Close Klik 2x

Jenis-Jenis Pemantulan Bunyi

Advertisement

Jenis-Jenis Pemantulan Bunyi – Pada topik sebelumnya, kalian telah mempelajari tentang sifat-sifat gelombang. Nah pada topik kali ini, kita akan mempelajari tentang Jenis-Jenis Pemantulan Bunyi.

Mari kita mengingat kembali tentang sifat bunyi.

A. Hukum Pemantulan Bunyi

Coba kalian berteriak di dalam ruangan yang tertutup rapat atau di depan dinding tebing sebuah bukit? Apa yang kalian dengar? Pasti kalian akan mendengar bunyi samar-samar yang serupa. Hal tersebut karena suara dipantulkan oleh dinding-dinding ruangan atau dinding tebing bukit. Adapun perumusan hukum tentang pemantulan bunyi adalah sebagai berikut.
1. Bunyi datang, garis normal, dan bunyi pantul terletak pada satu bidang.
2. Sudut datang sama (i) dengan sudut pantul (r).

Hukum pemantulan bunyi hampir sama dengan hukum pemantulan cahaya. Hal ini karena bunyi dan cahaya merupakan gelombang yang dapat mengalami pemantulan.

B. Macam-Macam Bunyi Pantul

Keras lemahnya bunyi pantul dipengaruhi oleh faktor cepat rambat bunyi dalam suatu medium (zat perantara), jarak antara pendengar dengan dinding pemantul, dan jarak sumber bunyi dengan dinding pemantul. Bunyi pantul dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut.

1. Bunyi Pantul yang Memperkuat Bunyi Asli
Bunyi pantul yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi aslinya sehingga bunyi asli terdengar lebih keras. Bunyi pantul terjadi jika jarak antara sumber bunyi dan pendengar dekat dengan dinding pantul sehingga bunyi akan dipantulkan dengan sangat cepat. Misalnya suara seorang siswa di dalam ruang kelas akan lebih keras dibandingan dengan suara siswa yang berada di lapangan sepak bola. Hal itu dikarenakan suara di dalam ruangan akan dipantulkan oleh dinding- dinding ruang kelas.

2. Gaung
Gaung adalah bunyi pantul yang terdengar sebagian bersamaan dengan bunyi asli sehingga bunyi asli menjadi tidak jelas. Gaung terjadi karena antara sumber bunyi dan pendengar jaraknya cukup jauh dengan dinding pantul. Gaung juga dapat terjadi pada bidang pantul yang tidak rata. Akibatnya, terjadi penumpukan bunyi-bunyi pantul sehingga menyebabkan sebagian bunyi asli mengalami pelemahan dan sebagian lainnya mengalami penguatan sehingga bunyi asli terdengar tidak jelas. Misalnya :
bunyi asli : mem-ba-ca;
bunyi pantul : mem-ba-ca; dan
terdengar : mem…ca.

Gaung merupakan jenis pemantulan bunyi yang merugikan. Gaung terjadi pada tebing-tebing terjal, aula, gedung konser musik, studio rekaman, studio musik, gedung bioskop, dan gua. Oleh karena itu, dinding-dinding dalam gedung tersebut dilapisi zat peredam suara untuk mengurangi gaung. Bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai peredam gaung antara lain karpet, kertas karton, kain wol, gabus, dan busa.

3. Gema
Gema merupakan bunyi pantul yang terdengar sangat jelas setelah bunyi asli. Hal ini dikarenakan antara bunyi pantul dengan bunyi asli tidak saling mengganggu. Bunyi pantul terjadi apabila jarak sumber bunyi dan pendengar jauh dari dinding pemantul.

Sifat gema ini dapat dimanfaatkan untuk pengukuran kedalaman laut, dan pengukuran kedalaman gua. Contohnya sebuah kapal mengirim sinyal bunyi ke dalam laut sehingga sinyal dipantulkan oleh dasar laut dan kembali diterima oleh alat penerima sinyal. Pada peristiwa gema, selisih waktu antara bunyi asli dan bunyi pantul (t) merupakan waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak bolak-balik (2s) dari sumber bunyi menuju pendengar melalui suatu medium dengan cepat rambat v. Berlaku hubungan:

Keterangan:
s = jarak sumber bunyi dengan bidang pemantul (m);
v = cepat rambat bunyi dalam medium (m/s); dan
t = selisih waktu (s).

Jenis-Jenis Pemantulan Bunyi | lookadmin | 4.5