Hukum I Newton

Hukum I Newton – Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang identifikasi jenis gaya. Pada topik ini, kalian akan belajar tentang hukum I Newton.

1. Hukum I Newton

Pernahkah kalian berpikir, mengapa sabuk pengaman begitu penting bagi orang yang berada dalam mobil? Ketika kalian berada di dalam mobil yang bergerak, kemudian secara tiba-tiba pengemudi menghentikannya, kalian akan merasa terdorong ke depan bukan?
Peristiwa di atas menunjukkan kecenderungan benda untuk mempertahankan keadaannya. Artinya, benda yang mula-mula diam, akan tetap diam dan benda yang mula-mula bergerak, akan tetap bergerak. Seorang Ilmuwan asal Inggris, Sir Isaac Newton merumuskan keadaan di atas sebagai hukum I Newton. Berikut ini pernyataan hukum I Newton. “Jika resultan gaya yang bekerja yang bekerja sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam, akan tetap diam dan benda yang mula-mula bergerak, akan tetap bergerak lurus beraturan”. Secara matematis, perumusan hukum Newton dituliskan sebagai berikut.

F=0 

Sifat benda yang cenderung mempertahankan keadaannya disebut sifat kelembaman, sehingga hukum I Newton disebut juga hukum kelembaman. Sekarang kalian tentu sudah mendapatkan jawabannya kan? Ketika pengemudi tidak mengenakan sabuk pengaman, maka tidak ada gaya luar yang bekerja padanya. Hal tersebut akan menyebabkan pengemudi tetap bergerak dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan mobil sesaat sebelum direm. Keadaan ini dapat membahayakan pengemudi karena akan menyebabkan benturan ke depan. Untuk lebih memahami hukum kelembaman ini, cobalah kalian lakukan percobaan sederhana berikut ini.

Letakkanlah sebuah kelereng di atas selembar kertas.
1. Pertama, tariklah kertas perlahan-lahan kemudian hentikan tarikan tersebut. Apa yang terjadi dengan kelereng ?
2. Kedua, tariklah kertas secara tiba-tiba dengan cepat, apa yang terjadi dengan kelereng tersebut?

Pada perlakuan pertama, kelereng tetap bergerak ketika kertas dihentikan, sedangkan pada perlakuan kedua kelereng akan tetap tertinggal. Bagaimana menurut pendapat kalian ?

Gambar 1. Kelereng tetap bergerak di atas kertas ketika tarikan dihilangkan

Gambar 2. Kelereng tertinggal ketika kertas tiba-tiba ditarik dengan sentakan

2. Hukum I Newton dan Kesetimbangan Translasi

Jika resultan gaya yang bekerja pada sebuah benda sama dengan nol, maka benda dikatakan dalam keadaan setimbang translasi. Tetapi jangan salah, setimbang di sini tidaklah harus dalam keadaan diam. Benda yang bergerak dengan kecepatan tetap (gerak lurus beraturan) juga berada pada keadaan setimbang. Mengapa demikian? Ketika benda bergerak lurus beraturan, percepatannya sama dengan nol. Hal ini menunjukkan resultan gaya pada benda juga sama dengan nol. Salah satu contoh adalah ketika kalian mengendarai sepeda di jalanan yang miring. Kalian akan mengerem sepeda sedemikian rupa sehingga kecepatan sepeda menjadi konstan. Gaya yang kalian berikan harus sama dengan gaya yang ditimbulkan oleh kemiringan jalan. Pada keadaan ini, sepeda dikatakan dalam keadaan setimbang, karena berjalan dalam kecepatan yang konstan. Sebaliknya pada jalan mendaki, seorang pengemudi mobil harus menginjak gas untuk mendapatkan gaya dorong yang melawan gaya yang disebabkan oleh kemiringan jalan. Dengan menyeimbangkan kedua gaya tersebut, mobil akan mendaki jalan dengan kecepatan konstan. Bayangkan apa yang terjadi jika gaya dorong ini lebih kecil daripada gaya pada kemiringan jalan.

Gambar 3. Gaya yang bekerja pada mobil yang menaiki jalanan miring

Hukum I Newton | lookadmin | 4.5