Jenis-Jenis Puisi

Jenis-Jenis Puisi – Siswa mampu mengidentifikasi jenis-jenis puisi.

Masih ingat apa yang disebut puisi, bukan? Kamu bisa mempelajarinya lagi di bagian pengertian puisi. Baik, sekarang yang akan kamu pelajari adalah jenis-jenis puisi.

Puisi terdiri atas beberapa jenis bergantung pada isi, jumlah baris, maupun pengelompokan yang lain. Kamu tentu pernah membaca puisi yang isinya tentang cinta, ada juga yang bercerita tentang perjuangan, dan lain sebagainya. Tiap-tiap bentuk pun pasti mempunyai nama masing-masing.

Jenis Puisi Berdasarkan Isi

Berdasarkan isinya, puisi dikelompokkan menjadi 3 jenis. Pembagian 3 jenis puisi tersebut yaitu puisi naratif, puisi lirik, dan puisi deskriptif. Dari setiap jenis puisi tersebut masih ada pembagian lagi. *Nah*, untuk mengetahui jenis-jenis puisi secara menyeluruh perhatikanlah penjelasannya berikut ini.

1. Puisi Naratif
Puisi naratif adalah puisi yang berisi kisah atau cerita. Bisa juga dikatakan puisi naratif adalah puisi yang mengungkapkan cerita dan penjelasan penyair. Puisi naratif terbagi lagi menjadi dua macam, yaitu:

a. Balada
Balada adalah puisi yang bercerita tentang orang-orang perkasa atau tokoh yang menjadi pujaan. Contoh balada adalah puisi berjudul Blues untuk Bonnie karya W.S. Rendra.

b. Romansa (romance)
Romansa adalah puisi yang berisi luapan cinta kasih. Puisi jenis ini menggunakan bahasa yang romantis. Romansa berisi kisah percintaan yang kadang diselingi perkelahian dan petualangan.

2. Puisi Lirik
Puisi lirik adalah puisi yang berisi luapan batin individual penyair disertai dengan pengalaman, sikap dan suasana batin yang melingkupinya. Puisi lirik terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu elegi, ode, serenada, dan himne.

a. Elegi adalah puisi yang mengungkapkan perasaan duka penyair. Elegi juga berisi ratap tangis. Contoh elegi adalah puisi Elegi Jakarta</> karya Asrul Sani.

b. Ode adalah puisi berisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Ode dapat juga berisi pujaan terhadap suatu hal atau keadaan. Contoh ode adalah puisi Teratai karya Sanusi Pane yang berisi sanjungan untuk Ki Hajar Dewantara.

c. Serenada adalah puisi cinta yang dapat dinyanyikan. Kata serenada berarti nyanyian yang tepat dinyanyikan pada waktu senja. Contoh serenada adalah puisi karya W.S. Rendra yaituSerenada Hitam, Serenada Biru, Serenada Merah Jambu, dan lain sebagainya. Warna-warna di belakang serenada melambangkan sifat nyanyian cinta itu, ada yang sedih, kecewa, bahagia, dan lain-lain.

d. Himne adalah puisi yang berisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan. Contoh himne adalah ungkapan cinta tanah air seperti puisi Priangan Si Jelita karya Ramadhan K.H.

3. Puisi Deskriptif
Jenis ketiga adalah puisi deskriptif. Puisi deskriptif adalah puisi yang berisi kesan penyair terhadap keadaan, peristiwa, benda, atau suasana yang dianggap menarik perhatian. Puisi yang termasuk puisi deskriptif yaitu satire, kritik sosial, dan impresionistik.

a. Satire adalah puisi yang mengungkapkan ketidakpuasan penyair terhadap suatu keadaan, yang dituangkannya dengan cara menyindir, atau menyatakan sebaliknya.

b. Puisi kritik sosial adalah puisi yang berisi rasa tidak senang penyair terhadap keadaan atau terhadap seseorang. Rasa tidak senang tersebut diungkapkan dengan membeberkan ketidakberesan keadaan atau orang tersebut.
c. Impresionistik adalah puisi yang mengungkapkan kesan (impresi) penyair terhadap suatu hal.

Apabila dikelompokkan berdasarkan jumlah baris, pengelompokan puisi berdasarkan jumlah baris yaitu distikon (2 baris), tersina (3 baris), kuatrin (4 baris), kuint (5 baris), sektet (6 baris), septima (7 baris), oktaf (8 baris), soneta (14 baris). Khusus untuk soneta bisa terdiri atas 3 kuatrin dan 1 distikon atau 2 kuatrin dan 2 tersina.

Poin Penting

  1. Menurut isinya, puisi dikelompokkan menjadi 3 jenis yaitu puisi naratif, puisi lirik, dan puisi deskriptif.
  2. Puisi naratif terbagi menjadi dua macam, yaitu balada dan romansa (romance).
  3. Puisi lirik terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu elegi, ode, himne, dan serenada.
  4. Puisi yang termasuk puisi deskriptif yaitu satire, kritik sosial, dan impresionistik.
  5. Pengelompokan puisi yang lain yaitu puisi visual, puisi diafan, dan puisi prismatis.
  6. Puisi juga bisa dikelompokkan berdasarkan jumlah baris, yaitu distikon (2 baris), tersina (3 baris), kuatrin (4 baris), kuint (5 baris), sektet (6 baris), septima (7 baris), oktaf (8 baris), soneta (14 baris).
Jenis-Jenis Puisi | lookadmin | 4.5