Hidrolisis Total Garam

Advertisement

Hidrolisis Total Garam – Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang hidrolisis parsial. Kalian tentu masih ingat bukan? Nah, pada topik kali ini, kalian akan belajar tentang hidrolisis total garam. Apa perbedaan dari kedua hidrolisis tersebut? Untuk tahu jawabannya, simaklah dengan baik topik berikut.

Sekarang, mari kita simak dahulu perbedaan antara hidrolisis parsial dengan hidrolisis total garam.

◈ Hidrolisis Parsial ◈

Hidrolisis parsial disebut juga dengan hidrolisis sebagian. Pada hidrolisis parsial, hanya salah satu ion saja yang mengalami reaksi hidrolisis. Hidrolisis parsial terjadi jika garamnya berasal dari asam kuat dan basa lemah atau asam lemah dan basa kuat.

◈Hidrolisis Total ◈

Hidrolisis total disebut juga dengan hidrolisis sempurna. Pada hidrolisis total, kedua ion (kation dan anion) mengalami reaksi hidrolisis. Hidrolisis total terjadi jika garamnya berasal dari asam lemah dan basa lemah.

Setelah kalian tahu perbedaan dari hidrolisis parsial dan hidrolisis total, mari kita belajar lebih lanjut tentang hidrolisis total.

                      Hidrolisis Total 

Hidrolisis total terjadi jika garamnya berasal dari asam lemah dan basa lemah. Hal ini dikarenakan kedua ionnya (kation dan anion) terhidrolisis bila direaksikan dengan air. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah dapat bersifat asam, basa, ataupun netral. Adanya ion OH dan H+ yang dihasilkan saat garam tersebut bereaksi dengan air, menyebabkan nilai pH garam tersebut tidak menentu.

        Sifat asam, basa, atau netral garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah bergantung pada nilai pH. Nilai pH bergantung pada Ka (tetapan ionisasi asam lemah) dan Kb(tetapan ionisasi basa lemah). Hubungan Ka dengan Kb dalam menentukan nilai pH dapat kalian pahami melalui penjelasan berikut ini.

a. Jika harga Ka > Kb , berarti konsentrasi ion H+ lebih banyak dari konsentrasi ion OH sehingga garam bersifat asam.

b. Jika harga Ka < Kb , berarti konsentrasi ion H+ lebih sedikit dari konsentrasi ion OH sehingga garam bersifat basa.

c. Jika harga Ka = Kb , berarti konsentrasi ion H+ sama dengan konsentrasi ion OH sehingga garam bersifat netral.

✨  Contoh ✨

Contoh 1:

Garam CH3COONH4 berasal dari CH3COOH (asam lemah) dan NH4OH (basa lemah).

Penyelesaian:

CH3COONH4 → CH3COO + NH4+

CH3COO dan NH4+ akan terhidrolisis.

CH3COO + H2O CH3COOH + OH

NH4+ + H2O NH4OH + H+

Oleh karena pada hasil reaksi terdapat ion H+ dan OH, maka garam ini bisa bersifat asam, basa, ataupun netral.

Contoh 2:

Manakah dari garam NH4NO3, CH3COONa dan (NH4)2CO3 yang mengalami hidrolisis total?

Penyelesaian:

Garam NH4NO3 berasal dari NH4OH (basa lemah) dan HNO3 (asam kuat).

NH4NO3 → NH4+ + NO3

NH4+ akan terhidrolisis, sedangkan NO3 tidak terhidrolisis. Oleh karena hanya ada satu ion yang terhidrolisis, maka garam NH4NO3 mengalami hidrolisis parsial.

Garam CH3COONa berasal dari CH3COOH (asam lemah) dan NaOH (basa kuat).

CH3COONa → CH3COO + Na+

CH3COO akan terhidrolisis, sedangkan Na+ tidak terhidrolisis. Oleh karena hanya ada satu ion yang terhidrolisis, maka garam CH3COONa mengalami hidrolisis parsial.

Garam (NH4)2CO3 berasal dari NH4OH (basa lemah) dan H2CO3 (asam lemah)

(NH4)2CO3 → 2NH4+ + CO32-

NH4+ dan CO32- akan terhidrolisis. Oleh karena kedua ion terhidrolisis, maka garam (NH4)2CO3mengalami hidrolisis total.

Jadi, garam yang mengalami hidrolisis total adalah (NH4)2CO3.

Mudah bukan? Agar pemahaman kalian bertambah, yuk kerjakan latihan soal-soal yang ada.

Advertisement
Hidrolisis Total Garam | lookadmin | 4.5