Close Klik 2x

Karakteristik Sastrawan Angkatan 1945

Advertisement

Karakteristik Sastrawan Angkatan 1945 – Menemukan perbedaan karakteristik angkatan melalui membaca karya sastra yang dianggap penting pada setiap periode.

Tujuan
Siswa mengetahui karakteristik sastrawan angkatan 1945.

Pada topik sebelumnya, kalian sudah mengetahui karakteristik dari penyair angkatan Balai Pustaka dan Pujangga Baru. Pada kedua angkatan itu terdapat perbedaan dari segi tema yang diangkat. Namun, gaya bahasa belum terlalu banyak perubahan.

Pada topik ini, kita akan mengenal lebih dekat karakteristik angkatan 1945.

 

Angkatan ’45 disebut juga angkatan Chairil Anwar karena perjuanagan Chairil Anwar dalam melahirkan angkatan ’45 ini.Selain itu, angkatan ini disebut juga sebagai angkatan kemerdekaan karena dilahirkan pada tahun Indonesia memproklamirkan kemerdekaan. Itulah beberapa sebutan untuk angkatan ’45.

Sikap hidup dan sikap dalam mengarang para pengarang dan sastrawan angkatan ’45 sangat tegas. Mereka mengumumkan sikap hidup tersebut melalui Majalah Siasat dalam rubrik Gelanggang. Sikap tersebut diberi nama “Surat Kepercayaan Gelanggang”.
Karya yang lahir pada angkatan ini sangat berbeda dari angkatan sebelumnya.

Angkatan ’45 memiliki corak sastra yang dipengaruhi situasi bangsa Jepang menjajah Indonesia pada tahun 1942. Corak ini timbul karena adanya reaksi terhadap sastra yang menghamba pada pemerintahan Jepang di Indonesia dan beberapa sastrawan yang tergabung dalam Keimin Bunka Shidosho, yang juga disebut sebagai kacung Jepang.

Karakteristik Angkatan’45

  1. Puisi-puisinya bercorak bebas, tidak terikat pembagian bait, baris, atau rima
  2. Lebih bergaya ekspresionisme individualisme. Karya-karya yang lahir merupakan isi perasaan pikiran serta sikap pribadi penulis atau pengarangnya.
  3. Beraliran realisme karena mengungkapkan sesuatu yang telah biasa dilihat atau ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Bahasanya menggunakan bahasa sehari-hari, lebih mementingkan isi daripada bentuk
  5. Puisinya berisi tentang individualisme dan prosanya mengemukakan masalah kemasyarakatan sehari-hari terutama dengan latar perang kemerdekaan
  6. Karya sastranya lebih banyak mengemukakan masalah kemanusiaan yang universal
  7. Filsafat eksistensialisme mulai dikenal

Bentuk Karya Angkatan ’45

Dalam bentuk karyanya, Angkatan 45 dipengaruhi oleh pujangga-pujangga dunia seperti Prancis, Rusia, Belanda, Italia, Amerika dan sebagainya. Adapun bentuk-bentuk karya Angkatan 45 sebagai berikut.

  1. Puisi, pada Angkatan 45 dan sesudahnya berisi akibat dari perperangan dan perjuangan gerilya;
  2. Novel, pada Angkata 45 novel lebih banyak dihasilkan dari pada roman;
  3. Drama, setelah perang kemerdekaan, drama dibuka oleh El-Hakim dan Idrus, serta diberi bentuk selanjutnya oleh Usman Ismail, Armijn Pane, dan Rustandi Kartakusuma;
  4. Cerpen, isinya menggambarkan perikehidupan manusia.

Poin Penting

Angkatan ’45 mewakili tema tentang kegetiran nasib di tengah penjajahan Jepang yang sangat menindas, menampilkan cita-cita merdeka dan perjuangan revolusi fisik. Pada masa Jepang untuk berkelit dari sensor penguasa, berkembang sastra simbolik. Muncul ungkapan-ungkapan yang singkat-padat-bernas (gaya Chairil Anwar dalam puisi) dan kesederhanaan baru dengan kalimat pendek-pendek nan lugas (gaya Idrus dalam prosa fiksi/sketsa).

Karakteristik Sastrawan Angkatan 1945 | lookadmin | 4.5