Hidrolisis Partial Garam yang Bersifat Basa

Advertisement

Hidrolisis Partial Garam yang Bersifat Basa – Pada topik sebelumnya kalian sudah mempelajari mengenai hidrolisis partial garam yang bersifat asam. Pada topik kali ini, kalian akan mempelajari mengenai hidrolisis partial garam yang bersifat basa.

Mari ingat kembali mengenai hidrolisis partial garam yang bersifat asam.

1. Hidrolisis Partial Garam yang Bersifat Asam

Hidrolisis partial garam yang bersifat asam terjadi jika garam tersusun atas kation berupa asam konjugat dari basa lemah dan anion berupa basa konjugat dari asam kuat. Kation berupa asam konjugat dari basa lemah akan bereksi dengan air menghasilkan ion H+ seperti terlihat pada reaksi di bawah ini :

Keberadaan ion H+ menyebabkan sifat garam menjadi asam.
Contoh garam yang bersifat asam diantaranya : NH4Cl dan AlBr3.
Untuk menentukan pH larutan dari garam yang besifat asam ini dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan berikut.

Keterangan
Kw = 10-14
Kb = Tetapan basa lemah
[kation] = konsentrasi kation (asam konjugat)
Setelah diketahui konsentrasi H+, maka bisa ditentukan nilai pH nya dengan persamaan penentuan pH sebagai berikut.

Contoh garam yang dapat memerahkan lakmus biru (bersifat asam) adalah NH4Cl. Garam tersebut dapat memerahkan lakmus biru karena mengandung ion NH4+ dan Cl-. Ion NH4+merupakan asam konjugat yang berasal dari basa lemah, sedangkan ion Cl- berasal dari asam kuat HCl. Ion yang dapat mengalami hidrolisis adalah ion yang berasal dari asam/ basa lemah, dalam hal ini adalah ion NH4+. Ion tersebut dan dapat bereaksi dengan air menghasilkan ion H+(bersifat asam).

Gimana sudah ingat kembali? Kalau sudah ingat mari kita lanjutkan pada topik selanjutnya.

2. Hidrolisis Partial Garam yang Bersifat Basa

Hidrolisis partial garam yang bersifat basa terjadi jika garam tersusun atas kation dari basa kuat dan anion dari asam lemah. Anion berupa basa konjugat dari asam lemah akan bereksi dengan air menghasilkan ion OH- seperti reaksi di bawah ini.

Keberadaan ion OH- menyebabkan sifat garam menjadi basa.
Contoh garam yang bersifat asam diantaranya :CH3COONa, KCN dan CaF2,

Untuk menentukan pH larutan garam yang besifat basa ini dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan berikut.

Keterangan
Kw = 10-14
Ka = Tetapan basa lemah
[anion]= konsentrasi anion (basa konjugat)

Setelah diketahui konsentrasi OH-, maka bisa ditentukan nilai pH nya dengan persamaan berikut.

Contoh garam yang memiliki pH > 7 (basa) adalah CH3COONa. Garam tersebut memiliki pH>7 karena tersusun dari kation basa kuat dan anion asam lemah. CH3COONa merupakan garam yang bersifat basa, garam tersebut terdiri dari ion CH3COO- yang merupakan basa konjugat (anion) dari asam lemah dan Na+ yang merupakan asam konjugat (kation) dari basa kuat. Ion yang dapat mengalami hidrolisis adalah ion yang berasal dari asam/ basa lemah, dalam hal ini adalah ion CH3COO-. Ion tersebut dan dapat bereaksi dengan air menghasilkan ion OH-(bersifat basa).

Contoh Soal
Berapakah pH larutan garam NaCN 0,01 M jika HCN memiliki Ka = 10-6 dan Kw = 10-14 ?
Penyelesaian
Menentukan komponen yang diketahui
Konsentrasi NaCN 0,01 M
Ka = 10-6
Kw = 10-14

Menentukan konsentrasi OH- dengan cara mensubstitusi komponen yang diketahui ke dalam persamaan berikut ini.

Menentukan pH dengan cara mensubstitusikan konsentrasi OH- pada persamaan berikut.

Jadi, pH NaCN 0,01 M tersebut adalah 9.

Itulah artikel Hidrolisis Partial Garam yang Bersifat Basa. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda, baca juga artikel terkait lainnya.

Advertisement
Hidrolisis Partial Garam yang Bersifat Basa | lookadmin | 4.5