Kaitan Isi Drama dengan Kehidupan Sehari-Hari

Kaitan Isi Drama dengan Kehidupan Sehari-Hari – Siswa dapat memahami kaitan isi drama dengan kehidupan sehari-hari dengan baik.

Saat mendengar kata ”drama”, apa yang akan kalian pikirkan? Apakah kalian memikirkan sebuah pementasan di atas panggung dengan sorotan lampu yang apik atau memikirkan tulisan yang berisi banyak dialog?

Jika kalian memikirkan para tokoh yang berdialog di atas panggung dengan penataan yang sedemikian rupa, hiasan properti, dan pencahayaan yang apik, maka drama dapat diartikan sebagai sebuah pertunjukan. Pertunjukan drama memerlukan bahan baku agar dapat menghasilkan pementasan yang baik. Bahan baku tersebut adalah naskah yang disebut pula dengan istilah ”drama”.

Drama menjadi salah satu genre dalam konteks kesusastraan, seperti puisi dan cerita rekaan. Drama memiliki dua pengertian sebagai jenis pertunjukan dan jenis karya sastra. Oleh karena itu, drama dapat disebut sebagai karya yang berdimensi ganda, yaitu dimensi pertunjukan dan dimensi sastra.

Drama sebagai dimensi sastra memiliki perbedaan dengan genre sastra lainnya. Bentuk drama dapat dipahami sebagai tulisan berupa dialog yang disusun atas babak-babak dan setiap babak dibagi ke dalam adegan-adegan. Namun, ada pula drama yang berbentuk monolog. Monolog tersebut disusun hanya dalam satu babak dan hanya terdiri atas satu adegan. Ada pun drama sebagai dimensi pertunjukan memiliki kaidah-kaidah tertentu, seperti durasi dalam pementasan yang perlu disesuaikan dengan keadaan penonton. Selain itu, konflik drama perlu dikemas dengan visualisasi yang baik dan menarik sehingga penonton merasa penasaran dan tertarik dengan pementasan tersebut.

KAITAN ISI DRAMA DENGAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Hubungan drama sebagai bagian dimensi pertunjukan dan dimensi sastra tidak dapat dilepaskan satu sama lain, seperti halnya mata uang logam. Berdasarkan hal itu, drama dapat didefinisikan sebagai genre sastra yang mengisahkan konflik manusia dengan aspek-aspek kehidupan di sekitarnya yang cara penceritaannya disusun dalam bentuk naskah untuk dipentaskan (Hendayana, Yayat dan Lina Meilinawati Rahayu, 2010: 22). Drama baik sebagai pertunjukan maupun bentuk sastra tetap tidak terlepas dari konflik manusia dengan berbagai aspek kehidupan di sekitarnya, termasuk konflik batin yang dialami dalam diri manusia sendiri. Pengarang akan merefleksikan pengalaman dan pemikirannya dalam drama yang ditulisnya. Pengalaman dan pemikiran tersebut didapatkan dari keadaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Perhatikan Contoh

Bacalah penggalan drama berikut dengan cermat!

Penggalan drama tersebut hanya sebagian dari hal yang disampaikan oleh W.S. Rendra dalam drama ”Mastodon dan Burung Kondor” yang pernah dipentaskan pada tahun 1973 di Yogyakarta. Dalam penggalan drama tersebut, kalian dapat melihat bahwa tema dalam menulis drama sangat luas. Tema penulisan drama tidak hanya seputar kisah cinta tetapi bertemakan kekuasaan politik yang pelik.

Melalui ”Mastodon dan Burung Kondor”, pengarang merangkum berbagai hal yang telah terjadi dalam kehidupan sehari-harinya, terutama saat masa pemerintahan saat itu. Drama tersebut berisi sindiran terhadap pemerintahan Soeharto. W.S Rendra pernah mengalami pencekalan oleh pemerintah pada masa itu karena drama dan karya sastranya yang berisi sindirian terhadap pemerintah.

Kalian dapat melihat salah satu contoh drama pengarang besar Indonesia tersebut sebagai pemahaman tentang drama dan kaitannya dengan kehidupan manusia. Hal yang dialami seseorang dalam kehidupan sehari-hari dapat dituangkan ke dalam karya. Jika membaca dan menyaksikan pementasan drama, maka kalian dapat melihat kisah drama tersebut berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa karya sastra, terutama drama dapat menjadi media komunikasi untuk menyampaikan berbagai hal, seperti menyuarakan kebenaran, menunjukkan bahayanya korupsi, memperlihatkan segala sikap manusia, dan sebagainya.

Poin Penting

Beberapa poin penting yang dapat kalian pahami dalam topik ini adalah sebagai berikut.

  1. Drama dapat didefiniskan sebagai genre sastra yang mengisahkan konflik manusia dengan aspek-aspek kehidupan di sekitarnya yang cara penceritaannya disusun dalam bentuk naskah untuk dipentaskan (Hendayana, Yayat dan Lina Meilinawati Rahayu, 2010: 22);
  2. Masalah kehidupan sehari-hari yang dialami oleh manusia menjadi konflik yang sering ditemui dalam karya sastra, terutama drama;
  3. Drama dapat disebut sebagai karya yang berdimensi ganda, yaitu berdimensi pertunjukan dan berdimensi sastra;
  4. Seorang pengarang, terutama dalam menulis drama akan merefleksikan pengalaman dan pemikirannya tentang berbagai hal dalam kehidupan.
Kaitan Isi Drama dengan Kehidupan Sehari-Hari | lookadmin | 4.5