Close Klik 2x

Hukum Ohm

Advertisement

Hukum OhmKali ini kita akan membahas Fisika SMP Kelas 9 tentang Hukum Ohm. Arus listrik dapat mengalir pada rangkaian listrik apabila dalam rangkaian itu terdapat beda potensial dan rangkaiannya tertutup. Hubungan antara kuat arus listrik dengan beda potensial listrik pertama kali diteliti oleh ahli Fisika dari Jerman bernama Georg Simon Ohm (1789–1854). Hasil penelitiannya dikenal dengan nama Hukum Ohm. Untuk memahami lebih mendalam tentang Hukum Ohm, lakukan tugas berikut secara berkelompok. Sebelumnya bentuklah kelompok yang terdiri 4 orang; 2 laki-laki dan 2 perempuan.

Percobaan Hukum Ohm

Tujuan: Menyelidiki Hukum Ohm

Alat dan Bahan:

– Lampu

– Sakelar

– Voltmeter (basicmeter)

– Amperemeter (basicmeter)

– Baterai 4 buah

Percobaan Hukum Ohm

Cara Kerja:

1. Rangkailah alat-alat seperti gambar di samping.

2. Tutup sakelar S, amati voltmeter dan amperemeter dan catat hasil pengukuran kedua alat itu ke dalam tabel.

3. Ulangilah langkah 2 dengan mengganti sumber tegangan dengan 2 baterai, 3 baterai, dan 4 baterai.

4. Buka sakelar S.

5. Hitunglah hambatan lampu dengan membandingkan kolom beda potensial (V) dan kolom kuat arus (I).

6. Buatlah grafik V-I di buku kerjamu.

Pertanyaan:

1. Bagaimanakah hasil perbandingan beda potensial dengan kuat arus listrik dalam tiap-tiap percobaan?

2. Bagaimanakah nyala lampu dalam tiap-tiap percobaan?

3. Bagaimanakah bentuk grafik V–I?

4. Apa kesimpulanmu setelah melakukan kegiatan ini?

5. Presentasikan tugasmu di muka kelas.

Hubungan antara beda potensial (V) dengan kuat arus (I) dapat dinyatakan dengan grafik, seperti pada Gambar berikut.

Grafik Hukum Ohm

Grafik Hukum Ohm

 

Garis kemiringan merupakan perbandingan antara ordinat dengan absis yang besarnya selalu tetap. Jika nilai perbandingan yang besarnya tetap itu didefinisikan sebagai hambatan listrik (disimbolkan dengan huruf R) maka dapat dinyatakan dengan rumus.

Hukum Ohm

Dengan:

V = tegangan listrik satuan volt (V)

I = kuat arus listrik satuan ampere (A)

R = hambatan listrik satuan ohm ( Ω )

Rumus di atas dikenal dengan nama Hukum Ohm yang menyatakan bahwa, besar kuat arus listrik yang mengalir sebanding dengan beda potensial listrik dan berbanding terbalik dengan hambatan. Untuk lebih memahami Hukum Ohm perhatikan contoh soal berikut.

Contoh Soal Hukum Ohm

1. Kawat penghantar kedua ujungnya memiliki beda potensial 6 volt, menyebabkan arus listrik mengalir pada kawat itu 2 A. Berapakah hambatan kawat itu?

Penyelesain Hukum Ohm

2. Konduktor berhambatan 400 Ω dihubungkan dengan sumber tegangan, sehingga mengalir arus listrik 500 mA. Berapakah beda potensial ujung-ujung konduktor tersebut?

Penyelesaian Contoh Soal Hukum Ohm

Hukum Ohm | lookadmin | 4.5