Hormon Sebagai Kurir-Kurir Kimiawi

Hormon Sebagai Kurir-Kurir Kimiawi – Hormon merupakan zat yang menyampaikan informasi dari satu bagian tubuh ke bagian lainnya. Zat ini dibawa lewat aliran darah. Hormon memicu produksi enzim dan zat-zat pengatur lainnya yang penting agar tubuh manusia berfungsi secara normal. Produksi hormon diatur oleh mekanisme umpan balik, sehingga jumlahnya tidak pernah terlalu banyak ataupun terlalu sedikit.

Hormon Sebagai Kurir-Kurir Kimiawi

Hormon Sebagai Kurir-Kurir Kimiawi

Hormon merupakan kurir kimiawi yang dihasilkan di salah satu bagian tubuh namun bekerja di bagian tubuh lainnya. Struktur produksi hormon utama pada manusia adalah sistem endokrin, yang terdiri dari delapan kelenjar endokrin utama seperti kelenjar pituitari, kelenjar adrenal, kelenjar tiroid dan pankreas. Di samping kelenjar-kelenjar endokrin utama, organ lainnya berfungsi menyekresi hormon. Di antaranya termasuk sistem cerna, hati, timus, dan jantung. Saat diproduksi oleh kelenjar-kelenjar tadi, hormon bergerak melewati aliran darah ke sel atau organ tujuannya.

Hormon diperlukan dalam jumlah kecil dan kelebihan hormon bisa memberi dampak negatif terhadap tubuh. Inilah alasannya mengapa produksi hormon dikendalikan oleh mekanisme umpan balik. Kelenjar yang memproduksi hormon sensitif terhadap konsentrasi zat yang diaturnya. Bila zat tadi terlalu banyak ataupun sedikit dideteksi di dalam tubuh, akan ada sinyal yang dikirimkan ke kelenjar agar menghentikan atau melanjutkan produksi hormon yang mengaturnya. Sistem mekanisme umpan balik ini memungkinkan tubuh mempertahankan kondisi homeostasis atau, kondisi stabil.

Untuk lebih memahami mekanisme umpan balik dan bagaimana hormon bekerja sebagai kurir kimiawi, lihatlah bagaimana fungsi hormon-hormon ini pada pencernaan. Ada empat hormon utama yang dihasilkan oleh sistem cerna untuk memroses makanan: gastrin disekresi oleh perut, dan sekretin, kolesistokinin (CCK) dan gastric inhibitory peptide (GIP) disekresi oleh usus dua belas jari.

Ketika makanan masuk ke perut, reseptor yang ada mengirimkan sinyal ke otak (medula oblongata). Otak kemudian mengirimkan sinyal ke sel endokrin (sel G) yang melapisi perut. Sel-sel tersebut kemudian melepaskan gastrin ke aliran darah. Gastrin bergerak kembali ke perut, tempat zat ini merangsang sel-sel perut (sel parietal) untuk melepaskan asam klorida (HCl) dan enzim cerna yang memecah-mecah makanan, terutama protein. Gastrin diatur oleh mekanisme umpan balik negatif yang mencegah kondisi perut menjadi terlalu asam. Ketika pH di perut menjadi terlalu rendah, sekresi somatostatin dari sel endokrin yang melapisi perut diaktifkan. Somatostatin menghalangi pelepasan asam dengan langsung mencegah sekresi asam lambung oleh sel-sel parietal dan sekresi gastrin oleh sel-sel G. Saat ada tambahan makanan yang masuk ke perut, pH kembali meningkat. pH yang tinggi tersebut mengirimkan sinyal ke sel endokrin untuk menghentikan sekresi somatostatin.

Makanan yang telah dicerna sebagian disebut kimus, yang memiliki pH rendah. Kimus didorong oleh perut ke dalam usus dua belas jari (bagian pertama usus kecil) yang keasamannya merangsang sel duodenal untuk menghasilkan sekretin. Sekretin merangsang hati agar menghasilkan empedu, juga pankreas agar menghasilkan sodium bikarbonat. Empedu membantu mencerna lemak dan sodium bikarbonat menetralisir keasaman kimus. Sekretin juga merangsang sekresi enzim pepsin, yang mencerna protein. Adanya makanan di usus dua belas jari juga merangsang sel duodenal untuk melepaskan CCK. Hormon ini menginduksi kantung empedu agar menghasilkan empedu dan pankreas agar menyekresigetah pankreas yang kaya akan enzim-enzim cerna (untuk karbohidrat dan protein). CCK juga berfungsi untuk menekan rasa lapar. Hormon lain yang juga dirangsang akibat adanya makanan di usus dua belas jari adalah GIP, yang juga disekresi oleh sel duodenal. Hormon ini dipercaya akan menginduksi pelepasan insulin akibat konsentrasi glukosa yang tinggi pada usus dua belas jari. Somatostatin juga bekerja dengan mekanisme umpan balik negatif di usus dua belas jari dengan menghambat sekresi sekretin, CCK, GIP, dan insulin.

Dari usus dua belas jari, makanan yang dicerna bergerak ke bagian usus kecil yang lebih rendah, di mana enzim menyelesaikan proses cerna karbohidrat dan protein. Makanan yang tidak dicerna dan materi sisa lainnya kemudian bergerak ke usus besar tempat reabsorpsi air, sodium dan ion-ion lainnya. Zat sisa tersebut kemudian dikirimkan ke rektum lalu ke anus, tempat pengeluarannya.

Figure 1. Diagram enzim-enzim cerna dan cara kerjanya.

Merah muda = perut
Oranye = pankreas
Ungu muda = usus dua belas jari
Hijau = kantung empedu
Hormon Sebagai Kurir-Kurir Kimiawi | lookadmin | 4.5