Close Klik 2x

Karakteristik Gelombang Bunyi

Advertisement

Karakteristik Gelombang Bunyi – Indra pendengaran memiliki fungsi yang sangat signifikan dalam kehidupan manusia. Tentu kalian mampu kan membedakan suara masing-masing teman? Mengapa demikian? Karena masing-masing teman kalian memiliki karakteristik suara yang berbeda-beda, untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

◘ Nada dan Desah ◘

Jika ditinjau dari keteraturan frekuensinya, maka bunyi dapat dibagi menjadi 2, yaitu nada dan desah. Nada adalah bunyi yang memiliki keteraturan frekuensi (misal: lantunan lagu, suara alat musik yang dimainkan), sedangkan desah adalah bunyi yang frekuensinya tidak beraturan (misal: bunyi derit pintu, kertas dirobek, bunyi ledakan).

◘ Kuat Nada ◘

Keras atau lemahnya suara seseorang disebut kuat nada. Kuat nada dipengaruhi oleh amplitudo bunyi yang dihasilkan. Semakin besar amplitudo bunyi, maka semakin keras bunyi yang terdengar.

◘ Tinggi Nada ◘

Tinggi rendahnya vokal seseorang atau sumber bunyi dipengaruhi oleh frekuensinya. Semakin besar frekuensinya, maka semakin tinggi nada yang terdengar. Pada bagian sebelumnya telah dibahas bahwa frekuensi adalah banyaknya rapatan dan renggangan tiap satuan waktu.

Dalam teori musik, nada dituliskan dengan simbol c, d, e, f, g, a, b, c’ masing-masing nada memilki frekuensi yang berbeda. Setelah diukur, frekuensi nada-nada tersebut memiliki keteraturan dan nilai perbandingannya sebagai berikut.

◘ Timbre ◘

Setiap orang memiliki suara yang khas dan unik. Suara yang unik ini disebut sebagai timbre atau warna bunyi. Timbre muncul akibat nada-nada lain yang ikut berbunyi bersama dengan nada utamanya. Kita juga dapat membedakan dengan baik suara saksofone dan gitar, meskipun bunyi yang dihasilkan sama-sama nada c tetapi bunyi yang diperdengarkan kedua alat musik tersebut akan berbeda. Hal ini karena proses keluarnya suara pada masing-masing alat musik berbeda, ini juga disebut dengan timbre.

◘ Resonansi ◘

Ketika seorang pemain gitar memetik gitarnya maka kita akan mendengar bunyi udara di dalam rongga gitar. Hal tersebut dapat terjadi karena udara di dalam gitar ikut bergetar dengan frekuensi yang sama, peristiwa ini disebut resonansi. Jadi, resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda akibat bergetarnya sumber bunyi dengan frekuensi yang sama. Syarat resonansi adalah frekuensi sumber bunyi sama dengan frekuensi benda yang beresonansi.

Jika garputala paling kiri digetarkan lalu didekatkan pada 3 garputala lain di sebelah kanannya maka 2 garputala yang ada pada tepi tidak bergetar sementara garputala yang di tengah ikut bergetar, karena yang frekuensinya sama dengan sumber bunyi adalah graputala tengah. Pada kasus garputala berbeda dengan kasus gitar, karena garputala memiliki frekuensi tertentu sementara udara dapat berfrekuensi berapapun tergantung frekuensi sumbernya.

◘ Pemantulan Bunyi ◘

Jika kita berteriak di suatu lembah yang dikelilingi oleh bukit, maka kita akan mendengar kata serupa dari berbagai arah. Hal tersebut merupakan bukti bahwa bunyi mengalami pemantulan. Pemantulan bunyi dapat dianalogikan dengan pemantulan cahaya pada cermin dan mengikuti hukum sebagai berikut.

  1. Bunyi datang, bunyi pantul, dan garis normal terletak pada satu bidang datar.
  2. Sudut bunyi datang sama dengan sudut bunyi pantul.

        Akibat pemantulan bunyi maka dapat terjadi peristiwa yang disebut gema dan gaung. Gema adalah peristiwa pemantulan yang terjadi setelah bunyi asli, sedangkan gaung adalah pemantulan bunyi yang terjadi bersamaan dengan bunyi asli. Perhatikan bagan di bawah ini.

Gema = merdeka >>>>> mer-de-ka
Gaung = merdeka >>>>> mer- … -ka

Karakteristik Gelombang Bunyi | lookadmin | 4.5