Close Klik 2x

Interaksi Desa Dengan Kota

Advertisement

Interaksi Desa Dengan Kota – Apakah yang dimaksud dengan interaksi desa dengan kota? Bagaimanakah peran kota dalam pengembangan desa? Mari cermati materi pelajaran kali ini.

      Interaksi desa dan kota adalah proses hubungan yang bersifat timbal balik antar unsur-unsur yang ada dan mempunyai pengaruh terhadap perilaku dari pihak-pihak yang bersangkutan melalui kontak langsung, berita yang didengar atau surat kabar sehingga melahirkan sebuah gejala baru, baik berupa fisik maupun non fisik.

Syarat Terjadinya Interaksi
1. Adanya Kontak Sosial (Sosial Contact)
Kata kontak berasal dari bahasa latin con atau cum ( yang artinya bersama-sama) dan tango (mempunyai arti menyeluruh), jadi artinya secara harfiah bersama- sama menyentuh. Secara fisik, kontak baru terjadi apabila terjadi hubungan badanah, oleh karena orang dapat mengadakan hubungan dengan pihak lain tanpa menyentuhnya, seperti dengan cara berbicara dengan pihak lain tersebut.
2. Komunikasi
Komunikasi adalah proses memberikan tafsiran pada prilaku orang lain yang berwujud pmberian, gerak- gerik badanlah atau sikap, perasaan- perasaan apa yang ingin disampaikan orang tersebut.

DEFINISI DESA
Desa yaitu suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat dan hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

DEFINISI KOTA
Pengertian kota dan daerah perkotaan dapat dibedakan dalam dua pengertian yaitu kota untuk “city” dan daerah perkotaan untuk ‘’urban”. Pengertian kota diidentikkan dengan kota, sedangkan urban berupa suatu daerah yang memiliki suasana kehidupan dan penghidupan modern, dapat disebut daerah perkotaan.

Faktor-faktor Interaksi Desa Dan Kota
Menurut Edward Ulman ada 3 faktor penyebab interaksi antar wilayah, yaitu :
a. Region Complementary (wilayah yang saling melengkapi)
Wilayah yang memiliki potensi sumber daya yang berbeda-beda baik secara kualitas maupun kuantitasnya. Perbedaan sumber daya kota dan desa menyebabkan timbulnya interaksi. Jadi ada kebutuhan saling melengkapi atau komplementaritas. Ini didorong oleh permintaan dan penawaran. Perancis berdagang anggur dengan Belanda karena Belanda merupakan konsumennya. Relasi komplementaritas hanya terjadi jika tawaran bermanfaat bagi pihak yang minta. Manfaatnya ditentukan oleh banyak hal seperti: budaya, pengetahuan, teknik, kondisi kehidupan dan sebagainya. Semakin besar komplementaritas, semakin besar arus komoditas.

Manfaat Interaksi Desa-Kota bagi Perkotaan :
1) Terpenuhinya sumber daya alam sebagai bahan mentah/bahan baku industri.
2) Terpenuhinya kebutuhan pokok yang dihasilkan pedesaan.
3) Terpenuhinya kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan bagi perkotaan.
4) Tersedianya tempat pemasaran hasil industri.
Manfaat Interaksi Desa-Kota bagi Pedesaan :
1) Terpenuhinya barang-barang yang tidak ada di desa
2) Masuknya pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari kota ke pedesaan.
3) Membuka lapangan kerja baru di sektor pertanian.

b. Intervening Opportunity (kesempatan untuk berintervensi)
Adalah adanya kesempatan untuk timbulnya interaksi antarwilayah dan dapat memenuhi kebutuhan sumber daya wilayah tersebut. Jadi, semakin besar intervening opportunity, semakin kecil arus komoditas.

c. Spatial Transfer Ability (kemudahan pemindahan dalam ruang)
Kemudahan pemindahan dalam ruang baik berupa barang, jasa, manusia maupun informasi. Proses pemindahan dari kota ke desa atau sebaliknya dipengaruhi antara lain :
1) Jarak mutlak maupun jarak relatif antarwilayah
2) Biaya transportasi dari satu tempat ke tempat yang lain
3) Kelancaran transportasi antarwilayah, Jadi, semakin mudah transfer abilitas, semakin besar arus komoditas.

Bentuk interaksi desa – kota
a. Kerjasama antar penduduk
b. Penyesuaian terhadap lingkungan
c. Persaingan fasilitas hidup
d. Asimilasi.

Timbal-Balik Interaksi Kota dan Desa
Paul Harrison menyatakan hubungan antara kota dan desa di dunia ketiga mirip sekali dengan hubungan antara yang kaya dan miskin. Pedesaan menghasilkan bahan-bahan yang serba murah di banding dengan barang yang ada di kota. Pedesaan tidak memiliki sistem organisasi dan koordinasi yang mampu memaksa pihak kota untuk membayar hasilnya dengan harga yang lebih tinggi. Selanjutnya kota merupakan perpaduan antara pihak penguasa dan para pegawainya untuk memajukan kota.
Boeke seorang ekonom berpendapat bahwa hubungan antara desa dan kota bersifat dualistic. Di satu pihak terdapat sektor yang maju sedengakan pihak lainnya terbelakang gambaran masyarakat dualistik dapat saja timbul sebagai akibat dari adanya pembangunan.

Dampak Interaksi Desa dengan Kota
Interaksi desa dan kota dapat menimbulkan dampak yang menguntungkan atau merugikan:
a. Ditinjau dari aspek ekonomi
1) Memperlancar hubungan desa dan kota.
2) Meningkatkan volume perdagangan antara desa dan kota.
3) Menimbulkan perubahan orientasi ekonomi penduduk desa.
4) Menimbulkan kawasan perdagangan sebagai tempat untuk melakukan kegiatan jual beli.
5) Meningkatkan pendapatan penduduk desa dan kota.

b. Ditinjau dari aspek sosial
1) Terjadi mobilitas antara keduanya,
2) Terjadi saling ketergantungan antara desa dan kota, khususnya dalam bidang pasokan bahan mentah.
c. Ditinjau dari aspek budaya,
1) Meningkatkan tingkat pendidikan masyarakat desa.
2) Terjadinya tingkah laku, khususnya masyarakat pedesaan.
3) Meningkatkan sumber daya budaya yang dapat menarik wisatawan.

Interaksi Desa Dengan Kota | lookadmin | 4.5