Kedatangan Bangsa Portugis ke Indonesia

Kedatangan Bangsa Portugis ke Indonesia – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai proses kedatangan bangsa Portugis di Indonesia.

KEDATANGAN BANGSA PORTUGIS

Bangsa Portugis sempat melakukan aktivitas dagang di Indonesia pada masa lalu, bahkan pernah menduduki beberapa wilayah. Bagaimanakah proses kedatangan bangsa Portugis ke Indonesia ? Mari simak bahasan berikut.

      Ekspedisi Eropa pertama kali ke Indonesia dilakukan oleh Bangsa Portugis dan Spanyol. Orang Portugis yang melakukan perjalanan perdana adalah Bartholomeuz Diaz. Berangkat di tahun 1486, kemudian bertolak melewati pantai Barat Afrika. Misi penjelajahan ini lalu diteruskan oleh Vasco da Gama pada tahun 1497, dengan berbekal catatan perjalanan Bartholomeuz Diaz.
Dalam perjalanannya, mereka bertemu dengan pedagang Arab dan India yang terkenal sering melakukan kontak dagang di perairan Hindia (Indonesia). Dalam pertemuan yang terjadi, pedagang-pedagang tersebut menolak membagi informasi tentang rute perjalanan yang mereka lalui menuju Hindia. Perjalanan ini selanjutnya dipimpin oleh Diego Lopes de Sequeira dan mencapai Malaka. Kedatangan mereka mendapatkan pengusiran dari Malaka, dipimpin Sultan Mahmud Syah. Penolakan atas ekspedisi Portugis ini mendapatkan perlawanan dari Gubernur Portugis di India, Alfonso d’ Albuqerque. Pada April 1511 dilakukan penyerangan balik ke daerah Malaka dan berujung pada penaklukan Malaka.
Pasca penaklukan ini, pemerintah Portugis mengirimkan pasukan di bawah pimpinan Francisco Serrao untuk menjadikan Malaka (kelak dikenal dengan nama Maluku) sebagai daerah koloni mereka. Pendekatan berbeda kepada masyarakat setempat menjadikan kedatangan bangsa Portugis sedikit lebih mudah diterima oleh penduduk. Bukti yang mendukung adalah dengan pemberian izin pembangunan benteng, kantor dagang, dan kendali perdagangan pada tahun 1552 oleh rakyat setempat.
Selama berada di Maluku, orang-orang Portugis meninggalkan beberapa pengaruh kebudayaan, di antaranya, ialah balada-balada keroncong romantis yang dinyanyikan dengan iringan gitar. Beberapa kosakata Bahasa Indonesia juga ada yang berasal dari bahasa Portugis, yaitu pesta, sabun, bendera, meja, Minggu, dan lain-lain. Hal ini mencerminkan peranan bahasa Portugis, di samping bahasa Melayu, sebagai lingua franca di seluruh pelosok nusantara sampai awal abad XIX. Bahkan di Ambon masih banyak ditemukan nama-nama keluarga yang berasal dari Portugis, seperti da Costa, Diaz, de Fretes, Gonzalez, Mendoza, Rodriguez, da Silva, dan sebagainya. Pengaruh besar lain dari orang-orang Portugis di Indonesia, yaitu penyebarluasan agama Kristen Katolik di beberapa daerah timur Indonesia.
Persekutuan damai dengan Portugis ini umum dijumpai di daerah Ternate. Sao Paolo, benteng pertahanan Portugis di Maluku, juga didirikan di daerah Ternate. Namun dalam prakteknya, persekutuan ini disalahgunakan oleh Portugis dengan mendominasi Ternate (Maluku) melanggar kesepakatan awal. Salah satu bentuk pelanggaran adalah dengan penyebaran agama Katolik yang mendapatkan perlawanan dari Sultan Hairun. Selain itu, tindakan Portugis yang menyingkirkan pedagang-pedagang lainnya, terutama para pedagang Islam ke daerah lain di luar Maluku juga menyebabkan pertentangan.
Perlawanan pertama terhadap Portugis berasal dari luar Ternate, tepatnya dari Kerajaan Demak yang kemudian menyerang Portugis, namun masih dapat diatasi oleh tentara Portugis. Selanjutnya perlawanan dilanjutkan oleh Sultan Hairun. Perlawanan ini juga dapat diatasi dengan penangkapan Sultan oleh Gubernur Portugis saat itu, De Mesquita. Selang beberapa tahun kemudian dilakukan perdamaian antara kedua belah pihak, namun hanya satu hari setelah perdamaian, Sultan Hairun dibunuh pada kunjungannya ke benteng Portugis.
Sultan Baabullah, yang menggantikan ayahnya, memimpin perlawanan kepada Portugis selama 5 tahun sebelum akhirnya berhasil mengusir Portugis dari Ternate. Pasca kepergian Portugis, Sultan Baabullah meluaskan daerah kerajaannya ke Sulawesi dan Irian sehingga mendapatkan julukan Tuan dari Tujuh Pulau Dua Pulau.

RANGKUMAN

1) Ekspedisi Eropa pertama kali ke Indonesia dilakukan oleh Bangsa Portugis dan Spanyol.
2) Orang Portugis yang melakukan perjalanan perdana adalah Bartholomeuz Diaz.

Kedatangan Bangsa Portugis ke Indonesia | lookadmin | 4.5