Kedatangan bangsa inggris di indonesia

Kedatangan bangsa inggris di indonesia – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai proses kedatangan bangsa Inggris di Indonesia.

KEDATANGAN BANGSA INGGRIS

Bagaimanakah proses kedatangan bangsa Inggris ke Indonesia ? Mari simak bahasan berikut.

KEDATANGAN BANGSA INGGRIS
Masa kolonialisme Inggris di Indonesia (Hindia) bermula dari berubahnya kultur dagang ibukota Portugis, Lisabon menjadi pusat dagang rempah-rempah dunia pasca pendudukan mereka di Maluku. Di masa-masa awal, Inggris menjadi salah satu negara yang kerap bertransaksi rempah-rempah di Lisabon namun semenjak konflik dengan Portugis sebagai bagian dari perang 80 tahun, Inggris memutuskan untuk mencari sumber rempah-rempah baru selain Portugis.
Ekspedisi pertama Inggris pun dilakukan pada 1579 dengan mengikuti jalur Ferdinand Magellan. Ekspedisi berhasil mencapai Ternate, lantas diikuti oleh ekspedisi kedua, dipimpin Thomas Cavendish pada 1586.
Keberhasilan kedua ekspedisi ini memberikan optimisme pada Kerajaan Inggris untuk meningkatkan pasokan bahan dagang mereka yang berkurang drastis akibat ditutupnya Selat Gibraltar. Sebelumnya Selat Gibraltar adalah rute utama yang dilalui pelayaran internasional Inggris untuk mencapai Syria pasca perang antara Spanyol dan Belanda. Syria dulunya adalah tempat kontak dagang utama kerajaan Inggris. Pada 1600, Ratu Elizabeth I memberikan hakoktroi (istimewa) pada East Indian Company untuk mengurusi perdagangan di Asia. Sir James Lancaster memimpin pelayaran pertama badan istimewa ini hingga mencapai Aceh dan Banten.
Pelayaran kedua dilakukan pada 1604 di bawah pimpinan Sir Henry Middleton yang mencapai Ternate, Tidore, Ambon, dan Banda. Dalam perkembangannya, Inggris secara perlahan mulai menduduki Hindia (Indonesia) dengan beberapa pertimbangan seperti :
1. Continental Stelsel, blokade dagang Inggris di Eropa Daratan yang dikawal oleh Napolen Bonaparte. Status Inggris yang sedang berevolusi ke arah negara industri menuntut perluasan wilayah untuk daerah pemasaran. Karenanya, mereka mencari daerah baru sebagai koloni.
2. Besarnya kekuasaan Perancis dan Belanda di Asia mengancam Inggris sebagai salah satu negara dengan koloni yang besar.
Pendudukan Inggris di Hindia mengalami kemajuan setelah menyerahnya Gubernur Jenderal Jansen yang ditandai dengan munculnya Kapitulasi Tuntang yang berisi :
1. Seluruh Jawa dan sekitarnya diserahkan kepada Inggris.
2. Semua tentara Belanda menjadi tawanan Inggris.
3. Semua pegawai Belanda yang mau bekerja sama dengan Inggris dapat terus menjabat.
4. Semua utang pemerintahan Belanda terdahulu tidak menjadi tanggung jawab Inggris.
Kapitulasi Tuntang ditandatangani pada 1811 oleh perwakilan Inggris bernama S. Auchmutty dan Janssens dari pihak Belanda. Sebagai pemegang kekuasaan di Hindia, ditunjuklah Thomas Standford Raffles untuk mengambil kebijakan namun dengan koordinasi Gubernur Jenderal yang berpusat di Calcuta, India. Sebagai pengatur koloni di Jawa, Raffles cenderung lebih mudah diterima oleh masyarakat karena beberapa hal, di antaranya :
1. Kesewenang-wenangan Gubernur Jenderal Belanda terdahulu Daendels.
2. Janji Raffles dalam misi rahasianya sebelum perang melawan Belanda untuk memberikan hak-hak lebih besar kepada kerajaan-kerajaan Nusantara.
3. Pendekatan politik yang berbeda dibanding Belanda.
Secara umum, beberapa pembaharuan yang dibawa oleh Thomas Raffles di Hindia (Indonesia), antara lain :
1. Pembagian Pulau Jawa menjadi 16 karesidenan.
2. Peralihan fungsi para penguasa-penguasa turun temurun pribumi dari pemangku kekuasaan menjadi pegawai pemerintahan.
3. Pemberian kebebasan bercocok tanam untuk petani dan penyediaan pasar untuk hasil pertanian.
4. Penghapusan pajak hasil bumi dan penyerahan wajib hasil pertanian.
5. Monopoli garam dan minuman keras.
6. Pemberlakuan sistem sewa tanah (landrent).
7. Pembentukan strata hukum di setiap residen dan divisi wilayah.
8. Penghapusan kerja rodi.
9. Merintis penelitian-penelitian oleh masyarakat lokal tentang kebudayaan lokal Jawa dan bangunan-bangunan Hindu-Buddha di Jawa serta memberikan insentif untuk peneliti.
10. Pelestarian flora asli Indonesia dan ilmu pengetahuan.
Berakhirnya pemerintahan Raffles di Hindia sebagai hasil dari Convention of London pada 1814. Isi dari konvensi tersebut antara lain :
1. Nusantara dikembalikan kepada Belanda.
2. Jajahan Belanda (Sailan,Kaap,Koloni dan Guyana) tetap di tangan Inggris.
3. Cochon di Malabar diambil alih oleh Inggris dan menyerahkan Bangka kepada Belanda sebagai gantinya.

RANGKUMAN

1) Ekspedisi pertama Inggris pun dilakukan pada 1579 dengan mengikuti jalur Ferdinand Magellan.
2) Pendudukan Inggris di Hindia mengalami kemajuan setelah menyerahnya Gubernur Jenderal Jansen yang ditandai dengan munculnya Kapitulasi Tuntang.
3) Berakhirnya pemerintahan Raffles di Hindia sebagai hasil dari Convention of London pada 1814.

Kedatangan bangsa inggris di indonesia | lookadmin | 4.5