Close Klik 2x

Irama-Irama dalam Puisi

Advertisement

Irama-Irama dalam Puisi – Siswa mampu mengidentifikasi irama-irama dalam puisi.

sumber gambar: www.flickr.com

Diksi-diksi yang bersifat estetik (indah) dalam puisi dapat menghadirkan bunyi-bunyi yang dianasirkan dengan istilah-istilah di dalam musik, seperti irama dan melodi. Bunyi dalam puisi dibentuk berdasarkan dua hal, yaitu rima dan irama. Rima / persajakan adalah persamaan bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh huruf atau kata dalam tiap baris. Penekanan-penekanan terhadap bunyi huruf atau kata dari rima inilah yang kemudian membentuk irama.

Pengertian Rima

Rima yang sering disebut juga dengan sajak memiliki beberapa macam jenis berdasarkan bunyinya, yaitu rima sempurna, rima tak sempurna, rima mutlak, rima terbuka, rima tertutup, aliterasi, asonansi, dan disonansi. Sementara berdasarkan letaknya, rima terbagi atas rima silang (a-b-a-b), rima berpeluk (a-b-b-a), rima berangkai (a-a-a-a), dan rima kembar (a-a-b-b).

A. Rima sempurna
Rima sempurna adalah rima yang mengalami bentuk persamaan irama pada seluruh suku akhir pada tiap baris, baik bunyi vokal maupun konsonan. Contohnya adalah
Cin/ta
Re/sah
Ter/lun/ta
Ge/li/sah

B. Rima tak sempurna
Rima tak sempurna tercipta ketika persamaan irama hanya terjadi pada beberapa bagian suku akhir tiap baris, misalnya,
Ke/ka/sih/ku
i/tu
Di/ma/na
se/ma/ta

C. Rima mutlak
Rima ini terjadi ketika terdapat perulangan kata yang menimbulkan persamaan bunyi pada tiap baris. Perhatikan puisi karya Sapardi berikut

Kubiarkan cahaya bintang memilikimu
kubiarkan angin yang pucat
(Nokturno)

D. Rima terbuka
Rima terbuka terjadi apabila suku kata terakhir terbuka dengan bunyi vokal yang sama.

Diponegoro

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
(Chairil Anwar)

E. Rima tertutup
Rima tertutup terjadi apabila suku akhir tertutup dengan vokal yang diikuti konsonan yang sama.

Malam

sebelum siang membentang
kami sudah tenggelam hilang
(Chairil Anwar)

F. Rima asonansi
Rima ini terjadi ketika terdapat bunyi vokal-vokal yang sama pada setiap suku kata yang muncul, baik pada satu baris maupun pada baris-baris yang berlainan

Di Taman Gerbang

Taman kuning kenanga
Rumah akibat seorang buta
Inang luka sekeping sukma
(Inggit Putria Marga)

G. Rima Aliterasi
Sebuah rima dinamakan rima aliterasi bila terjadi persamaan bunyi-bunyi awal pada kata yang sebaris, maupun pada baris-baris berlainan.

Menjelma, mewarna menjadi sungai
Meliuk, merambat, menuruni matamu

H. Rima Disonansi
Sebuah Rima dinamakan Rima disonasi apabila vokal-vokal yang menjadi rangka kata-kata seperti pada asonasi di atas tadi memberikan kesan bunyi-bunyi yang berlawanan.
Bolak-balik aku terbalik
Dalam lamunan hati tercekik

Pengertian Irama

Irama yang disebut juga dengan ritme ini adalah pergantian tinggi rendahnya, panjang pendeknya, atau keras lembutnya ucapan bunyi. Irama dalam puisi dapat ditimbulkan tidak hanya oleh rima (perulangan bunyi), tetapi juga oleh hadirnya repetisi yang muncul dalam tiap baris. Penekanan-penekanan nada pada irama dapat menghasilkan unsur musikalitas yang dapat menciptakan suasana dan kesan makna tertentu. Penggunaan rima-rima pada pembahasan di atas dalam melakukan penekanan atas bunyi yang dihasilkan akan membentuk berbagai macam jenis bunyi yang memiliki perbedaan nuansa. Jenis bunyi yang dimaksud adalah

1. Kakofoni
Bunyi kakofoni adalah bunyi yang dihasilkan dari visualisasi bunyi-bunyi konsonan /b/, /p/, /m/, /t/, /s/, /r/, /k/, /h/, /ng/, /ny/.
Bunyi kakofoni dapat dapat menciptakan suasana yang tertekan, asing, suram, haru, atau pilu.

Ada pengap yang sesak
Dalam seruas takdir
Yang berkecamuk

2. Eufoni
Bunyi eufoni dihasilkan dengan menghadirkan bunyi-bunyi vokal, seperti /a/, /i/, /u/, /e/, dan /o/. Bunyi dapat menciptakan suasana yang riang, gembira, semangat, dan vitalitas hidup.

DENGAN PUISI AKU
(Taufiq ismail)
Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbaur cakrawala

3. Anomatope
Bunyi anomatope menghadirkan bunyi-bunyi makhluk hidup, alam, dan binatang. Bunyi-bunyi ini memberikan perlambangan nilai rasa yang menciptakan suasana tertentu seperti kesyahduan atau romantisme jika yang digunakan adalah suara jangkrik, burung, gemerisik rumput tertiup angin pagi, atau kepak sayap kupu. Selain itu, bunyi ini bisa juga menciptakan kemurungan apabila nuansa yang dihadirkan adalah malam, lolongan serigala, atau angin yang berhembus kencang.

Aku Tulis Pamplet Ini
(W.S. Rendra)

Matahari menyinari airmata yang berderai menjadi api.
Rembulan memberi mimpi pada dendam.
Gelombang angin menyingkapkan keluh kesah

Menganalisis Rima dan Irama

Perhatikan contoh puisi berikut!
Rumahku
(Chairil Anwar)
Rumahku dari unggun-unggun sajak
Kaca jernih dari segala nampak
Kulari dari gedung lebar halaman
Aku tersesat tak dapat jalan
Kemah kudirikan ketika senjakala
Dipagi terbang entah kemana
Rumahku dari unggun-unggun sajak
Disini aku berbini dan beranak
Rasanya lama lagi, tapi datangnya datang
Aku tidak lagi meraih petang
Biar berleleran kata manis madu
jika menagih yang satu
April 1943

Dalam baris pertama puisi “Rumahku dari Unggun-unggun Sajak” terdapat rima asonansi, yaitu perulangan bunyi vokal /u/ pada kata ru/mahku dan ung/gun-ung/gun. Rima tak sempurna terdapat pada suku kata /jak/, /pak/, dan /nak/ atau yang juga menandakan rima aliterasi. Rima sempurna terdapat pada bait terakhir dengan suku kata /tang/.

Berdasarkan analisis rima di atas, kita dapat melihat kecenderungan penyair menggunakan bunyi-bunyi konsonan pada suku kata terakhir. Hal ini menunjukkan adanya bunyi kakofoni yang menyiratkan suasana kesedihan atau kerinduan.

Poin Penting

Bunyi terbentuk atas rima dan irama dengan memberikan penekanan pada kedua unsur di atas.

Advertisement
Irama-Irama dalam Puisi | lookadmin | 4.5