekerja pada Portugis dan pernah sampai ke Indonesia. Berdasarkan buku karangannya, bangsa Belanda dapat mengetahui jalan ke Indonesia.

RANGKUMAN

1) Tujuan awal kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara adalah memperoleh rempah-rempah langsung dari sumbernya. Ternyata, tujuan itu berkembang menjadi tujuan-tujuan lain yang mengarah kepada kolonialisme.

2) Bangsa Eropa yang pernah menancapkan kekuasaannya di nusantara ialah Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda.

Kedatangan dan Terbentuknya Kekuasaan Kolonial di Indonesia | lookadmin | 4.5