Close Klik 2x

Jenis-jenis Bidang Spesialisasi Akuntansi

Advertisement

Jenis-jenis Bidang Spesialisasi Akuntansi – Sebagai sebuah bidang ilmu, akuntansi terus mengalami perkembangan sesuai kebutuhan. Perkembangan ini juga didorong oleh makin beragamnya transaksi yang terjadi yang membutuhkan bidang spesialisasi akuntansi untuk merekam transaksi yang ada. Apa sajakah bidang-bidang spesialisasi tersebut? Mari kita simak materinya berikut ini.

      Akuntansi (accounting) berbeda dengan pembukuan (bookkeeping). Pembukuan merupakan aktivitas pencatatan yang merupakan bagian dari akuntansi yang meliputi seluruh proses pelaporan, mulai dari pengidentifikasian transaksi bisnis, pencatatan, pengkomunikasian dalam bentuk laporan sampai pada tahapan analisis dan interpretasi.

Akuntansi dibedakan berdasarkan bidang spesialisasinya, seperti di bawah ini:
1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Akuntansi keuangan adalah cabang akuntansi yang menyediakan pelaporan keuangan berdasarkan pencatatan transaksi perusahaan secara periodik. Akuntansi keuangan dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK).
2. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
Auditing adalah cabang akuntansi yang bertugas menguji dan memeriksa kebenaran dan kewajaran atas pernyataan penyusun laporan yang merupakan tanggung jawab dari penyusun laporan. Pemeriksaan dilakukan untuk memeriksa kebenaran atas laporan keuangan, kegiatan operasional perusahaan, dan kepatuhan atas peraturan yang mengikat perusahaan. Pihak yang melakukan pemeriksaan disebut auditor yang merupakan pihak yang memiliki obyektifitas dan kebebasan dalam menentukan pendapat atas laporan keuangan.
3. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Cabang khusus akuntansi yang menitikberatkan pada kegiatan pencatatan dan penyajian informasi biaya operasional perusahaan disebut akuntansi biaya. Informasi biaya ini akan digunakan oleh manajemen sebagai dasar perencanaan dan pengendalian biaya operasional serta menentukan harga pokok produksi secara tepat.
Akuntansi biaya banyak digunakan pada perusahaan manufaktur dimana aktivitas utamanya adalah memproduksi barang. Tidak ada standar baku dalam penyajian laporan biaya ini. Yang ada hanya standar metode penghitungan biaya. Informasi biaya bersifat rahasia dan tidak dipublikasikan untuk umum.
4. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
Akuntansi manajemen mengkhususkan pada pengembangan dan penafiran informasi akuntansi untuk membantu manajemen dalam menjalankan perusahaan. Akuntansi manajemen mengkombinasikan informasi akuntansi biaya dan informasi lainnya sehingga dapat dihasilkan informasi yang bersifat menyeluruh dan dijadikan sebagai dasar proyeksi untuk perencanaan perusahaan. Penganggaran juga masuk dalam bagian dari akuntansi manajemen.
5. Akuntansi Pajak (Tax Accounting)
Tidak seperti cabang akuntansi yang lainnya, akuntansi perpajakan memiliki fungsi yang berbeda. Dalam akuntansi perpajakan, seorang akuntan bertugas melaksanakan peraturan perpajakan, perencanaan perpajakan (tax planning), pelaksanaan administrasi perpajakan dan mewakili perusahaan sebagai wajib pajak dihadapan kantor pajak.
Dalam perencanaan perpajakan, seorang akuntan bisa memberikan nasihat dalam meminimalkan pengaruh pajak sepanjang tidak melanggar undang-undang, pemilihan bentuk badan usaha, metode akuntansi yang digunakan, dan cara menangani transaksi terkait dengan hukum perpajakan.
6. Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting)
Akuntansi anggaran menitikberatkan pada perencanaan kegiatan perusahaan yang hasilnya akan dijadikan sebagai bahan perbandingan antara anggaran yang direncanakan dengan hasil kerja yang dicapai.
7. Akuntansi Sektor Publik atau Akuntansi Pemerintahan (Government Accounting)
Akuntansi pemerintahan merupakan cabang akuntansi yang secara khusus diterapkan di instansi-instansi pemerintahan dengan fokus kegiatan pada pengelolaan APBN maupun APBD.
8. Akuntansi Internasional (International Accounting)
Dengan makin luasnya kegiatan perekonomian dan transaksi yang terjadi melibatkan negara lain maka mulai dikembangkan satu cabang akuntansi yang secara khusus menangani permasalahan transaksi dengan pihak luar negeri dan menyajikan pelaporan yang disesuaikan dengan kebutuhan negara-negara tersebut.
9. Sistem Akuntansi (Accounting System)
Sistem akuntansi menitikberatkan kegiatan pada pembuatan sistem akuntansi. Sistem ini dirancang untuk mengendalikan praktik akuntansi perusahaan secara intern, menciptakan arus laporan keuangan yang efektif dan efisien. Dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih, sistem akuntansi kini telah dirancang secara komputerisasi (computerized).
10. Akuntansi Nirlaba (Non-profit Accounting)
Dengan makin banyaknya lembaga-lembaga nirlaba yang tidak bertujuan mencari keuntungan namun memiliki arus keuangan yang signifikan, maka dikembangkanlah sebuah sistem keuangan yang mampu menyajikan laporan keuangan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak pemberi dana. Dengan demikian lembaga nirlaba memiliki kredibilitas yang baik dalam operasional kegiatannya.

JENIS-JENIS BIDANG SPESIALISASI AKUNTANSI

Sebagai sebuah bidang ilmu, akuntansi terus mengalami perkembangan sesuai kebutuhan. Perkembangan ini juga didorong oleh makin beragamnya transaksi yang terjadi yang membutuhkan bidang spesialisasi akuntansi untuk merekam transaksi yang ada. Apa sajakah bidang-bidang spesialisasi tersebut? Mari kita simak materinya berikut ini.

      Akuntansi (accounting) berbeda dengan pembukuan (bookkeeping). Pembukuan merupakan aktivitas pencatatan yang merupakan bagian dari akuntansi yang meliputi seluruh proses pelaporan, mulai dari pengidentifikasian transaksi bisnis, pencatatan, pengkomunikasian dalam bentuk laporan sampai pada tahapan analisis dan interpretasi.

Akuntansi dibedakan berdasarkan bidang spesialisasinya, seperti di bawah ini:
1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Akuntansi keuangan adalah cabang akuntansi yang menyediakan pelaporan keuangan berdasarkan pencatatan transaksi perusahaan secara periodik. Akuntansi keuangan dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK).
2. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
Auditing adalah cabang akuntansi yang bertugas menguji dan memeriksa kebenaran dan kewajaran atas pernyataan penyusun laporan yang merupakan tanggung jawab dari penyusun laporan. Pemeriksaan dilakukan untuk memeriksa kebenaran atas laporan keuangan, kegiatan operasional perusahaan, dan kepatuhan atas peraturan yang mengikat perusahaan. Pihak yang melakukan pemeriksaan disebut auditor yang merupakan pihak yang memiliki obyektifitas dan kebebasan dalam menentukan pendapat atas laporan keuangan.
3. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Cabang khusus akuntansi yang menitikberatkan pada kegiatan pencatatan dan penyajian informasi biaya operasional perusahaan disebut akuntansi biaya. Informasi biaya ini akan digunakan oleh manajemen sebagai dasar perencanaan dan pengendalian biaya operasional serta menentukan harga pokok produksi secara tepat.
Akuntansi biaya banyak digunakan pada perusahaan manufaktur dimana aktivitas utamanya adalah memproduksi barang. Tidak ada standar baku dalam penyajian laporan biaya ini. Yang ada hanya standar metode penghitungan biaya. Informasi biaya bersifat rahasia dan tidak dipublikasikan untuk umum.
4. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
Akuntansi manajemen mengkhususkan pada pengembangan dan penafiran informasi akuntansi untuk membantu manajemen dalam menjalankan perusahaan. Akuntansi manajemen mengkombinasikan informasi akuntansi biaya dan informasi lainnya sehingga dapat dihasilkan informasi yang bersifat menyeluruh dan dijadikan sebagai dasar proyeksi untuk perencanaan perusahaan. Penganggaran juga masuk dalam bagian dari akuntansi manajemen.
5. Akuntansi Pajak (Tax Accounting)
Tidak seperti cabang akuntansi yang lainnya, akuntansi perpajakan memiliki fungsi yang berbeda. Dalam akuntansi perpajakan, seorang akuntan bertugas melaksanakan peraturan perpajakan, perencanaan perpajakan (tax planning), pelaksanaan administrasi perpajakan dan mewakili perusahaan sebagai wajib pajak dihadapan kantor pajak.
Dalam perencanaan perpajakan, seorang akuntan bisa memberikan nasihat dalam meminimalkan pengaruh pajak sepanjang tidak melanggar undang-undang, pemilihan bentuk badan usaha, metode akuntansi yang digunakan, dan cara menangani transaksi terkait dengan hukum perpajakan.
6. Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting)
Akuntansi anggaran menitikberatkan pada perencanaan kegiatan perusahaan yang hasilnya akan dijadikan sebagai bahan perbandingan antara anggaran yang direncanakan dengan hasil kerja yang dicapai.
7. Akuntansi Sektor Publik atau Akuntansi Pemerintahan (Government Accounting)
Akuntansi pemerintahan merupakan cabang akuntansi yang secara khusus diterapkan di instansi-instansi pemerintahan dengan fokus kegiatan pada pengelolaan APBN maupun APBD.
8. Akuntansi Internasional (International Accounting)
Dengan makin luasnya kegiatan perekonomian dan transaksi yang terjadi melibatkan negara lain maka mulai dikembangkan satu cabang akuntansi yang secara khusus menangani permasalahan transaksi dengan pihak luar negeri dan menyajikan pelaporan yang disesuaikan dengan kebutuhan negara-negara tersebut.
9. Sistem Akuntansi (Accounting System)
Sistem akuntansi menitikberatkan kegiatan pada pembuatan sistem akuntansi. Sistem ini dirancang untuk mengendalikan praktik akuntansi perusahaan secara intern, menciptakan arus laporan keuangan yang efektif dan efisien. Dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih, sistem akuntansi kini telah dirancang secara komputerisasi (computerized).
10. Akuntansi Nirlaba (Non-profit Accounting)
Dengan makin banyaknya lembaga-lembaga nirlaba yang tidak bertujuan mencari keuntungan namun memiliki arus keuangan yang signifikan, maka dikembangkanlah sebuah sistem keuangan yang mampu menyajikan laporan keuangan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak pemberi dana. Dengan demikian lembaga nirlaba memiliki kredibilitas yang baik dalam operasional kegiatannya.

Jenis-jenis Bidang Spesialisasi Akuntansi | lookadmin | 4.5