Isi dan Tema Puisi

Advertisement

Isi dan Tema Puisi – Siswa mampu mengungkapkan Isi suatu puisi yang disampaikan secara langsung.

Membicarakan puisi tentu akan semakin menarik apabila kamu sudah mengetahui tema dan isinya dengan jelas. Tema dan isi puisi memiliki lambang dan bahasa yang sangat beragam. Kamu hendaknya sering-sering membaca puisi dan berlatih menelaah tema dan kandungan isinya. Jangan salah, di dalam puisi juga terkandung nilai-nilai moral yang patut kamu teladani.

Puisi terbentuk karena ada unsur-unsur yang membangunnya. Salah satu unsur ini disebut unsur bentuk batin. Unsur bentuk batin (hakikat puisi) adalah isi atau kandungan yang hendak dikemukakan oleh penyair. Hal-hal yang terdapat dalam bentuk batin puisi adalah sebagai berikut.

1. Tema

Tema dalam puisi adalah inti persoalan yang terkandung dalam puisi. Ada puisi dengan tema ketuhanan, kemanusiaan, kritik sosial, kegagalan cinta, kebahagiaan, penderitaan hidup, perjuangan, keindahan alam, dan lain-lain.

2. Rasa

Bagian ini menyangkut bagaimana perasaan penyair terhadap objek atau persoalan yang dikemukakan dan terhadap masyarakat/pembaca. Perasaan penyair bisa iba, geram, sabar, merendah, khusyu’, pasrah, ragu, penasaran, kecewa, sinis, dan berbagai perasaan lain. Sikap penyair dalam memandang suatu tema juga berbeda satu dengan yang lain.

3. Nada

Nada bisa kamu pahami sebagai sikap penyair terhadap pembaca puisinya. Nada yang diungkapkan oleh penyair dalam sebuah puisi akan sangat berhubungan erat dengan tema dan rasa yang terkandung dalam puisi tersebut.
Adakalanya kamu menjumpai puisi yang bertema sama tetapi rasa dan nadanya berbeda. Nah, untuk lebih menguatkan pemahamanmu, coba kamu perhatikan dua contoh puisi berikut.

1

Padamu Jua

….
Di mana engkau?
Rupa tiada
Suara sayup
Hanya kata merangkai hati
Engkau cemburu
Engkau ganas
Mangsa aku dalam cakarmu
Bertukar tangkap dengan lepas
Nanar aku, gila sasar
Sayang berulang padamu jua ….

(karya Amir Hamzah)

2

Doa

Dengan apakah kubandingkan pertemuan kita, kasihku
Dengan samar spoi, pada masa purnama
meningkat naik, setelah menghalaukan panas
payah terik.

Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang
memasang lilinnya.
Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai
sedap malam menyirak kelopak ….

(karya Amir Hamzah)

Dua puisi di atas sama-sama bertema ketuhanan. Puisi di atas juga diciptakan oleh penyair yang sama. Namun, bisakah kamu merasakan perbedaannya? Pada puisi berjudul ‘Padamu Jua’, dapat kamu rasakan penyair mengungkapkan perasaannya dengan ‘meledak-ledak’, dengan semangat yang tinggi dan menghentak. Sebaliknya pada puisi berjudul ‘Doa’ penyair mengungkapkan perasaannya dengan lebih tenang dan lembut. Lambang-lambang dan konotasi yang digunakan penyair juga lebih indah dan menawan.

4. Pesan/Amanat

Sama seperti karya sastra lain, puisi juga mengandung amanat yang disampaikan penyair kepada pendengar dan pembaca. Ada nilai-nilai yang hendak ditanamkan. Pesan/amanat ini umumnya tersirat (tersembunyi) di balik tema dan susunan kata-kata dalam puisi. Dengan memahami apa yang dikemukakan dan bagaimana rasa dan nada puisi, pembaca akan dapat menangkap apa sesungguhnya maksud yang hendak disampaikan penyair. Tidak jarang puisi juga memuat nilai-nilai yang layak diteladani dari segi moral, kemanusiaan, budaya, ataupun agama.

Langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk bisa mengetahui isi dan tema puisi antara lain:

  1. perhatikan judul puisi dan kata-kata yang dominan dalam puisi tersebut,
  2. pahami penggunaan lambang, kata konotasi, dan majas,
  3. ketahui siapa/apa yang dimaksud dalam kata ganti,
  4. diskusikan dengan teman agar kamu memperoleh penafsiran dari sudut pandang orang lain.

Poin Penting

  1. Unsur bentuk batin (hakikat puisi) adalah isi atau kandungan yang hendak dikemukakan oleh penyair.
  2. Hal-hal yang terdapat dalam bentuk batin puisi yaitu tema, rasa, nada, dan pesan/amanat.
Advertisement
Isi dan Tema Puisi | lookadmin | 4.5