Close Klik 2x

Karakteristik dan Ciri-Ciri Paragraf Naratif

Advertisement

Karakteristik dan Ciri-Ciri Paragraf Naratif – Siswa dapat menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu dan tempat dalam paragraf naratif.

Pada topik kali ini, kalian akan mengetahui ciri-ciri paragraf naratif. Namun, sebelum mengupas hal itu, mari kita ingat kembali macam-macam paragraf.

  1. Narasi: paragraf yang menceritakan rangkaian peristiwa secara berurutan. Biasanya terdapat tokoh, waktu kejadian, dan tempat. Tujuannya hanya untuk bercerita.
  2. Deskripsi: paragraf yang mengambarkan suasana, tempat, benda, orang, atau peristiwa. Tujuannya untuk menggambarkan.
  3. Eksposisi: paragraf yang menjelaskan suatu proses, laporan, definisi, atau klasifikasi. Tujuannya menjelaskan sesuatu sehingga pembaca yang belum tahu menjadi tahu.
  4. Argumentasi: paragraf yang memberikan alasan, biasanya disertai bukti-bukti. Tujuannya untuk meyakinkan seseorang (membujuk orang lain agar menyetujui jalan pikiran kita).
  5. Persuasi: paragraf yang mengajak orang lain untuk menyetujui dan mengikuti jalan pikiran kita. Tujuannya mempengaruhi dan mengajak.

Nah, dari tujuan penulisan di atas, kalian sudah bisa membedakan satu macam paragraf dengan paragraf lainnya, bukan? Sekarang mari kita pahami paragraf naratif secara khusus.
Paragraf naratif terbagi atas naratif ekspositoris (nonfiksi) yaitu naratif yang menceritakan sebuah kejadian nyata secara runtut dan narasi sugestif (fiksi) yaitu narasi yang menceritakan sebuah kejadian khayal secara runtut.

Perhatikan contoh.

Contoh 1
Kecelakaan di Jalan Ahmad Yani pagi tadi terjadi tepat pukul 06.30. Saat itu, lalu lintas sedang padat mengantarkan anak ke sekolah. Kecelakaan terjadi antara pengendara truk pengangkut bahan kimia dengan sepeda motor. Akibatnya, pengendara motor tewas di tempat dan kemacetan terjadi selama dua jam.

Paragraf di atas termasuk paragraf naratif ekspositoris dengan karakteristik berikut ini.
1. Menceritakan peristiwa secara berurutan.
2. Peristiwa yang diceritakan merupakan kejadian yang sesungguhnya.
3. Memiliki alur cerita yang jelas.
4. Terdapat tokoh dan latar tempat kejadian.

Contoh 2
Bagi Tisa, mendapatkan nilai 100 pada mata pelajaran Matematika bagaikan mencari jarum dalam jerami. Hal itu sulit dan tidak mungkin terjadi. Ibunya berjanji bila nilai ujian semester ini dia mendapatkan nilai 100 pada Matematika, dia dihadiahi berlibur ke rumah pamannya di Bali. Dalam sehari dia akan menghabiskan waktu di Pulau Penyu, berwisata pantai, banana boat dan terbang layang, serta membeli beraneka souvenir untuk oleh-oleh.

Paragraf di atas termasuk paragraf naratif sugestif dengan karakteristik sebagai berikut.
1. Menceritakan peristiwa secara berurutan.
2. Peristiwa yang diceritakan merupakan kejadian yang belum terjadi dan khayal.
3. Memiliki alur cerita yang jelas.
4. Terdapat tokoh dan latar tempat kejadian.

Poin Penting

  1. Narasi : paragraf yang menceritakan rangkaian peristiwa secara berurutan. Biasanya terdapat tokoh dan alur. Tujuannya hanya untuk bercerita.
  2. Paragraf naratif terbagi atas naratif ekspositoris yaitu paragraf yang menceritakan sebuah kejadian nyata secara runtut dan narasi sugestif yaitu paragraf yang menceritakan sebuah kejadian khayal secara runtut.

Paragraf naratif ekspositoris memiliki ciri-ciri:

a) Menceritakan peristiwa secara berurutan.

b) Peristiwa yang diceritakan merupakan kejadian yang sesungguhnya.

c) Memakai bahasa denotatif.

d) Memiliki alur cerita yang jelas.

e) Terdapat tokoh dan latar tempat kejadian.

Paragraf naratif sugestif memiliki ciri-ciri:
a) Menceritakan peristiwa secara berurutan.
b) Peristiwa yang diceritakan merupakan kejadian yang belum terjadidan khayal.
c) Memakai bahasa konotatif.
d) Memiliki alur cerita yang jelas.
e) Terdapat tokoh dan latar tempat kejadian.

Karakteristik dan Ciri-Ciri Paragraf Naratif | lookadmin | 4.5