Kata Konotasi Dan Lambang Dalam Puisi

Kata Konotasi Dan Lambang Dalam Puisi – Siswa mampu mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi.

Kamu pernah membaca puisi, bukan? Kalau kamu simak dengan saksama, kata-kata yang digunakan dalam puisi kadang terasa ‘asing’ dan janggal. Kata-kata dalam puisi seringkali adalah kata-kata yang tidak biasa kita gunakan sehari-hari.

Ya, penyair berusaha membuat puisi dalam bentuk yang singkat dan padat. Kata yang digunakan pun dipilih secara cermat agar mampu menampung keseluruhan makna. Nah, materi kali ini membahas kata konotasi dan lambang-lambang yang digunakan oleh penyair dalam mencipta sebuah puisi.

Seorang penyair pasti mempunyai cara agar puisinya dapat dipahami dan dinikmati pembaca. Penyair seringkali menampilkan gambar angan atau citraan dalam puisinya. Melalui citraan tersebut, pembaca puisi memperoleh gambaran yang jelas, suasana khusus, serta gambaran yang menghidupkan alam pikiran dan perasaan penyair.

Beberapa cara yang biasanya digunakan penyair ketika menciptakan sebuah puisi adalah sebagai berikut.

1. Menggunakan kata konotasi atau kata kiasan
Kata konotasi atau kata kiasan adalah kata yang memerlukan penafsiran untuk mengetahui isi/maknanya. Kata-kata konotasi/kiasan mengandung makna ganda (makna konotatif) sehingga untuk memahaminya seseorang harus menafsirkannya dengan melihat bagaimana hubungan makna kata tersebut dengan makna kata lainnya dalam puisi tersebut (analisis kontekstual).
Perhatikan contoh berikut.

Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Kini petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi

Sumber: Puisi Menyesal karya Ali Hasymi

Pemahaman terhadap makna kiasan dalam puisi tersebut mudah karena ada penjelasan pada baris berikutnya. Kata konotasi pagi diberi penjelasan muda. Kata petang diberi penjelasan dengan Batang usiaku sudah tinggi (tua).

2. Menggunakan Lambang
Menggunakan lambang/simbol dalam puisi berarti mengganti suatu hal/orang/benda dengan hal/benda lain.
Lambang dalam puisi dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
a. Lambang benda
Perhatikan contoh berikut.

Burung dara jantan
Yang dulu kau pelihara
Kini telah terbang menemui jodohnya
(WS Rendra)

Baris burung dara jantan merupakan lambang/simbol yang berarti anak laki-laki.

b. Lambang warna
Pada contoh di bawah ini lambang warna hitam digunakan untuk mengungkapkan perasaan duka.

Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi
Salemba
(Karangan Bunga karya Taufik Ismail)

c. Lambang bunyi
Lambang bunyi berarti makna khusus bunyi alat musik atau perpaduan bunyi-bunyi tertentu.

Seruling di pasir ipis, merdu
Antara gundukan pohonan pina
Tembang menggema di dua kaki
Burangrang-Tangkubanperahu

(Priangan Si Jelita karya Ramadhan K.H.)

d. Lambang suasana
Lambang suasana berarti menggambarkan suatu peristiwa atau keadaan dengan hal lain. Perhatikan contoh berikut.

Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintu-Mu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
(Doa karya Chairil Anwar)

Pada baris yang ditandai dengan garis bawah, penyair mencoba mengungkapkan suasana kegelisahan karena jauh dari Tuhan. Kegelisahan itu dilambangkan dengan mengembara di negeri yang asing.

Hal yang perlu kamu ingat ketika mencoba membuat puisi dengan kata konotasi/kias dan lambang adalah perhatikan arti kata, imajinasi, lambang/simbol yang sesuai dan umum digunakan, bunyi/rima, ritme/irama, dan tema puisi. Dengan memperhatikan hal tersebut diharapkan kamu bisa mencipta puisi yang bermakna dan bisa dipahami dengan penafsiran pembaca.

Poin Penting

  1. Kata konotasi atau kata kiasan adalah kata yang memerlukan penafsiran untuk mengetahui isi/maknanya.
  2. Lambang/simbol dalam puisi berarti mengganti suatu hal/orang/benda dengan hal/benda lain.
  3. Lambang dalam puisi yaitu: lambang benda, lambang warna, lambang bunyi, lambang suasana.
Kata Konotasi Dan Lambang Dalam Puisi | lookadmin | 4.5