Close Klik 2x

Identifikasi Hal-Hal Yang Menarik atau Istimewa Dalam Cerpen

Advertisement

Identifikasi Hal-Hal Yang Menarik atau Istimewa Dalam Cerpen – Siswa dapat mengidentifikasi hal-hal yang menarik atau istimewa dari cerita pendek.

Cerpen adalah kisah pendek kehidupan tokoh yang memusatkan diri dalam satu waktu, satu tempat, dan satu situasi. Kisah yang diangkat merupakah kisah-kisah yang menarik dan mengandung suatu hal yang istimewa dalam kehidupan. Permasalahan hidup yang dialami tokoh terkadang mempresentasikan dan merefleksikan gejala yang sedang berkembang di masyarakat.

Hal ini membuktikan bahwa cerpen berfungsi sebagai media untuk mendidik masyarakat (sarana didaktis) agar peduli dan peka terhadap gejala sosial dan persoalan lain yang muncul di masyarakat. Melalui cerpen, pembaca dapat melihat kehidupan dengan aneka karakter, kultur, dan kondisi alam yang berbeda. Hal ini dapat memberikan wawasan hidup baru.

Pembaca diajak untuk menjadi bijak dalam bertindak dan matang secara emosi dan sosialnya. Hal ini dapat terwujud apabila pembaca kritis, cerdas, dan memiliki daya apresiasi yang tinggi.

Cerpen memiliki unsur-unsur yang sangat menarik. Kepaduan semua unsur dalam cerpenlah yang membuatnya menarik. Kita dapat menilai isi cerpen dengan memperhatikan tema, amanat, dan gaya bahasa yang digunakan oleh pengarang. Cerpen tidak hanya sebatas menceritakan tetapi juga mengomunikasikan hal penting yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Hal tersebut perlu disampaikan secara komunikatif agar pembaca tertarik dan dapat memahami isi cerita secara keseluruhan.

Proses interpretasi dapat kita peroleh dengan cara membaca cerpen tersebut. Interpretasi dapat disebut juga sebagai pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoritis terhadap suatu hal dalam cerpen makna dapat disampaikan secara tersirat/implisit sehingga tafsiran makna yang muncul akan berbeda-beda.

Perhatikan penggalan cerpen berikut ini.

Ambe Masih Sakit
Di kampungku, Tana Toraja, aura kematian sering kali berembus seperti angin. Jika terlihat secarik kain putih melambai di halaman tongkonan, itu pertanda ada orang yang masih hidup meski sudah mati, ”to makula”. Di sini, kematian dirayakan dengan biaya yang tak sedikit.Inilah akibatnya.

Sudah hampir sepuluh tahun Ambe terbaring di dalam erong, seolah menanti upacararambu solo yang tak kunjung dilaksanakan oleh sanak keluarga. Sebab, tak ada dana atau belum dan jauh dari mencukupi walau kami tengah mengupayakannya. Hingga hari ini.

Pagi tak lagi halimun. Kulihat Indo sedang sarapan dengan Ambe yang masih sakit, terbujur kaku di dalam peti mati itu. Nyawanya menjelma arwah, tapi tetap tinggal kendati tidak menyatu dengan jasad. Menderitakah ia menjadi bombo?
”Selamat pagi, Ambe. Aku mau berangkat.”
Cahaya matahari, yang bangkit menembus celah dinding di sumbung, menimpa tubuh Ambe yang susut dan pakaian kebesarannya tampak berdebu.
”Hati-hati, Anakku. Semoga dalle-mu hari ini berkah. Berkat dari langit.” Jawaban Indo seperti doa.
Sering kulihat rona wajahnya tak ada duka meski ia sudah lama berkabung. Mungkin karena itu hatinya tak lagi berkabut. Menjalani hari dengan bahagia walau keadaan seperti ini. Ia mengantar kepergianku sampai depan pintu. Aku tahu, ia selalu menaruh harap agar aku cepat dapat uang untuk upacara kematian Ambe. Letihkah Indo merawat Ambe?

Cuma tongkonan ini yang kami punya atau yang tersisa. Indo hanya istri kedua Ambe. Katanya, dulu banyak kerabat tidak setuju ketika mereka menikah dan kakak-kakak tiriku menerima dengan syarat menuntut pembagian harta sebagai ahli waris mendiang ibu mereka. Sekarang, Ambe tak memiliki harta peninggalan, bahkan buat perayaan kematiannya sendiri. Anak-anaknya terdahulu pun seperti tak peduli. Tinggallah aku dan Indo yang menanggung beban. Berat, entah sampai kapan kami mampu menahan.

Aku pulang membawa hasil yang lebih dari biasanya walau aku tidak menjadi guide. Lumayan. Ukir-ukiran aku hampir habis dan beberapa lembar tenunan Indo laku. Dibeli oleh turis asing dan lokal yang lalu lalang. Sebenarnya masih siang meski sudah menjelang sore. Dan, aku mendapatkan kejutan kecil.Margaretha Sua datang berkunjung.

Dari Makale ke Rantepao menempuh jarak yang tak jauh. Ia perempuan mamasa dan sudah jadi pegawai. Akhir-akhir ini aku jarang bertemu dengannya. Kami tidak sering bersama setelah ia pindah mengikuti orangtuanya. Kami duduk di kolong alang. Alih-alih melepas rindu, wajahnya malah mendung membawa kabar tak baik….
Ambe Masih Sakit karya Emil Amir

Hal-Hal yang Menarik atau Istimewa dari Penggalan Cerita Pendek di Atas

a) Pemaparan awal cerpen langsung menyuguhkan konflik pada 2 paragraf awal yaitu, “Di kampungku, Tana Toraja, aura kematian sering kali berembus seperti angin. Jika terlihat secarik kain putih melambai di halaman tongkonan, itu pertanda ada orang yang masih hidup meski sudah mati, ”to makula”. Di sini, kematian dirayakan dengan biaya yang tak sedikit.Inilah akibatnya.” Dan “Sudah hampir sepuluh tahun Ambe terbaring di dalam erong, seolah menanti upacara rambu solo yang tak kunjung dilaksanakan oleh sanak keluarga. Sebab, tak ada dana atau belum dan jauh dari mencukupi walau kami tengah mengupayakannya. Hingga hari ini.”
b) Permasalahan adat yang cukup pelik dialami oleh tokoh dan keluarganya.
c) Bahwa kebudayaan Tana Toraja sangat kaya.
d) Di Tana Toraja ada ciri jika terlihat secarik kain putih melambai di halaman tongkonan, itu pertanda ada orang yang masih hidup meski sudah mati.
e) Di Tana Toraja kematian dirayakan dengan biaya yang tak sedikit.

Poin Penting

Hal-hal menarik dan istimewa dari sebuah cerpen terletak pada keseluruhan unsur cerita, baik intrinsik dan ekstrinsik.

 

Identifikasi Hal-Hal Yang Menarik atau Istimewa Dalam Cerpen | lookadmin | 4.5