Kedatangan Bangsa Spanyol

Advertisement

Kedatangan Bangsa Spanyol – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai proses kedatangan bangsa Spanyol di Indonesia.

KEDATANGAN BANGSA SPANYOL

Bangsa Spanyol adalah pelopor dari kegiatan pelayaran menuju tanah-tanah asing yang jauh dari Eropa. Bagaimanakah proses kedatangan bangsa Spanyol ke Indonesia ? Mari simak bahasan berikut.

KEDATANGAN BANGSA SPANYOL

Christopher Colombus salah seorang penjelajah awal yang ditugaskan Kerajaan Spanyol untuk mencari daerah baru penghasil rempah-rempah. Reputasi baik bangsa Spanyol sebagai bangsa pelopor dalam pelayaran menjadikan fasilitas yang mereka butuhkan untuk melakukan eksplorasi lebih dari cukup, termasuk hadiah yang dijanjikan kerajaan apabila misi yang diemban berhasil dilakukan. Christopher Colombus juga adalah salah satu pemikir yang mencetuskan bahwa bumi bulat.
Perjalanan Colombus dimulai pada 3 Agustus 1492. Pada Oktober 1492, mereka mencapai Kepulauan Bahama, yang mereka kira adalah Tanah Hindia. Di sana mereka disambut oleh penduduk lokal yang kemudian mereka juluki sebagai orang-orang Indian. Kelak tempat persinggahan pertama mereka ini dikenal dengan sebutan San Salvador.
Melanjutkan pelayarannya, Colombus kembali bertolak dan mencapai Haiti. Setelah mencapai tempat kedua ini, Columbus menyimpulkan bahwa misi pelayarannya telah berhasil dan berangkat kembali ke Spanyol untuk menyampaikan laporan kepada pihak kerajaan. Hasil pelayaran mereka ini memberikan pengakuan kepada Colombus sebagai penemu daerah baru, Benua Amerika.
Keberhasilan pelayaran Colombus ini semakin memperkuat teorinya bahwa bumi itu bulat. Keadaan dimaksud mendorong dilakukannya pelayaran-pelayaran lain untuk mencari daerah penghasil rempah-rempah baru. Salah satu pelayaran dipimpin oleh Ferdinand Magellan. Dengan catatan perjalanan Colombus, perjalanan mereka lakukan sampai ke Amerika. Di sana mereka melanjutkan perjalanan melalui selat sempit yang mereka namakan Selat Magellan.
Pelayaran melewati Samudra Atlantik menuju Samudra Pasifik dan pada bulan ketiga memasuki Pulau Guam (Filipina). Di sini mereka menyatakan daerah setempat sebagai koloni Spanyol. Klaim yang dilakukan mendapat perlawanan dari penduduk setempat (Mactan). Dalam pertempuran yang tidak seimbang, Ferdinand Magellan terbunuh, sehingga dalam pelayaran pulang mereka dipimpin oleh Sebastian del Cano ke arah selatan. Pada tahun 1521, pelayaran mereka mencapai Maluku yang merupakan penghasil rempah-rempah.
Kedatangan bangsa Spanyol di Tidore membuat Portugis merasa terganggu. Hal ini karena berasumsi bahwa Spanyol akan terlibat juga dalam aktivitas perdagangan rempah rempah sehingga mengganggu hak monopolinya. Konflik pun tak terelakkan antara kedua negara tersebut. Portugis menuduh Spanyol telah melanggar Perjanjian Tordesillas yang disepakati pada tahun 1494 dan difasilitasi Paus Alexander VI. Inti perjanjian adalah membagi dunia di luar Eropa menjadi duopoli ekslusif antara bangsa Spanyol dengan Portugis, dimana wilayah sebelah timur ditetapkan sebagai milik Portugis, sedangkan sebelah barat dimiliki oleh Spanyol. Walau adanya perjanjian itu, Spanyol tetap bersikeras mengklaim Maluku.

Untuk menyelesaikan konflik tersebut, Portugis melakukan perundingan di Saragosa (Spanyol) pada tahun 1529. Perundingan pun membuahkan Perjanjian Saragosa yang ditandatangani kedua belah pihak pada 22 April 1529. Isi dari perjanjian lebih menegaskan kembali secara akurat batas ke arah barat wilayah kekuasaan Spanyol dan batas ke arah Timur merupakan wilayah Portugis. Dengan demikian, dapat dikatakan untuk memperkuat Perjanjian Tordesillas.

RANGKUMAN

1) Christopher Colombus salah seorang penjelajah awal yang ditugaskan Kerajaan Spanyol untuk mencari daerah baru penghasil rempah-rempah.
2) Pada tahun 1521, pelayaran Spanyol pimpinan Sebastian del Cano mencapai Maluku yang merupakan penghasil rempah-rempah.

Advertisement
Kedatangan Bangsa Spanyol | lookadmin | 4.5