Close Klik 2x

Kaitan Unsur Intrinsik Cerpen dengan Kehidupan Sehari-hari

Advertisement

Kaitan Unsur Intrinsik Cerpen dengan Kehidupan Sehari-hari – Siswa mampu mengaitkan unsur-unsur intrinsik suatu cerpen dengan kehidupan sehari-hari.

Perhatikan foto di bawah ini! Tebak! Siapakah sosok di dalam foto berikut ini?

Sosok dalam foto di atas adalah Asma Nadia, seorang penulis novel dan cerpen Indonesia. Beberapa karyanya telah diangkat menjadi film, baik layar lebar atau sinema elektronik (sinetron). Satu di antaranya adalah cerpen “Emak Ingin Naik Haji” yang sempat meraih nominasi pada Festival Film Indonesia 2009.

Apakah kamu pernah menonton film yang diangkat dari cerpen? Apakah kamu merasa bahwa kehidupan tokoh-tokoh di dalamnya mirip dengan kehidupan sehari-hari?

Cerpen yang diangkat menjadi film membuktikan bahwa suatu karya sastra memiliki keimiripan dengan kehidupan sehari-hari melalui peristiwa yang dialami para tokohnya. Selain itu, masih banyak keterkaitan lain antara karya sastra, khususnya cerpen, dengan kehidupan sehari-hari. Untuk lebih memahaminya, simak pembahasan materi dan contoh berikut ini!

Cerita pendek (cerpen) adalah karangan pendek yang berbentuk prosa. Karakteristik cerpen antara lain: panjangnya tidak lebih dari 10.000 kata, alur tunggal dan lurus, serta konflik yang dialami tokoh lebih sederhana daripada novel.

Sebagai sebuah karya sastra, cerpen memiliki unsur-unsur yang membangun cerita secara keseluruhan dari dalam cerpen itu sendiri. Unsur tersebut disebut dengan unsur intrinsik. Unsur-unsur intrinsik cerpen adalah sebagai berikut.

1. Tema, yaitu ide pokok yang mendasari cerita dalam cerpen;

2. Amanat, yaitu pesan moral yang ingin disampaikan pengarang cerpen kepada pembaca;

3. Plot atau alur, yaitu rangkaian cerita atau peristiwa dalam sebuah cerpen. Plot dalam cerpen umumnya terdiri atas beberapa tahapan berikut ini.

  • Pengenalan, yaitu tahap pengenalan tokoh-tokoh dalam drama;
  • Konflik, yaitu munculnya masalah yang dialami tokoh-tokoh;
  • Komplikasi, yaitu konflik yang terjadi semakin banyak dan rumit;
  • Klimaks, yaitu puncak dari konflik yang dialami tokoh-tokoh;
  • Peleraian, yaitu penyelesaian konflik yang dialami tokoh;
  • Penyelesaian, yaitu berakhirnya cerita dan konflik dalam drama.

4. Tokoh dan penokohan. Tokoh adalah karakter yang menjadi pelaku cerita dalam cerpen, sedangkan penokohan adalah gambaran karakter atau watak masing-masing tokoh. Tokoh terbagi menjadi beberapa macam, yaitu sebagai berikut.

  • Tokoh utama, yaitu tokoh yang menjadi pusat cerita;
  • Tokoh pembantu, yaitu tokoh yang mendukung cerita yang dialami tokoh utama;
  • Tokoh figuran, yaitu tokoh yang menjadi penegas latar;
  • Tokoh protagonis, yaitu tokoh yang berperilaku baik;
  • Tokoh antagonis, yaitu tokoh berperilaku buruk atau jahat;
  • Tokoh tritagonis, yaitu tokoh yang netral.

5. Latar, yaitu keterangan tempat, waktu, dan suasana yang mendasari terjadinya peristiwa dalam cerpen. Sesuai definisinya, latar terdiri atas latar tempat, latar waktu, dan latar suasana.

6. Sudut pandang, yaitu cara pencerita menceritakan isi cerpen. Sudut pandang terdiri atas tiga macam, yaitu sebagai berikut.

  • Sudut pandang orang pertama (akuan), yaitu sudut pandang yang menggunakan kata ganti orang pertama (aku dan saya);
  • Sudut pandang orang ketiga terbatas (diaan-terbatas), yaitu sudut pandang yang menggunakan kata ganti orang ketiga (dia) yang terbatas pada tokoh tertentu;
  • Sudut pandang orang ketiga mahatahu (diaan-mahatahu), yaitu sudut pandang yang menggunakan kata ganti ketiga (dia) yang tidak terbatas pada tokoh tertentu sehingga pencerita seolah-olah mengetahui semua peristiwa yang dialami oleh setiap tokoh.

KAITAN UNSUR INTRINSIK CERPEN DENGAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Sebagai suatu karya sastra, cerpen bersifat fiktif, yaitu berdasarkan imajinasi atau khalayan pengarangnya semata. Namun demikian, cerpen biasanya memiliki keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan, cerpen bisa jadi merupakan cerminan kehidupan seseorang, baik pengarang itu sendiri maupun orang lain. Keterkaitan cerpen dengan kehidupan sehari-hari dapat muncul melalui unsur-unsur intrinsiknya.

Agar dapat mengaitkan unsur intrinsik cerpen dengan kehidupan sehari-hari, langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.

  1. Membaca cerpen dengan cermat dan saksama,
  2. Menganalisis dan mencatat unsur-unsur intrinsik cerpen,
  3. Mengaitkan setiap unsur intrinsik tersebut dengan kejadian nyata yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai contoh, bacalah cerpen berikut dengan saksama lalu kaitkanlah unsur-unsur intrinsiknya dengan kehidupan sehari-hari.

Perhatikan Contoh


Dalam cerpen tersebut diceritakan seorang tokoh bernama Buyung yang memiliki teman bernama Rama. Buyung tinggal di daerah pantai di Sumatera yang berkali-kali mengalami musibah gempa bumi sehingga menyebabkan Rama panik dan takut saat mengalami gempa kecil.

Kaitan unsur intrinsik cerpen tersebut dengan kehidupan sehari-hari dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Tema

Tema cerpen tersebut adalah ketabahan dalam menghadapi musibah atau cobaan. Cerita demikian sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Musibah yang dialami oleh seseorang dapat menjadikan orang tersebut takut, sakit, kecewa, marah, atau trauma. Namun, banyak pula orang tabah menghadapi musibah yang dialami, terutama orang teresebut sudah terbiasa mengalami musibah tersebut berulang-ulang, seperti halnya musibah gempa bumi yang disertai tsunami seperti yang diceritakan dalam cerpen di atas.

2. Amanat

Amanat yang dapat diambil dari cerpen tersebut adalah perlunya berlapang dada saat mengalami musibah sebagaimana dialami oleh tokoh Buyung dan keluarga. Dengan sikap lapang dada, dia tidak merasa ketakutan lagi saat musibah yang lebih kecil terjadi. Sikap tersebut perlu dicontoh dalam kehidupan sehari-hari. Musibah yang terjadi perlu disikapi dengan arif sehingga tidak menimbulkan prasangka buruk kepada Tuhan. Musibah yang terjadi sepatutnya membuat manusia menjadi lebih waspada dan bijak dalam menjaga lingkungannya.

3. Latar

Latar tempat pada cerpen tersebut adalah pantai barat Sumatera. Meskipun tidak dijelaskan secara rinci, dapat diketahui bahwa latar pantai di dalam cerpen tersebut berlokasi di wilayah barat Sumatera yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Berdasarkan latar waktu dalam cerpen tersebut, kejadian berlangsung setelah musibah gempa dan tsunami yang terjadi di wilayah Barat Sumatera. Waktu dan tempat dalam cerpen tersebut berkaitan erat dengan kehidupan nyata, terutama saat terjadinya gempa dan tsunami di wilayah Barat Sumatera beberapa tahun silam.

4. Tokoh

Tokoh dalam cerpen tersebut adalah Buyung, Rama, dan keluarga. Buyung berwatak tabah dan tenang, sedangkan Rama berwatak mudah panik dan takut. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang memiliki sikap yang berbeda saat menghadapi musibah. Ada yang bersikap seperti Buyung, tenang dan bijak, namun ada juga yang bersikap seperti Rama, panik dan takut saat mengalami musibah.

5. Alur

Berdasarkan alurnya, peristiwa utama yang melatari cerita dalam cerpen tersebut adalah musibah gempa bumi yang terjadi di pantai barat Sumatera. Akibat musibah tersebut, penduduk setempat seperti Buyung bersikap lapang dada dan selalu dalam keadaan siap siaga saat musibah berikutnya terjadi kembali. Peristiwa tersebut memiliki keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari, yaitu musibah gempa bumi yang melandai wilayah barat Sumatera beberapa tahun silam.

Poin Penting

  1. Cerita pendek (cerpen) adalah karangan pendek berbentuk prosa yang panjangnya tidak lebih dari 10.000 kata.
  2. Unsur intrinsik cerpen adalah unsur-unsur yang membangun keseluruhan cerita dalam cerpen dari dalam, seperti: tema, amanat, alur, latar, tokoh dan penokohan, serta sudut pandang.
  3. Meskipun bersifat fiktif, cerpen memiliki keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari yang ditunjukkan melalui unsur-unsur intrinsiknya.
Kaitan Unsur Intrinsik Cerpen dengan Kehidupan Sehari-hari | lookadmin | 4.5